SPM IV SATUNAMA Hadirkan Pembelajaran Lebih Luas

Sekolah Politisi Muda SATUNAMA ke – IV dilaksanakan selama 7 hari pada Senin-Minggu, 23-29 November 2020. Sekolah Politisi Muda (SPM) IV merupakan bagian dari program utama Civilizing Politic for Indonesia Democracy (CPID). SPM kali ini merupakan kelanjutan dari SPM I, II, & III yang diselenggarakan pada 2015-2019.

SPM IV telah mengalami perubahan di beberapa aspek dibandingkan penyelenggaraan SPM sebelumnya.. Titik letak perubahannya ada pada epistemologi kurikulum dan kompetensi yang awalnya masih terfokus pada skill individual politisi muda. Sementara problem politik yang dihadapi para politisi muda di dunia nyata politik adalah problem sistemik struktural.

Sehingga SPM IV ini tidak hanya membekali politisi muda dengan skill individual saja tetapi juga secara lebih luas adalah menghadirkan upaya pembelajaran yang juga ingin menjawab problem sistemik struktural politik tersebut.

Program CPID 2020-2024 yang dilaksanakan melalui kegiatan utama Sekolah Politisi Muda IV menyasar kepada terciptanya asosiasi demokrasi warga negara yang aktif di semua sektor kehidupan dan terciptanya warga negara yang sejahtera, inklusif, dan adil bermartabat. Karenanya, arah dan muatan kurikulum pembelajaran SPM IV juga menyesuaikan dengan arah program.

Dalam konteks itulah SPM IV menggunakan 6 (enam) kompetensi yang diharapkan mampu membekali politisi muda dalam menjawab problem struktur politik yang ada. Muhammad Zuhdan, Kepala Sekolah Politisi Muda SATUNAMA menjelaskan bahwa keenam kompetensi tersebut didesain untuk menjawab tantangan individual politisi sekaligus tantangan sistemik politik.

“Keenam kompetensi pembelajaran tersebut yaitu Kompetensi Integritas, Kompetensi Advokasi Kebijakan Publik, Kompetensi Komunikasi Politik, Kompetensi Manajemen Partai Politik, Kompetensi Manajemen Konstituen dan Kompetensi Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan.’ Ujar Zuhdan sembari menjelaskan bahwa keenam kompetensi tersebut menjadi pokok bahasan utama dalam tiga kali gelombang pembelajaran dalam SPM IV.

Pelaksanaan SPM IV dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada Politisi Muda tentang nilai, prinsip, teori, dan beragam praktik baik tentang integritas, advokasi kebijakan publik, dan komunikasi politik, menanamkan nilai politik berintegritas, prinsip-prinsip good & democratic governance, dan kesadaran sosial kritis dalam diri Politisi Muda, serta membekali beragam keahlian praktis Politisi Muda dalam advokasi kebijakan publik, komunikasi politik, dan aksi perubahan sosial politik.

Lebih jauh, SPM IV memiliki target spesifik yaitu politisi muda yang terlibat memiliki visi, komitmen dan keterampilan dalam mengembangkan kultur politik yang demokratis. SPM IV juga berusaha membangun lingkungan politik yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya politisi muda dalam upaya mengembangkan kultur politik yang demokratis, serta terbentuknya jaringan dan blok politik politisi muda lintas partai politik di tingkat regional maupun nasional.

Harapannya, melalui pelaksanaan Sekolah Politisi Muda IV yang telah mendapatkan perubahan dibandingkan sebelumnya ini, warna baru akan lahir di panggung politik dengan adanya aktor-aktor baru yang lebih berintegritas dan demokrasi kembali menjadi sesuatu yang bermakna bagi masyarakat. [Berita : A.K. Perdana. Editor : Bima Sakti. Foto : Fernando Sitepu/Intern]

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: