Survey Air-Manggung Giriasih Judul: Survei Sumber Air

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Time:25 January 2009
Location: Manggung Cave, Giriasih, Purwosari, Gunung Kidul District

Manggung Cave was serving clean water for Giriasih village. The Cave holds a great amount of water, so it was considered viable that Giriasih could share the resource with the neighbouring village of Girijati.

In 2002, Girijati village received support from the British Embassy to have access to water from Pego Cave, located at Giriasih village. Unfortunately, due to a conflict within the board of the Giriasih Water Management Organization (OPA), Girijati village lost that access after the earthquake of 2006

Community members work together to install pipes.

In a spirit of good will and high tolerance despite their past differences, the community members of Girijati and Giriasih villages discussed the possibility of water sharing by developing Manggung Cave’s water source. The discussion was facilitated by SATUNAMA and participants agreed to jointly development the water source and its management in the future.

As a result, SATUNAMA and the communities worked together on-site to survey the location and potential access points as well as future management strategies. On Sunday, 25 January 2009, the two community members started to work together to install pipes and rented a pump to fix Manggung Cave’s water source. It is hoped that this process has established a good working relationship that will last well into the future.

Mia

Spring Water Survey in Manggung Cave, Giriasih, Purwosari, Gunung Kidul DistrictSurvey Air-Manggung Giriasih Judul: Survei Sumber Air

Waktu: 25 Januari 2009
Lokasi: Gua Manggung, Giriasih, Kecamatan Purwosari, Gunung Kidul

Sumber air di Gua Manggung, Giriasih

Gua Manggung merupakan gua yang mempunyai potensi untuk sumber air Desa Giriasih. Jumlah air yang tinggi memungkinkan Gua Manggung mengairi desa sebelah dan terdekat yang tidak mempunyai sumber air, yaitu Desa Girijati.

Pada tahun 2002, melalui SATUNAMA Desa Girijati telah mendapatkan bantuan dana dari Kedutaan Inggris untuk membangun sumber air yang berpusat di Gua Pego, yang juga terletak di daerah Desa Giriasih. Namun, akibat adanya konflik di dalam kepengurusan OPA (Organisasi Pengelola Air) di Desa Giriasih, maka Desa Girijati tidak mendapatkan bantuan air sejak terjadinya gempa bumi di Yogyakarta dan Jateng pada tahun 2006.

Warga gotong royong memasang pipa air

Dengan niat baik dan rasa teloransi yang tinggi, akhirnya masyarakat di Desa Girijati dan Giriasih berunding untuk bisa saling membantu masalah pengairan ini, dengan membangun sumber air di Gua Manggung. Perundingan ini difasilitasi SATUNAMA dengan menyepakati pembangunan sumber air, distribusi dan pemeliharaan ke depan. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut, warga dua desa tersebut bersama SATUNAMA melakukan survei untuk mencari lokasi dan mencari jalan tentang bagaimana mengelola sumber air di Manggung.

Hari Minggu, 25 Januari 2009, warga dua desa tersebut mulai bergotong-royong memasang pipa dan menyewa ahli pompa untuk membenahi sumber air di Gua Manggung. Semoga dengan pengalaman yang telah lalu warga dapat mengambil pembelajaran untuk saling bisa tenggang rasa untuk kehidupan bersama ke depan.
Mia

[foto1]

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 118 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

1 Comment

  1. Membaca keterangan singkat tentang mata air di Giriasih ini saya sekarang menjadi prihatin (Jw: trenyuh), karena praktek pengelolaannya yang tidak sesuai dengan harapan. Sebagai seorang ‘putra desa’ maka perkenankanlah saya mengucapkan terimakasih, bahwa Yayasan Satunama yang masih berkenan menyimpan kenangan manis ini, dimana orang-tua saya (Bpk Soegito S) sebagai Lurah-desa pada waktu itu juga pernah mendapatkan perhatian dan dukungan

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*