Kartini, ‘Kuasa’ Perempuan ?

Editorial
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Semakin kita menjadi tua semakin kita banyak melihat dan mengalami beragam cara untuk memperingati Hari Kartini.  Satu tanya yang tak pernah selesai puas terjawab, apakah yang  diimaginasikan Kartini tentang perempuan sudah terwujud?

Secara bebas saya menafsirkan bahwa yang diimaginasikan Kartini adalah  ‘kuasa’ perempuan.  Perempuan yang menjadi ‘penguasa’ atas pikiran, dirinya, kehendak dan keterlibatannya dalam masyarakat. Perempuan yang memang karena hak hakikinya mendapatkan penghargaan, tempat dan peran dalam masyarakatnya.

Apa yang terjadi hingga hari ini? Ribuan perempuan masih berteriak karena ‘kuasa’nya dilemahkan. Ribuan perempuan masih tereksploitasi kebutuhan-kebutuhan semu yang hanya akan memperkaya sekelompok orang. Jutaan perempuan masih terpuruk dalam urusan-urusan domestik yang mengancam martabat dan kuasa mereka.

Emansipasi yang selalu didengung-dengungkan setiap Hari Kartini adalah sebuah tuntutan kepada setiap perempuan dan siapapun yang hidup bersama perempuan untuk sadar tentang ‘kuasa’ tersebut. Kuasa itu adalah hak setiap orang, sama untuk semuanya.  Kemunculan hak sipil-ecosob, CEDAW dan yang lain sejatinya adalah upaya untuk mengingatkan dan menjaga betapa ‘kuasa’ itu semakin dilemahkan.

Bimo_1FX. Bima Adimoelya
Direktur Yayasan SATUNAMA

(Visited 107 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*