Mental Health & Disability Institute of SATUNAMA

Isu disabilitas dan kesehatan jiwa seperti 2 (dua) sisi mata uang yang tidak terpisahkan, karena keduanya saling menyumbang terciptanya kondisi seseorang dalam kondisi kesehatan dan kebutuhan khusus. Seseorang yang disabilitas fisik misalnya, bisa menciptakan disabilitas baru yaitu gangguan mental atau disabilitas psikososial. Di samping itu ada situasi seseorang yang mengalami kondisi kesehatan yang terpuruk dapat menciptakan disabilitas baru yaitu disabilitas fisik, bahkan bisa menjadi disabilitas mental. Hal-hal ringkih seperti ini yang menjadi prioritas dari layanan Yayasan SATUNAMA Yogyakarta.

Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan hingga saat ini hampir 1 miliar orang di dunia mengalami masalah kesehatan mental atau gangguan jiwa. Orang yang mengalami gangguan jiwa atau ODGJ termasuk dalam jenis disabilitas berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 yaitu Disabilitas Psikososial. Sementara itu WHO juga melansir data bahwa 15% penduduk di dunia adalah penyandang disabilitas. Di Indonesia, menurut data dari Kementerian Sosial melalui Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD), hingga 13 Januari 2021 jumlah penyandang disabilitas yang terdata sejumlah 209.604 orang. Jumlah ini di dalamnya termasuk ODGJ. Sementara itu menurut Survey Global Health Data Exchange tahun 2017, menunjukan ada 27,3 juta orang di Indonesia mengalami masalah kejiwaan.

Data yang tersaji secara global maupuan nasional, menunjukan bahwa perlu upaya yang serius sehingga mereka yang termasuk dalam warga minoritas ini, tak satupun yang terlewatkan. Upaya tersebut tidak hanya berfokus kepada mereka yang adalah ODGJ dan Penyandang Disabilitas secara umum, tetapi kepada pihak-pihak yang memberikan layanan kepada mereka, termasuk masyarakat yang belum memiliki penerimaan sosial yang baik terhadap kelompok ini.

Yayasan SATUNAMA Yogyakarta dalam rangka mengelola kedua issue ini menjadi sebuah pengembangan sektor pengetahuan yang diinstitusikan, maka dibentuklah sebuah wadah pengembangan pengetahuan untuk meningkatkan pengetahuan dan upaya penyadaran public untuk mencipkan masyarakat yang inklusif. Mental Health & Disability Institute of SATUNAMA atau MHDIS adalah sebuah layanan untuk publik di bawah Departemen Kesehatan Jiwa & Difabilitas.

Tujuan

MHDIS adalah sebuah layanan untuk publik di bawah Departemen Kesehatan Jiwa & Difabilitas, bertujuan untuk :

  1. Mengembangkan dan mengelola pengetahuan tentang kesehatan mental dan disabilitas kepada pihak-pihak untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif.
  2. Menjadi wadah untuk melakukan fundraising untuk keberlanjutan organisasi

Strategi

Sesuai dengan tujuan MHDIS yaitu sebagai wadah untuk pengembangan pengetahuan dan
fundraising maka strategi yang akan dilakukan yaitu melalui :

  1. Pelatihan
    Pelatihan akan ditargetkan kepada berbagai pihak, dengan metode daring maupun luring. Pelatihan ini akan dibagi menjadi 3 level yaitu Level Basic, Intermediate dan
    Advance.
  2. Konsultasi
    Layanan ini akan menerima jasa konsultasi dari berbagai pihak untuk issue kesehatan mental dan disabilitas
  3. Pendokumentasian proyek-proyek sosial berbasis pengetahuan praktis
    Pendokumentasian dalam bentuk video, buku, tulisan, photo voice
  4. Penelitian
    Penelitian dilakukan untuk mengembangkan issue kesehatan mental dan disabilitas yang selalu berkembang
  5. Internship
    Internship bagi mahasiswa/i untuk kepentingan studi dan CSO untuk pengembangan kapasitas

Alamat

Mental Health & Disability Institute of SATUNAMA
Departemen Kesehatan Jiwa & Difabilitas – Yayasan SATUNAMA
Jl. Sambisari No.99, Dusun Duwet, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman – Daerah Istimewa Yogyakarta
No Telp : 0274 – 868922

Karel Tuhehay (081904277153) – ktuhehay@satunama.org
Patrik Dyan (085643157788) – patrikdyan@satunama.org


English EN Bahasa Indonesia ID