Teknologi Komunikasi, Informasi dan Peradaban

Editorial
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Mengkonsumsi informasi adalah kecenderungan wajar manusia. Orang berkecenderungan menyandarkan hidupnya pada informasi. Menjadikan informasi sebagai rujukan dalam mengambil keputusan. Karena pikiran dan tindakan manusia terhadap sesuatu ditentukan oleh kadar pengetahuannya tentang hal tersebut. Tanggung jawabnya terletak pada bagaimana menyikapi keterbatasan pengetahuan yang dimilikinya.

Namun gejala yang muncul di tengah masyarakat saat ini adalah menjadikan informasi sebagai bahan pembenaran atas pemikiran yang sudah lebih dahulu ada di benaknya. Kebanyakan orang datang dengan kepala penuh kesimpulan atau pendapat yang dipegang kukuh sebelum membuka koran, menonton televisi atau menelusuri internet. Sehingga ketika mengakses media dia hanya akan mencari informasi yang bisa memperkuat opininya tersebut. Orang lebih suka mengkonsumsi informasi yang diinginkannya, bukan yang dibutuhkannya. Meskipun informasi tersebut belum tentu akurat, bisa dipertanggungjawabkan dan faktual.

Sebaliknya, menyikapi informasi sebagai bahan untuk membuat sebuah kesimpulan atau pendapat nampaknya masih belum menjadi sesuatu yang menarik untuk dilakukan. Padahal dari sanalah seseorang bisa punya potensi untuk mengembangkan pengetahuannya. Melakukan penelusuran secara lebih mendalam, melakukan komparasi dan pengolahan informasi, menentukan sikap terhadap sebuah fenomena atau peristiwa dan mengambil tindakan yang sesuai. Merelakan jika ternyata asumsi atau pendapat yang digenggam sebelumnya ternyata tidak benar.

Teknologi komunikasi saat ini yang semakin berkembang seharusnya bisa digunakan sebagai sarana bergerak memahami informasi secara lebih kritis dan menyeluruh. Sekaligus memproduksi dan mendistribusikan informasi dan pengetahuan yang lebih bertanggung jawab. Begitu banyaknya informasi yang bertebaran saat ini bisa menjadi alasan melakukan verifikasi dan penelusuran ulang. Mungkin seseorang belum tentu menemukan kebenaran di balik sebuah fenomena. Tapi setidaknya ia sudah melakukan sesuatu yang mengindikasikan dirinya bukan orang yang mudah dijajah oleh gelontoran informasi.

Teknologi komunikasi yang semakin canggih dan ketersediaan informasi yang berlimpah seharusnya mampu menggiring manusia untuk menjadi lebih beradab. Bukan malah digunakan untuk menjauhkan manusia dari peradaban.

Foto : khamseno-decca.blogspot.co.id

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 96 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*