Pelatihan Pengembangan Organisasi Ke-7 16-21 Maret 2009

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

The 7th Organizational Development (OD) Training 16-21 March 2009

SATUNAMA worked together with Konrad Adenauer Stiftung (KAS) to hold the 7th Organizational Development Training on 16-21 March 2009 at SATUNAMA training center, Yogyakarta. The 24 participants (F: 11; M: 13) came from 9 organizations: PMI NAD (Palang Merah Indonesia Nangroe Aceh Darussalam), American Red Cross, Pusdakota Surabaya, SOS Desa Taruna, LKIS Yogyakarta, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Sukoharjo, Sahabat Lingkungan WALHI, JAMAK (Jaringan Masyarakat Anti Korupsi) Fakfak and SATUNAMA.

Comments from participants include:

“Now I know my weaknesses and better understand the flow of organizational development. I have many ideas to address my organization’s weaknesses.” (Roy M Mury, Koordinator Jaringan Masyarakat Anti Korupsi Fakfak, Papua Barat).

“Now I know what a healthy organization is and how to develop my organization and overcome organizational conflicts. I will become one of the change agents in my organization. Thanks for the opportunity to attend this training through which I gained many new terms. I hope my organization will grow.”
(Natalina Sangapta Perangin-angin, staff HRD SOS Desa Taruna).

Pelatihan Pengembangan Organisasi Ke-7 16-21 Maret 2009

SATUNAMA bekerjasama dengan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) telah menyelenggarakan pelatihan Pengembangan Organisasi ke-7 pada tanggal 16-21 Maret 2009, bertempat di Pusat Pelatihan SATUNAMA Yogyakarta. Partisipan pelatihan ini berjumlah 24 orang (P: 11; L: 13) yang berasal dari 9 organisasi yaitu PMI NAD (Palang Merah Indonesia Nangroe Aceh Darussalam), American Red Cross, Pusdakota Surabaya, SOS Desa Taruna, LKIS Yogyakarta, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Sukoharjo, Sahabat Lingkungan WALHI, JAMAK (Jaringan Masyarakat Anti Korupsi) Fakfak dan SATUNAMA.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat keberadaan masyarakat sipil melalui pengembangan kapasitas, integritas, dan akseptabilitas organisasi masyarakat sipil agar fungsi pelayanan sebagai mandat bagi organisasi masyarakat sipil lebih optimal. Dengan organisasi masyarakat sipil yang kuat maka diharapkan terjadi keberlanjutan layanan/program, keberlanjutan organisasi dan keberlanjutan di tingkat komunitas.

Pelatihan pengembangan organisasi ini membahas mulai dari pengertian, perkembangan dan alur/tahapan pengembangan organisasi, praktek asessmen organisasi, mendisain perubahan organisasi serta programming (mendisain perubahan di tingkat masyarakat, kepemimpinan, dan keberlanjutan organisasi).

Berikut ini adalah beberapa kesaksian para partisipan pelatihan:

“Dengan mengikuti pelatihan ini, sekarang saya lebih tahu kekurangan saya tentang alur dan dasar-dasar pengembangan organisasi. Saya menjadi punya banyak ide untuk melengkapi beberapa hal yang kurang dalam organisasi saya.” (Roy M Mury, Koordinator Jaringan Masyarakat Anti Korupsi Fakfak, Papua Barat).

“Saya menjadi lebih tahu organisasi yang sehat itu seperti apa, lebih mengerti bagaimana cara mengembangkan organisasi dan bagaimana menghadapi konflik organisasi. Saya akan menjadi salah satu agen perubahan dalam organisasi. Terima kasih atas pelatihan ini. Jujur awalnya saya amat sangat bosan sekali mengikuti pelatihan, tapi akhirnya saya merasa mendapatkan manfaat yang amat sangat. Banyak istilah-istilah baru yang saya temui. Semoga ini benar-benar bisa membawa saya dan SOS untuk dapat lebih berkembang”. (Natalina Sangapta Perangin-angin, staf HRD SOS Desa Taruna).

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 112 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*