Beranda Perempuan : SK Trimurti

SK Trimurti dan Jurnalisme Masa Kini

August 29, 2015 satunama 0

Satunama.org – Soerastri Karma Trimurti tercatat dalam sejarah perjuangan Indonesia dan punya tempat khusus dalam sejarah pergerakan perempuan. Dia jurnalis perempuan yang gigih memperjuangkan kebebasan pers, kebebasan berekspresi, dan hak kaum tertindas terutama perempuan. Kegigihannya muncul dalam karya jurnalistik maupun gerakannya sebagai aktivis perempuan dan politik. Perempuan kelahiran Boyolali, Jawa Tengah,

Forum Diskusi Tribun-SATUNAMA ke-4

Ke Mana Arah Pendidikan Kita? Refleksi Atas Sistem dan Pelaksanaan Pendidikan di DIY

August 27, 2015 satunama 0

Satunama.org – Salah satu tujuan Negara dan Bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 mencerdaskan kehidupan bangsa. Kini Bangsa Indonesia telah genap 70 tahun merdeka, namun cita-cita luhur untuk mencerdaskan kehidupan bangsa harus terus-menerus kita perjuangkan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah menyelenggarakan

Mahasiswa Australia Inisiasi Perpustakaan di Jomblang

August 24, 2015 satunama 0

Bulan Juli 2015 lalu Yayasan SATUNAMA menerima lima relawan dari The University of Melbourne, Australia. Melalui program Australian Volunteer Internasional (AVI), mereka membantu aktivitas pada divisi penguatan masyarakat yang sudah berjalan. Kelima mahasiswa tersebut adalah Alice (22) mahasiswa Neuroscience, Anna (20) mahasiswa Biomedicine, Louise (20) mahasiswa Antropologi, Maree (21) mahasiswa

Mahasiswa Australia Bantu Pengembangan Pertanian di Kadilajo

August 13, 2015 satunama 0

Waktu sembilan hari tidaklah cukup panjang. Namun waktu yang singkat tersebut bukan berarti tidak bisa dimanfaatkan. Itulah yang terjadi saat lima mahasiswa The University of Melbourne Australia yang tergabung dalam AVI (Australian Volunteer International) datang ke Yogyakarta Bulan Juli lalu. Bersama SATUNAMA, mereka melakukan kerja di dua desa yaitu Desa

Pameran Foto Mengeja Asmat

Pameran Foto “Mengeja Asmat” Budaya, Perempuan, dan Anak

August 10, 2015 satunama 0

Satunama.org – Yayasan SATUNAMA bekerjasama dengan Java Poetry “Rumahnya Budaya Jawa”, Rabu, 12 Agustus hingga Selasa, 18 Agustus 2015, menggelar Pameran Foto bertajuk “Mengeja Asmat: Budaya, Perempuan, dan Anak”. Pameran foto ini adalah hasil dari reportase keseharian 5 aktivist yang bergerak di kedalaman salah satu wilayah Papua (Asmat). Mereka adalah Maria

Guyub Bocah kunjungi Sangiran

Cerita Pretty Berkunjung Ke Sangiran

August 3, 2015 satunama 1

Satunama.org – Capek, lelah, letih dan kawan-kawannya mewarnai hariku hari ini. Yupp,hari ini aku dan kawan-kawan yang lainnya melakukan perjalananan yang jauh tapi nggak terlalu jauh sekali. Awalnya aku bersama Adel hanya berencana untuk melatih musikalisasi puisi anak-anak manis dari Kadilajo, yang sebelumnya sudah aku rencanakan bersama Ruri dan anak-anak

Guyub Bocah di Sangiran

Dari Mengeja Asmat Hingga Sangiran

August 3, 2015 satunama 0

Satunama.org – Pameran “Mengeja Asmat” tinggal menghitung hari. Adel, Pretty, Ruri dan teman-teman KOPER belajar dan berlatih musikalisasi puisi untuk aacara pembukaan pameran tersebut. Kami membawakan puisi karya Wiji Thukul yang berjudul “Bunga dan Tembok”. Dimana suatu yang kecil dapat bergandengan membentuk kekuatan demi keadilan dan kesejahteraan. Seusai berlatih, kami

Pakaian Adat Indonesia

Anak Gaul Bangga Dengan Budaya

August 3, 2015 satunama 0

Kita sebagai warga Indonesia patut berbangga karena negeri tercinta ini memilki keindahan alam dan ribuaan kebudayaan yang sangat mempesona. Tetapi, banyak dari warga Indonesia yang enggan dengan budayanya bahkan memandang kebudayaan Indonesia sebagai budaya yang kuno. Mereka menganggap di era globalisasi seperti saat ini kebudayaan Indonesia terkesan ketinggalan zaman. Oleh

Pakaian Adat Indonesia

Empat Remaja Pecinta Budaya

August 3, 2015 satunama 1

Banyak anak yang suka menirukan budaya luar atau memakai barang produk dari luar negeri, namun mereka belum tentu mengenal budayanya sendiri karena mereka takut merasa ketinggalan zaman. Tetapi tidak semua anak berperilaku seperti anak remaja zaman sekarang. Masih ada yang lebih suka memakai produk dalam negeri dan mengenal budayanya sendiri. Saya