Training Software Akuntansi “ProBAS”

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Satunama.org – Dari tanggal 1 sampai 5 Februari 2010, SATUNAMA bekerjasama dengan Oxfam Novib menyelenggarakan Training Software Akuntansi “Probas”. Pelatihan ini diikuti oleh 13 peserta (3 laki-laki, 10 perempuan) dari Aceh, Medan, Jawa Barat, Jakarta, Palu, Kalimantan Tengah. Pelatihan yang dipandu oleh Jolie Kaban dari World Neighbors dan Eny Dwi Susliyanti dari SATUNAMA ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaksana keuangan organisasi untuk menghasilkan laporan keuangan yang sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 45 (PSAK 45) melalui penggunaan ProBAS (Program Based Accounting System).

“ProBAS adalah software akuntansi yang dikembangkan oleh SATUNAMA khususnya untuk organisasi nirlaba. Pengembangan ProBAS berangkat dari keprihatinan akan lemahnya transparansi dan akuntabilitas LSM. Selama ini LSM seringkali hanya membuat laporan keuangan program dan melupakan laporan keuangan organisasi. Ada juga organisasi yang membuat laporan dobel, misal laporan khusus ke lembaga dana dan laporan khusus ke internal. Dengan menggunakan ProBAS diharapkan hal-hal seperti itu bisa dieliminir,” tutur Fatiana Ratnawulan, akuntan internal SATUNAMA. Ia juga menambahkan jika ProBAS merupakan software yang tidak dipatenkan sehingga lembaga swadaya masyarakat yang tertarik untuk menggunakan software ini bisa menggandakannya.

Software ini di desain supaya mudah digunakan sehingga penggunanya tidak terbatas pada orang yang mempunyai latar belakang pendidikan ekonomi akuntansi. Selain itu laporan posisi keuangan ProBAS, tidak seperti software akuntansi pada umumnya, sudah terbagi dalam pembagian aktiva bersih sehingga di akhir periode tidak perlu melakukan penyesuaian untuk membagi aktiva bersih tersebut.

PSAK 45 menyebutkan bahwa setiap organisasi nirlaba diharapkan tidak hanya menerbitkan laporan keuangan program. Lembaga diharapkan untuk menerbitkan laporan keuangan lembaga seperti: Laporan Posisi Keuangan (Balance Sheet Statement), Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana (Cash Flow Statement), serta Laporan Aktivitas Keuangan (Activity Statement). Rangkaian laporan ini dengan ditambah Laporan Realisasi Anggaran (Budget Realization Report). ProBAS sudah memenuhi apa yang disyaratkan oleh PSAK 45, bahkan disertai beberapa pendukung laporan seperti: Buku Besar (General Ledger) , Neraca Saldo (Trial Balance). Kelebihan ProBAS lainnya bisa menyajikan laporan keuangan per program maupun per donor.

Dalam pelatihan ini, setiap peserta praktek langsung penggunaan software ProBAS dengan menggunakan data dari masing-masing lembaga atau organisasi.
“Saya ikut pelatihan ini karena mendapat rekomendasi dari donor yang memakai sistem ProBAS. Software ini membuat pengerjaan laporan lebih mudah. Kami hanya perlu menginput data dan semua detail transaksi terlihat. Dengan software ini kita bisa melihat ada berapa jumlah donor yang memberi dana dan pemakaian dana dari donor-donor tadi bisa terpecah sendiri,” kata Syukran (25 tahun) dari Yayasan Lahan Ekosistem Basah (Lebah Foundation), Banda Aceh. Ia juga menambahkan saat menggunakan ProBAS, staf keuangan tidak perlu merumuskan laporan karena program ini menyusun laporan sendiri.

Paska pelatihan, masing-masing lembaga peserta khususnya mitra Oxfam Novib akan mendapatkan pendampingan teknis sesuai kebutuhan masing-masing lembaga. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap peserta mampu mengaplikasikan ProBAS di lembaganya masing-masing. Selain itu jika peserta mengalami kesulitan dalam menjalankan ProBAS, fasilitator SATUNAMA siap membantu baik melalui telepon maupun e-mail.

(Visited 349 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

2 Comments

  1. Lembaga kami ingin menggunakan software akuntansi “proBAS”. Bagaimana kami
    bisa mendapatksn software tersebut?

    terima kasih

    Azhar Zaini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*