Perlawanan Konsisten Demi Menjaga Lingkungan

Salim kancil terampas nyawanya karena mempunyai tujuan mulia membela lingkungan  atau lahan pertaniannya, karena lahan pertanian Salim sebagai penopang kehidupan keluarganya demi kebutuhan hidup sehari-hari serta untuk membiayai anak-anaknya sekolah terancam dengan adanya pertambangan, sangatlah jelas penambangan yang dilakukan secara tidak benar itu merusak lingkungan; entah infrastruktur, entah lahan, entah ekosistem entah budaya dan sosial … Baca Selengkapnya

Bertani Untuk Kebutuhan, Bukan Untuk Dijual.

Esensi dasar dari ketahanan pangan adalah menanam apa yang dimakan, begitulah ungkapan dari Baning Prihatmoko seorang petani yang juga merupakan aktifis Nawakawal yaitu sebuah lembaga pemberdayaan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai aktifis yang sekaligus juga bergelut dalam bidang pertanian, Baning menganggap ada bias pemaknaan terhadap konsep ketahanan pangan. Kritik yang paling mendasar atas konsep … Baca Selengkapnya

Pemetaan Pola-pola Sengketa Tanah di Jawa Barat

Judul buku          : Pemetaan Pola-pola Sengketa Tanah di Jawa Barat Penulis                 : Endang Suhendar Penerbit              : Yayasan Akatiga Bandung ; 1994 Ukuran buku      : 17,5 x 25,5 cm. Jumlah hal.         : XVI +86 hal. Koleksi                  : Perpustakaan  Yayasan SATUNAMA Yogyakarta   Buku ini meneliti tentang soal sengketa tanah yang terjadi di Jawa Barat dengan fokus … Baca Selengkapnya

Kemerdekaan Melakukan Kendali Diri

Sudah 70 tahun negeri ini merdeka. Namun setiap kali peringatan kemerdekaan tiba, pertanyaan kontemplatif tentang apa makna merdeka masih selalu muncul dan menjadi bahan pembicaraan. Di satu sisi, bisa jadi itu merupakan indikator keraguan tentang kita ini sudah merdeka atau belum. Ada semacam perasaan yang setiap kali selalu datang mengganjal untuk benar-benar menerima kenyataan bahwa … Baca Selengkapnya

Menjadi Merdeka

Indonesia bergerak menjadi tua. Dalam rentang perjalanan menua itulah, ia terus menerus mendefinisikan kata merdeka. Sebagai bangsa, 17 Agustus, 70 tahun silam, ia dimaklumkan. Berdiri sebagai bangsa dan negara yang merdeka. Ia berdiri di atas pekikan revolusi yang hingga kini belum menemukan titik sudahnya. Tetapi, mengutip kata-kata dalam teks proklamasi, “dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”, manusia … Baca Selengkapnya