Politik dan Demokrasi

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Departemen Politik dan Demokrasi (PD)

Merupakan departemen lama dengan nama baru. Dibentuk pertama kali pada 2015 dengan nama Departemen Politik Demokrasi dan Desa dan pada 2017 menjadi Departemen Politik dan Demokrasi. PD dibentuk sebagai respon terhadap pembangunan suprastruktur, wilayah kebijakan di Indonesia. PD, sebagaimana namanya, bergerak di isu Politik dan Demokrasi. Untuk menggarap lokus isu tersebut PDD membagi kerjanya dalam tiga bidang.

Pertama, Bidang Politik dan Demokrasi. Kerja-kerja dalam bidang ini dilakukan dengan mengadakan pendidikan politik dan demokrasi bagi aktivis gerakan masyarakat sipil dan politisi muda lintas partai politik. Terdapat empat partai politik yang bekerjasama dengan SATUNAMA dan tergabung dalam Program CPID yaitu; Partai Demokrat, Partai NasDem, Partai GERINDRA dan PDIP di Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat dan Lampung.

Kedua, Bidang Kebebasan Beragama/Berkepercayaan dan Inklusi Sosial. Program Keadilan dan Inklusi Sosial bagi Kelompok Marjinal (KISKM) yang mendapat dukungan dari The Asia Foundation memungkinkan SATUNAMA menjalin kerjasama dengan beberapa Partner Lokal antara lain Aliansi Sumut Bersatu (ASB) Sumatera Utara di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan, SOMASI di Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat,  YASALTI di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Yayasan Donders di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, LKiS di Kulonprogo, DI Yogyakarta dan eLSA di Kabupaten Kudus dan Brebes, Jawa Tengah.

Ketiga, Bidang Perempuan dan Politik. Bidang ini mengkaji secara ilmiah bagaimana peran perempuan dalam ranah politik, lokal maupun nasional. Desk Perempuan dan Politik yang dibentuk sejak April 2015 memiliki tujuan umum mengembangkan kehidupan demokrasi berbasis pada pemenuhan hak perempuan . Ada 7 fokus untuk mencapai tujuan tersebut: (1) Meningkatkan kesadaran hak perempuan sebagai warga negara; (2) Memperkuat kapasitas politik perempuan di level desa, dan politisi perempuan di level kabupaten/kota; (3) Mendorong perempuan aktif dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kehidupan bersama/publik; (4) Mendorong perempuan menduduki posisi penting dalam struktur masyarakat dan pemerintahan di level desa; (5) Mendorong politisi muda perempuan dalam legislatif di tingkat kabupaten/kota; (6) Mendorong berbagai kebijakan yang berperspektif demokrasi dan pemenuhan hak perempuan; (7) Menjadikan SATUNAMA sebagai resouce center atau pusat sumber daya pengetahuan perempuan dan politik, melalui penelitian perempuan dan politik yang relevan sebagai upaya pengelolaan pengetahuan.

Personil Departemen Politik dan Demokrasi

11188267_897980396891197_8367745371239561307_n

Afifudin Toha
Saat ini sedang menyelesaikan Studi Pasca Sarjana di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Program Studi Agama dan Resolusi Konflik. Memiliki minat pada studi tentang Filsafat, HAM, Demokrasi, Pluralisme dan Inklusi Sosial. Pernah terlibat dalam pertemuan pemuda lintas agama di Vienna-Austria dan kini dipercaya sebagai Direktur Program KISKM di 6 Provinsi.

P1790749Nunung Qomariyah
Lulusan Filsafat UGM dan tengah menempuh Pasca Sarjana Antropologi UGM. Pernah bekerja di Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) sebelumnya akhirnya bergabung di Yayasan SATUNAMA. Saat ini fokus pada isu perempuan dan politik, terutama mendorong keterwakilan perempuan di parlemen.

P1790759

William E Aipipidely
Willy saat ini tergabung dalam tim kerja KISKM SATUNAMA sebagai Program Manager. Sebelumnya sempat menjadi koordinator program demokrasi lokal di 3 provinsi yang didukung oleh UNDEF. Memiliki minat besar pada isu demokrasi.

 

IMGP9373

Izzul Albab
Bergabung di SATUNAMA pada akhir 2014 di Program KISKM sebagai Project Officer. Lulusan Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, berminat pada isu masyarakat akar rumput dan kebebasan berkepercayaan dan berkeyakinan.

Juwanto

Valerianus B Jehanu

Kristina Viri

Makrus Ali

 

Artikel terkait Departemen Politik dan Demokrasi

Penting, Analisis Gender di Masyarakat

Memperkuat feminin dan maskulin dalam peran sosial merupakan konstruksi sosial yang dibangun masyarakat. Padahal sesungguhnya perempuan dan laki-laki bisa berperan apapun dalam berbagai bangunan budaya. Di Jakarta, sopir bisa dilakukan oleh perempuan. Di Bali, beberapa perempuan berprofesi menjadi kuli. Gambaran di atas menjadi awalan diskusi serta transfer ilmu dan pengetahuan...Read More »

Membangun Demokrasi Bersama

Hak Asasi Manusia dan demokrasi menjadi topik bahasan di hari ketiga Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) Basic 2017 yang diadakan di Yayasan SATUNAMA, Kamis, (18/5). Sejauh mana bangsa Indonesia memaknai dan mengambil pelajaran dari lintasan sejarah perkembangan implementasi HAM dan demokrasi pun didiskusikan bersama oleh para peserta dan...Read More »

Demokrasi Kerakyatan Butuh Masyarakat Sipil Utuh

Materi mengenai civil society atau masyarakat sipil menjadi pembahasan di hari kedua palatihan Civic Education for Future Indonesian Leader (CEFIL) Basic 2017, Rabu, (17/5) di Yayasan SATUNAMA. Masyarakat sipil seringkali disebut sebagai salah satu sektor yang berhubungan kuat dengan negara dan kalangan korporasi. Hubungan antara ketiganya dalam kerangka ekonomisme pun...Read More »

Ansos, Bekal Memahami Realitas

Salah satu modal yang dibutuhkan seseorang untuk menjalankan analisis sosial di suatu wilayah atau kelompok individu adalah pemahaman tentang realitas. Gambarain ini muncul dalam hari pertama pelaksanaan pelatihan Civic Education for Future Indonesian Leader (CEFIL) yang dihelat di Yayasan SATUNAMA, Selasa (16/5). Analisis sosial atau ansos, sesuai namanya, antara lain dipelajari...Read More »

Politik Rekognisi Pada Penghayat dan Penganut Aliran Kepercayaan

Sidang panel lanjutan perkara pengujian materiil terhadap Undang-Udang Administrasi Kependudukan tentang pengisian kolom agama bagi kelompok penghayat dan kepercayaan agama leluhur kembali digelar Mahkamah Konstitusi Rabu (3/5). Sidang ketujuh ini menghadirkan Samsul Maarif PhD, pengajar di Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), UGM, Yogyakarta sebagai saksi ahli. Sidang yang dipimpin...Read More »

Older Entries »
Print Friendly, PDF & Email
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone