Penguatan Kelompok Demokrasi Alternatif di Nagan Raya Aceh

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

NETWORKING MEETING PROJEK AREA NAGAN RAYA, ACEH, INDONESIA
PENGUATAN KELOMPOK-KELOMPOK DEMOKRASI ALTERNATIF DI NAGAN RAYA, ACEH INDONESIA

Networking meeting adalah salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan program penguatan actor demokrasi alternative di Kebupaten Nagan Raya Aceh, Indonesia. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan networking meeting ini, yakni: penyamaan persepsi program ini dengan actor-aktor demokrasi alternative di Nagan Raya, membangun rasa kebersamaan dan sinergitas dengan actor-aktor demokrasi alternative, serta pemetaan isu, dinamika demokrasi dan agenda bersama organsiasi masyarakat sipil, khususnya peran kaum perempuan di Kabupaten Nagan Raya.

Kegiatan yang dilakukan selama dua hari, 30 Agustus 2013 dan 31 Agustus 2013, di Jambo Café, Jln Nasional Mbo-Tapak Tuan Kuala Nagan Raya, dihadiri 15 peserta di hari pertama dan 15 peserta di hari kedua. Ke-30 peserta terdiri dari aneka organisasi masyarakat sipil di Nagan Raya seperti: HMI (Himpunan mahasiswa Islam) Nagan Raya, Ilpelmasra, Jaringan advokasi Nagan Raya, Yayasan Hardi, Fopkra, Kopemas (Koperasi Pemasaran Masyarakat), BEM STIA, Sinar Institute, dan PWN (Persatuan wartwan Nagan).

Pada pertemuan ini dihasilkan sejumlah kesepakatan bersama yang terdiri dari dua hal utama. Pertama, memperkuat peranan organisasi masyarakat sipil (OMS) di Nagan Raya seperti: adanya forum diskusi bersama yang dijalankan secara bersama, sharing informasi antar lembaga CSO, adanya pelatihan secara berkala dan berkesinambungan agar melahirkan aktivis-aktivis baru dan membangun komunikasi yang baik dengan para pengambil kebijakan agar lebih terbuka akses informasi bagi public. Kedua, memperkuat peran perempuan, seperti masih kurangnya ketrampilan yang dimiliki oleh aktivis perempuan dalam melakukan kegiatan pengorganisasian, terbtasanya akses perempuan dalam berorganisasi, terbatasnya pengetahuan akan hak-hak perempuan, perempuan sebagai objek pelengkap dalam politik local, dan rendahanya tingkat eksadaran perempuan dalam berorganisasi.

Dari hasil-hasil itu, ada beberapa agenda ke depan yang disepakati:
1. adanya forum diskusi secara berkelanjutan
2. adanya pelatihan dan pengkaderan seperti pelatihan advokasi
3. adanya pertemuan dengan para pengambil kebijakan (pemerintah local)
4. adanya advokasi terhadap lembaga PKK dan lembaga perempuan lain di Nagan Raya
5. Membentuk kelompok perempuan yang kritis dan penguatan kapasitas kelompok ini
6. Tukar informasi antar actor CSO
7. Adanya pendampingan terhadap kelopok perempuan
8. Adanya pertemuan antar lembaga perempuan
9. Sharing informasi caleg perempuan di pemilu 2014 dalam bentuk diskusi
(WEA)

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 109 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*