SATUNAMA Kembali Helat Sekolah Politisi Muda

Satunama.org.- Yayasan SATUNAMA kembali menyelenggarakan Sekolah Politisi Muda. Penyelenggaraan kali ini diberi tajuk Sekolah Politisi Muda (SPM) IV Tingkat I yang merupakan bagian dari program utama Civilizing Politic for Indonesia Democracy (CPID). SPM kali ini merupakan kelanjutan dari SPM I, II, & III yang diselenggarakan pada 2015-2019.

SPM IV dilaksanakan pada Senin – Minggu, 23-29 November 2020, di Yayasan SATUNAMA. Para peserta SPM IV ini adalah kader muda partai politik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang lolos seleksi sebagaimana yang dipersyaratkan pada saat pendaftaran dan rekruitmen. Jumlah peserta sebanyak 16 orang politisi muda dari 4 partai politik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu 4 politisi muda Partai PDI-Perjuangan (PDIP), 4 politisi muda Partai Golkar, 4 politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN), 4 politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Komposisi peserta tersebut juga mempertimbangkan kuota perimbangan gender dan inklusi.

Dilaksanakan di tengah masa pandemi yang belum usai, SPM IV memang hanya membuka kesempatan bagi para politisi muda di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini berbeda dibandingkan penyelenggaraan SPM sebelumnya yang mengikutsertakan para peserta dari berbagai provinsi.

“Situasi pandemi ini menjadi dasar pemikiran mengapa kami melaksanakan SPM kali ini dengan peserta hanya dari Daerah Istimewa Yogyakarta saja, karena memang belum memungkinkan menghadirkan peserta dari luar wilayah Yogyakarta.” Ujar Muhammad Zuhdan, Kepala Sekolah Politisi Muda SATUNAMA,

Basis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pendidikan orang dewasa. Asumsi dasar dari digunakannya pendekatan tersebut adalah bahwa peserta sudah memiliki pengetahuan, nilai, dan keahlian sebelumnya. Hal-hal tersebut yang perlu digali dalam proses pembelajaran ini, untuk kemudian diperkaya, diuntai, dan diperkuat kembali oleh fasilitator melalui beragam metode pembelajaran.

Metode pembelajarannya sendiri menggunakan curah pendapat, bedah fakta, studi lapangan, paparan ahli/narasumber, diskusi kelas, role play, praktik kertas kerja, game dan outbond adalah beberapa metode pembelajaran yang digunakan dalam SPM IV.

Beberapa narasumber yang berkompeten juga dilibatkan dalam SPM IV untuk membantu para peserta menggali dan memahami lebih dalam materi yang dibahas bersama. Bersama para narasumber dan fasilitator, selama 7 hari penuh para peserta akan mendapatkan berbagai pengetahuan dan pemahaman berbasiskan potensi mereka yang dapat memperkuat kompetensi sebagai politisi. [Berita : A.K. Perdana. Editor : Bima Sakti. Foto : Fernando Sitepu/Intern]

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: