Bergerak dan Berkontribusi Untuk Indonesia

Melanie Subono, Aktivis dan Musisi Perempuan Indonesia
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Namanya mulai dikenal sebagai penyanyi. Lewat debut album Melanie yang dirilis pada 2004, putri promotor musik Adrie Subono ini mencoba menawarkan resep musik rock dan rock & roll garapannya kepada publik. Dalam perjalanannya kemudian, cewek kelahiran Hamburg, Jerman 20 Oktober 1976 ini juga dikenal sebagai aktivis perempuan. Dia adalah Melanie Subono.

Sebagai seorang musisi, pemikiran yang dituangkan dalam karya-karyanya hampir selalu menyentuh tema tentang perempuan dalam berbagai aspek dan sudut pandang, Melanie memang getol menyuarakan soal hak perempuan. Dalam semesta permusikan, dia sangat peduli dengan kehadiran musisi cewek, karena menurutnya musisi cewek memiliki kelebihannya sendiri. Anggapan perempuan hanya bisa diam di rumah, baginya merupakan anggapan yang salah.

Walhasil dia jadi punya harapan untuk semakin banyak lagi musisi perempuan menyemarakkan industri musik Industri Indonesia, tentu dengan dibarengi perspektif yang jernih tentang penciptaan karya yang konstruktif. Bagi Melanie, perempuan harus lebih berani menunjukan diri bahwa mereka bisa berkarya dalam bidang apapun yang menjadi keahliannya.

Melanie memang membuktikan determinasinya dalam berkarya. Dalam urusan main musik, Dia terhitung sudah merilis lima buah album, sejak debut album Melanie (2004) hingga yang paling gres Berakhir dan Selesai (2014). Lima buah album dalam rentang satu dekade rasanya memang membuktikan bahwa cewek satu ini memang meletakkan kata kerja berkarya dalam dirinya.

Musik memang digunakan oleh Melanie sebagai sarana untuk bersuara. Melontarkan gagasan dan pendapatnya, atau melakukan kritik bahkan protes terhadap ketidakadilan.  Ketika videoklip lagunya Hey Wanita mendapat penolakan penayangan dari beberapa stasiun TV beberapa tahun silam, Melanie tidak merasa terhenti kiprahnya. Dia bahkan menyatakan akan berkiprah semakin intens. “Gue masih ingin berkarya. Kali ini bakal lebih pedas.” Ujarnya, dikutip dari Solopos. Konon kabarnya videoklipnya ditolak untuk ditayangkan karena memuat gambar Suciwati dan Marsinah.

Perhatian dan kiprahnya sebagai aktivis yang fokus di isu-isu atau persoalan-persoalan yang melingkupi kaum perempuan termasuk para buruh perempuan memang cukup kuat dalam diri Melanie. Menurutnya, ribuan bahkan puluhan ribu buruh migran yang berjuang di negeri orang itu memberi penghasilan devisa yang besar bagi Indonesia, tapi anehnya pemerintah tidak melakukan apa-apa terkait perlindungan buruh migran. Hal tersebut berkaitan dengan fakta bahwa ada ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) terancam hukuman mati di sejumlah negara, seperti Arab Saudi, China dan Malaysia. Data Migrant Care sampai Desember 2013 menyebutkan, sebanyak 265 TKI terancam hukuman mati.

Tahun 2014 lalu, Melanie pun ditunjuk sebagai ‘Ambassador Antiperbudakan’ oleh  Migran Care dan WalkFree, dua LSM pemerhati buruh migran. Pengakuan terhadap kiprahnya dalam urusan musikal juga tidak kecil, Melanie antara lain pernah meraih gelar Best Solo Female / Male Rock Singer dari AMI Award 2008, dimana kategori Pria dan Wanita digabung menjadi satu. Dia juga kembali di nominasikan di IKON ASEAN award 2008 yang mempertarungkan musisi dari 6 negara di Asia Tenggara, untuk kategori Penyanyi Solo terbaik.

Satu isu lagi yang menjadi pusat perhatiannya adalah soal lingkungan hidup. Kritik keras pernah ia sampaikan ketika sebuah berita tentang pertunjukan ikan lumba-lumba menjadi viral. “Repost sampai mereka menjawab!!! PAGI INI (Sekarang) @sriwijayaair ngangkut LUMBA LUMBA ke Balikpapan untuk dipakai di SIRKUS KELILING! Udah liat cara Lumba lumba diangkut kering atau perjalanan panjang? Serius @sriwijayaair saat maskapai lain udah GAK MAU lakukan ini?,” begitu bunyi kritikan Melanie Subono dalam caption Instagram-nya.

Sebagai aktivis perempuan, Melanie memang cukup banyak mengeluarkan gagasannya baik dalam bentuk kritik ataupun dalam bentuk kegiatan sosial secara nyata. Dia berharap generasi muda Indonesia seharusnya lebih banyak memikirkan dan bergerak untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan dan harga diri  bangsa dan negara Indonesia di berbagai sektor. “Anak muda harus berpikir Indonesia akan dibawa kemana. Jangan cuma komplain doang. Kita jauh lebih baik kalau mau melakukan sesuatu. Yang penting mau aja dulu,” ujarnya dalam event d’Youthizen yang dihelat di Yogyakarta, Februari 2017 lalu. (Bima Sakti/SATUNAMA)

Sumber :

https://inet.detik.com/cyberlife/d-3432054/jangan-hanya-komplain-lakukan-sesuatu

http://melaniesubono.blogdetik.com/2008/07/10/halo-dunia

http://www.tribunnews.com/seleb/2014/01/30/status-baru-membuka-jalan-perjuangan-melanie-subono-bersama-buruh-migran

(Visited 48 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*