Pelatihan Penguatan Kapasitas Organisasi PUANHAYATI Jawa Tengah

Satunama.org.- Pembukaan Pelatihan Penguatan Kapasitas Organisasi yang dilaksanakan oleh PUANHAYATI dan SATUNAMA dilaksanakan pada 10 Agustus 2020 pukul 09.00 WIB. Bertempat di D’Emmerick Hotel Salatiga, kegiatan ini merupakan take off pertama dalam rangkaian kegiatan pelatihan

Kerjasama antara PUANHAYATI dan SATUNAMA Yogyakarta. Sesuai jadwal, kegiatan ini akan berlangsung dari 10-12 Agustus 2020 dan dihadiri oleh 20 peserta PUANHAYATI wilayah Jawa Tengah yang berasal dari beberapa daerah di sekitar Kabupaten Semarang, antara lain Kendal dan Ungaran, dengan tetap mengikuti aturan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Pembukaan kegiatan yang dilakukan secara offline sekaligus online ini, juga dihadiri oleh Tim PEDULI SATUNAMA beserta Ketua PUANHAYATI Pusat melalui aplikasi daring Zoom Meeting. Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membacakan doa dan melantunkan tembang.

Disusul kemudian dengan laporan dari Ketua PUANHAYATI Jawa Tengah, Dwi Setiyani Utami. SATUNAMA sebagai mitra strategis turut memberikan sambutan yang disampaikan oleh Makrus Ali selaku Manajer Program, dan ditutup dengan pembukaan secara virtual oleh Ketua PUANHAYATI Pusat Dian Jennie Tjahyawati.

“Kegiatan ini akan menjadi ruang untuk perempuan penghayat dalam mengembangkan kapasitas yang nantinya akan dibawa ke level nasional. Harapannya kegiatan ini mampu membuat perempuan penghayat bangkit dari keterpurukan masa lalu dan beranjak berdiri tegak untuk maju. Untuk menuju kesetaraan berkeyakinan yang ada di Indonesia” ujar Dian Jennie.

Selama 3 hari kedepan para perempuan penghayat di wilayah Jawa Tengah ini akan dibekali beberapa materi yang nantinya akan memunculkan inisiatif perempuan penghayat dalam meningkatkan kapasitas kelompok dan kolaborasi lokal.

Materi yang disajikan selama pelatihan membahas seputar kajian Gender, HAM, Keorganisasian, dan pengembangan Public Speaking. Selain itu, kegiatan ini juga turut melibatkan jaringan masyarakat sipil sekitar Kabupaten Semarang, mulai dari Elsa, EINS Institute, TVRI, dan LBH. 

Situasi pandemi tidak membatasi semangat para perempuan penghayat untuk tetap melakukan kegiatan. Ditengah kondisi seperti ini justru dimanfaatkan untuk menjadi upaya dalam penguatan kapasitas yang lebih mengerucut ke wilayah. Pandemi menjadi momentum bagi kelompok PUANHAYATI wilayah untuk lebih fokus dalam memajukan kelompoknya, yang nantinya akan mampu berkembang ke seluruh jaringan PUANHAYATI. [Puti Ayu/Valerianus Jehanu/SATUNAMA]

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: