Pelatihan Fundraising

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

FUNDRAISING
Indonesia has many NGOs with programs that have wide coverage and strongly impact the communities with which they work, but they are not financially independent. NGOs have to pay attention to financial sustainability because it’s related with organizational sustainability. Indonesian NGOs have to change their assumption that they can depend on donors to fund all programs. Organizational sustainability, then, is related to diversified fundraising activities. Fundraising training organized by SATUNAMA imparts to NGO staff a variety of skills to implement fundraising activities.

This course will share and discuss SATUNAMA’s experience in fundraising. In 1996, SATUNAMA managed Rp. 1.5 billion in programs. In 1998, SATUNAMA started doing fundraising which financed 5% of its programs. In 2004, SATUNAMA managed Rp. 9 billion in programs and got 40% of these funds from fundraising. In 2005, this proportion had increased to 63%.

The purpose of this training is to find alternative activities and fundraising strategies to be applied by participants’ organizations. Participant will learn about the importance of fundraising for organizational sustainability, small-scale investment analysis, and fundraising ethics. This course is intended for organizational policy makers, fundraising managers, and activists with a minimum age of 25 years old.Pelatihan Fundraising

Indonesia memiliki banyak LSM dengan program-program dengan jangkauan dampak yang luas bagi masyarakat di wilayah mereka bekerja, tetapi mereka belum mandiri secara finansial. Sebuah LSM harus memperhatikan keberlanjutan keuangan karena hal ini berkaitan dengan kesinambungan organisasi. LSM di Indonesia harus mengubah asumsi bahwa mereka dapat bergantung pada donor untuk mendanai semua program. Keberlanjutan organisasi ini memerlukan keberagaman kegiatan penggalangan dana. Dana pelatihan yang diselenggarakan oleh SATUNAMA mengajarkan berbagai keterampilan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan penggalangan dana kepada staf LSM.
Pelatihan ini akan membagikan dan mendiskusikan pengalaman SATUNAMA dalam penggalangan dana. Pada tahun 1996, SATUNAMA mengelola program senilai Rp. 1,5 miliar. Pada tahun 1998, SATUNAMA mulai melakukan penggalangan dana yang membiayai 5% programnya. Pada tahun 2004, SATUNAMA mengelola program senilai Rp. 9 dan mendapatkan 40% dana tersebut dari penggalangan dana. Pada tahun 2005, proporsi dana hasil penggalangan dana ini meningkat menjadi 63%.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mencari alternatif kegiatan dan strategi penggalangan dana yang akan diterapkan oleh organisasi peserta. Peserta akan belajar mengenai pentingnya dana untuk kesinambungan organisasi, analisa investasi skala kecil, dan etika penggalangan dana. Program ini ditujukan untuk pengambil kebijakan di organisasi, manajer keuangan, dan aktivis dengan usia minimal 25 tahun.

(Visited 221 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*