Realitas Demokrasi dari sudut pandang Perempuan Papua

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

NETWORKING MEETING PROJEK AREA MERAUKE PAPUA, INDOENSIA
REALITAS DEMOKRASI DARI SUDUT PANDANG PEREMPUAN PAPUA

Dari konteks program yang bertajuk Human Rights and Democracy Actors Reinforcement Alliances to Strengthen Democracy In Indonesia, kegiatan networking meeting adalah salah satu kegiatan untuk memperkuat kapasitas actor demokrasi alternative di Merauke Papua Indonesia. Untuk memperkuat itu, ada beberapa tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan ini meliputi: membangun saling pengertian dan pemahaman konsep demokrasi dari sudut pandang orang Papua, menjalin kerjasama antar lembaga CSO yang berfokus pada isu perempuan dan demokasi di Merauke, dan memetakan persoalan-persoalan kaum perempuan dalam kaitannya dengan pengembangan demokrasi di Kabupaten Merauke Papua Indonesia.

Kegiatan networking meeting pertama ini dihadiri oleh sejumlah aktivis dari organisasi sipil di merauke, seperti: pekerja social dari kabupaten Boven Digul, Mahasiswa STISIPOL, Orang Muda katolik (OMK), Perempuan Pedangan Pasar, Caleg DPRD Kabupaten MeraukeSKP-KAME, Komunitas suster PBHK Kelapa Lima, Dosen STISIPOL, warga kampong Bupul, WKRI, Aliansi Jurnalis Independen Jayapura dan aktivis eL-AdPPer, pada 29 Juli 2013 dan 30 Juli 2013, di Ruang pertemuan kantor SKP-KAME, Jln Kimaam No 2 Merauke-Papua. Peserta yang hadir berjumlah 14 orang pada (29/7/2013) dan 14 orang pada (30/7/2013).

Dari tujuan itu, hasil-hasil dicapai dari kegiatan networking meeting ini adalah peserta lebih memahami realitas demokrasi di Merauke, peserta juga dapat mengaitkan posisi perempuan di Merauke dengan pilar-pilar demokrasi (pembagian kekuasaan, pemilu dan partai politik, kemajemukan, pers, budaya politik, masyarakat madani, kepastian hokum dan HAM), sering pengalaman politik perempuan yang terjadi di Merauke, tukar informasi antar CSO, dan aneka informasi dari berbagai stakeholders tentang posisi dan kondisi peran perempuan dalam proses demokrasi di Merauke.

Hasil-hasil ini memberikan sejumlah agenda dan rencana tindak lanjut dalam bentuk:
1. eL_AdPPer memfasilitasi pertemuan calon-calon legislative perempuan dan para ketua partai yang mengusung para caleg ini dan sekaligus mengundang aktivis CSO/LSM, anggota masyarakat dan pemuda untuk mendengarkan visi-misi dari pada calon legistalitf ini.
2. eL_AdPPer membentuk, mendampingi dan mendata para mama-mama pedagang asli papua untuk bisa membentuk koperasi bagi mama-mama pedagang asli papua.
3. eL_AdPPer melakukan kegiatan diskusi yang berkelnajutan sehingga makin banyak perempuan yang terlibat dalam FGD ini, baik dari kalangan Masyarakat, CSO/LSM,kelompok Agama dan juga dari pemerintahan local.
4. eL_AdPPer membangun kerjasama dengan organisasi masyarakat sipil di Merauke seperti LSM,WKRI,GOW agar dapat memfasilitasi pertemuan untuk mendengarkan Visi dan Misi dari setiap para calon legislative.
5. Semua stekholder yang ada di kabupoaten Merauke dilibatkan di setiap peretemuan networking agar menumbuhkan partisipasi perempuan Papua maupun kelompoknya,
6. Mengorganisir kelompok-kelompok perempuan papua dan kaderisasi di setiap kelompok perempuan Papua/Merauke. (WEA)

(Visited 128 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*