Tentang SATUNAMA

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Logo SATUNAMA 500SATUNAMA adalah sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan, advokasi, dan pelatihan. Organisasi yang secara formal berdiri pada tanggal 25 Maret 1998 ini awalnya merupakan bagian dari Unitarian Service Committee Canada yang mulai bekerja di Indonesia sejak tahun 1975. Pada saat masih menjadi bagian USC Canada, program-program awal lembaga lebih banyak ke arah layanan kemanusiaan seperti menyumbang untuk panti asuhan, penderita lepra, dan orang jompo. Dengan demikian, SATUNAMA memiliki pengalaman mengelola program karitatif, advokasi, pemberdayaan dan pembangunan masyarakat.

Pada tahun 1988, USC Canada memindahkan kantornya dari Jakarta ke Yogyakarta untuk mendekatkan diri dengan kelompok masyarakat dampingan sekaligus mengurangi kesibukan mengurus administrasi dengan birokrasi pemerintahan. Pada tahun-tahun ini, lembaga di bawah pimpinan Meth Kusumahadi, DCM mulai meninggalkan status proyek-proyek karitatif dan mulai melakukan melakukan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta penanggulangan kemiskinan dengan wilayah Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, dan mulai melakukan penjajagan program di Timor Leste.

Pada akhir 80-an, proyek-proyek karitatif perlahan ditinggalkan dan mulai melakukan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta penanggulangan kemiskinan dengan wilayah Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, dan mulai melakukan penjajagan program di Timor Leste.

Sejak 1988, USC Canada berkonsentrasi pada program memfasilitasi kelompok-kelompok masyarakat miskin yang memiliki kesadaran untuk membela haknya. Mulai dari pelatihan perencanaan pembangunan dan manajemen organisasi untuk kader lokal, pendampingan masya rakat hingga pengembangan usaha kecil. Lembaga ini juga mempromosikan pertanian organik yang lebih ramah lingkungan untuk menciptakan kesempatan kepada petani untuk memiliki akses dan kontrol terhadap sumberdaya dan teknologi lokal supaya mereka bisa memiliki posisi tawar terhadap tekanan dari pemilik modal dan negara. Program pertanian organik berawal dari keprihatinan atas ketergantungan petani kepada produsen teknologi pertanian dan pedagang perantara serta kepedulian pada keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.

Pada awal 1990, USC Canada mengambil kesimpulan jika sumber dayanya akan lebih berguna di Negara lain. Organisasi ini menilai jika pembangunan di Indonesia pada tahun 1990 sudah meningkatkan standar hidup masyarakat sehingga mereka berniat untuk bekerja bagi masyarakat di Negara lain. Muncul gagasan membuat pusat pelatihan pada waktu USC Canada berniat hendak meninggalkan Indonesia yang tidak lagi dianggap sebagai negara miskin. Landasan berpikir munculnya pusat pelatihan ini adalah USC Canada harus meninggalkan investasi dalam bentuk mendidik manusia supaya muncul generasi penerus program-program pelayanan bagi orang miskin dan tersingkir. Ide ini awalnya muncul pada tahun 1991 tetapi baru bisa terlaksana pada tahun 1996. Pelatihan pertamanya adalah pendidikan kepemimpinan bagi orang muda dalam bidang nilai-nilai universal (HAM, demokrasi, keadilan social, tata pemerintahan yang baik, dan gender), manajemen organisasi, dan analisis sosial yang kemudian dikenal dengan nama Civic Education for Future Indonesia Leaders (CEFIL ).

Landasan berpikir munculnya pusat pelatihan ini adalah USC Canada harus meninggalkan investasi dalam bentuk mendidik manusia supaya muncul generasi penerus program-program pelayanan bagi orang miskin dan tersingkir.

Pelatihan ini kemudian disusul dengan sejumlah program pendidikan publik dalam dalam rangka mengkampanyekan demokrasi melalui kesetaraan gender, dialog antar iman, hak-hak warga negara, tata pemerintahan yang baik, dan manajemen lembaga nirlaba. Pada saat sudah berubah menjadi SATUNAMA, pelatihan ini kemudian disusul dengan pelatihan-pelatihan seperti: penguatan pendidikan politik untuk organisasi perempuan (STRECEW), pendidikan politik yang disertai dengan resolusi konflik dan penciptaan perdamaian untuk tokoh agama (CEFREL), pendidikan kewarganegaraan untuk politisi lokal (CELOP), dan pelatihan sejarah pemikiran yang berisi pengantar diskusi ideologi seperti liberasime dan sosialisme untuk para intelektual muda. SATUNAMA juga mengadakan pelatihan untuk lembaga-lembaga yang melakukan pendampingan masyarakat dengan pelatihan perencanaan program dan keuangan, pengembangan organisasi, analisis gender dalam pembuatan program, penggalangan dana, dan pelatihan tentang hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Indonesia.

SATUNAMA mulai melakukan penjajagan program di Timor Leste pada tahun 1991 sebagai konsultan Konrad Adenauer Stiftung (KAS). Pada tahun 1995. SATUNAMA mengadakan perekruitan staff lokal dari Timor Leste dan mulai menyelenggarakan ratusan kali pelatihan peace building untuk pemuda dan pemudi pendukung kelompok pro kemerdekaan dengan kelompok pro intregrasi. Pada waktu mayoritas rakyat Timor memilih untuk merdeka, SATUNAMA menyelenggarakan berbagai dialog antar warga yang berkonflik serta berbagai pelatihan dan siaran radio dengan tujuan mengurangi konflik. Hingga saat ini fasilitasi di Timor Leste masih berlanjut dengan serangkaian pelatihan pendidikan politik untuk masyarakat terutama kaum intelektual muda, aktivis, dan politisi.

Dalam rangka memperkuat organisasi rakyat miskin dan tersingkir, SATUNAMA melakukan pendampingan terhadap para pengusaha kecil dengan program pelatihan manajemen usaha kecil, pembuatan rencana bisnis, dan pengelolaan kredit. Di beberapa daerah, dalam rangka membangun solidaritas rakyat miskin, SATUNAMA memfasilitasi pembentukan koperasi rakyat yang bertujuan membantu pemasaran produk anggotanya. Koperasi rakyat ini juga memberikan pinjaman sehingga anggota bisa mengembangkan usahanya.

Untuk mendekati warga di desa dampingan, SATUNAMA membuat perpustakaan keliling untuk anak-anak. Perpustakaan keliling berusaha mengajak anak-anak untuk menyukai membaca melalui koleksi 9000 kopi buku anak dan 60 keping film. Perpustakaan keliling juga menyelenggarakan kegiatan pendukung seperti kemping, lomba lukis, dan mendongeng untuk menyebarluaskan nilai anti kekerasan, sikap bersahabat, cinta sesama dan lingkungan hidup. Pemilihan anak-anak sebagai sasaran perpustakaan juga dilandasi pemikiran pembinaan kepada orangtua perlu dilanjutkan dengan pembinaan kepada generasi penerusnya supaya program pembangunan masyarakat tersebut berkesinambungan.

Untuk mendekati warga di desa dampingan, SATUNAMA membuat perpustakaan keliling untuk anak-anak. Perpustakaan keliling berusaha mengajak anak-anak untuk menyukai membaca melalui koleksi 9000 kopi buku anak dan 60 keping film.

SATUNAMA menggunakan radio untuk membuka wawasan masyarakat mengenai nilai-nilai HAM dan demokrasi di lingkup yang lebih luas. Mulai September 2002 Radio SATUNAMA mengudara dengan gelombang AM 864 KHz. Radio yang kini beroperasi 19 jam sehari ini memproduksi program siaran seperti features, iklan layanan masyarakat, dan konsultasi dengan tema seperti kesehatan umum, tanaman obat alternatif, pertanian, perdamaian, pekerja rumah tangga, anak jalanan, dan pemilu. Radio ini juga melakukan pendampingan kepada berbagai radio komunitas. Ada lebih dari 25 radio komunitas di Papua, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY yang pernah mendapat bantuan pendampingan penguasaan alat teknis siaran, program siaran, hingga manajemen radio komunitas. SATUNAMA juga menerbitkan buletin sebagai bagian dari pendidikan publik mengenai demokrasi.

Dalam rangka mendanai program, SATUNAMA melayani konsultasi mengenai penguatan dan pengembangan organisasi masyarakat sipil dengan tujuan membagikan pengetahuan dari pengalaman selama bertahun-tahun. Materi pelayanan konsultasi antara lain: manajemen organisasi, merancang program pembangunan, sistem pembukuan, monitoring dan evaluasi program-program pemberdayaan masyarakat, serta berbagai pelatihan dalam bidang manajemen, resolusi konflik, serta pendidikan nilai-nilai universal. Hampir semua lembaga internasional yang bekerja di Indonesia termasuk program-program bilateral dan multilateral (seperti USAID, CIDA, GTZ/BMZ, AUSAID, UNDP, UNICEF, dan lain-lain) pernah memanfaatkan layanan konsultasi dari SATUNAMA.

Print Friendly, PDF & Email
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone