Pameran Foto “Mengeja Asmat” Budaya, Perempuan, dan Anak

Pameran Foto Mengeja Asmat

Satunama.org – Yayasan SATUNAMA bekerjasama dengan Java Poetry “Rumahnya Budaya Jawa”, Rabu, 12 Agustus hingga Selasa, 18 Agustus 2015, menggelar Pameran Foto bertajuk “Mengeja Asmat: Budaya, Perempuan, dan Anak”. Pameran foto ini adalah hasil dari reportase keseharian 5 aktivist yang bergerak di kedalaman salah satu wilayah Papua (Asmat). Mereka adalah Maria Sucianingsih, Asep Nanda Paramayana, Peter … Baca Selengkapnya

Cerita Pretty Berkunjung Ke Sangiran

Guyub Bocah kunjungi Sangiran

Satunama.org – Capek, lelah, letih dan kawan-kawannya mewarnai hariku hari ini. Yupp,hari ini aku dan kawan-kawan yang lainnya melakukan perjalananan yang jauh tapi nggak terlalu jauh sekali. Awalnya aku bersama Adel hanya berencana untuk melatih musikalisasi puisi anak-anak manis dari Kadilajo, yang sebelumnya sudah aku rencanakan bersama Ruri dan anak-anak Koper. Aku dan Adel berangkat … Baca Selengkapnya

Dari Mengeja Asmat Hingga Sangiran

Guyub Bocah di Sangiran

Satunama.org – Pameran “Mengeja Asmat” tinggal menghitung hari. Adel, Pretty, Ruri dan teman-teman KOPER belajar dan berlatih musikalisasi puisi untuk aacara pembukaan pameran tersebut. Kami membawakan puisi karya Wiji Thukul yang berjudul “Bunga dan Tembok”. Dimana suatu yang kecil dapat bergandengan membentuk kekuatan demi keadilan dan kesejahteraan. Seusai berlatih, kami bermain game yang dipandu oleh … Baca Selengkapnya

Anak Gaul Bangga Dengan Budaya

Pakaian Adat Indonesia

Kita sebagai warga Indonesia patut berbangga karena negeri tercinta ini memilki keindahan alam dan ribuaan kebudayaan yang sangat mempesona. Tetapi, banyak dari warga Indonesia yang enggan dengan budayanya bahkan memandang kebudayaan Indonesia sebagai budaya yang kuno. Mereka menganggap di era globalisasi seperti saat ini kebudayaan Indonesia terkesan ketinggalan zaman. Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita … Baca Selengkapnya

Empat Remaja Pecinta Budaya

Pakaian Adat Indonesia

Banyak anak yang suka menirukan budaya luar atau memakai barang produk dari luar negeri, namun mereka belum tentu mengenal budayanya sendiri karena mereka takut merasa ketinggalan zaman. Tetapi tidak semua anak berperilaku seperti anak remaja zaman sekarang. Masih ada yang lebih suka memakai produk dalam negeri dan mengenal budayanya sendiri. Saya akan akan menceritakan 4 orang … Baca Selengkapnya