Mengembangkan Ketrampilan, Memberdayakan Masyarakat

Mengembangkan Ketrampilan, Memberdayakan Masyarakat I Gede Edy Purwaka[1] “ Boleh saya bertanya ?” seorang peserta musyawarah berkata.  “ Dari mana Yayasan ini mendapat dana. Apa keuntungan yang akan di dapat yayasan dari kegiatan ini ?” . (Musyawarah Rakyat dan LSM, halaman 9[2] )  Bentuk ekspresi mempertanyakan kehadiran LSM sering kali muncul  saat pertama kali sebuah … Baca Selengkapnya

Pengusaha Kecil dan MEA : Tantangan Pengembangan Masyarakat.

Kantri Sekar Wandansari Kepala Unit Training & Konsultansi Yayasan SATUNAMA Bermula dari Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-9 pada 2003 di Bali. Ketika itu, para pemimpin ASEAN menyepakati Bali Concord II yang memuat tiga pilar untuk mencapai visi ASEAN 2020. Yaitu ekonomi, sosial-budaya, dan politik-keamanan. Dalam pilar  ekonomi, upaya pencapaian visi ASEAN diwujudkan dalam bentuk MEA. … Baca Selengkapnya

Gula Semut untuk Mengangkat Ekonomi Warga Desa

Sudiro, satu dari sedikit warga yang mampu menggerakkan warga desanya untuk tumbuh dan berkembang menuju kesejahteraan bersama. Di Clapar, Sudiro bersama rekan-rekannya mulai membangun sebuah usaha kecil dan mendirikan koperasi petani kelapa. Mengolah gula kelapa menjadi gula semut adalah keahlian yang kini disebarkan ke komunitas-komunitas petani kelapa lainya. Tidak berhenti memproduksi gula bathok, usaha itu … Baca Selengkapnya

Sekolah Politisi Muda: Menyumbang Pendidikan Politik Bermartabat di Indonesia

Setahun terakhir, SATUNAMA telah menggelar Sekolah Politisi Muda (SPM), sebuah wadah sekolah yang diperuntukkan bagi politisi muda yang telah bergabung di dalam partai politik yang terdaftar secara resmi di Indonesia. Sekolah ini memberikan masukan, input tentang pengetahuan, keterampilan politik yang mendorong pesertanya untuk berpolitik dengan martabat. Sejak dimulai, terdapat 25 peserta yang berasal dari beberapa … Baca Selengkapnya

Indonesia Mau Bergerak Kemana?

Pada hampir setiap  pagi di desa, angin bermain-main asyik, bercengkrama dengan matahari yang berenang di udara yang bersih. Dalam ruang semacam itu, cecuit burung menemukan tempatnya bernyanyi. Itulah rima, segenap yang berbeda di desa bisa memadu diri, menyebut sebagai harmoni. Desa digambarkan sebagai orang-orang yang hidup dengan kesederhanaan jauh dari kemewahan. Desa diidentikkan dengan pemandangan … Baca Selengkapnya