SATUNAMA Fasilitasi Pelatihan Organisasi Difabel Blora Mustika

Sebagai sebuah lembaga yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kapasitas, SATUNAMA tidak berhenti melakukan pelayanan pelatihan kepada banyak penerima manfaat dari lembaga-lembaga hingga komunitas masyarakat. Hal itu juga yang mendasari SATUNAMA mengambil peran dalam Pelatihan Motivasi Bagi Perempuan Disabilitas dan Perempuan yang Pernah Mengalami Kusta yang dihelat oleh Organisasi Difabel Blora Mustika, di Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada 25-26 Januari 2020.

Perempuan penyandang disabilitas dan perempuan yang pernah mengalami kusta mengalami diskriminasi berlapis. Kenapa? karena jika pun tidak menjadi penyandang disabilitas, perempuan sudah mengalami diskriminasi. Diskriminasi semakin menjadi berlapis ketika seorang perempuan memiliki disabilitas baik fisik dan mental. Diskriminasi yang dialami seperti, kurangnya keterlibatan kelompok perempuan ini dalam aktivitas sosial di masyarakat, kurangnya akses terhadap layanan-layanan khusus bagi perempuan disabilitas, bahkan partisipasi perempuan disabilitas dalam rembuk Dukuh, Desa sampai ke level yang paling atas, sangat kurang.

Pelatihan Motivasi yang diikuti oleh perwakilan perempuan disabilitas dan yang pernah mengalami kusta serta staf program difabel Blora Mustika ini adalah bagian dari 3 strategi pelaksanaan program Organisasi Difabel Blora Mustika, yaitu Peningkatan kapasitas terhadap perempuan penyandang disabilitas, penyadaran kepada keluarga, masyarakat serta advokasi berbasis bukti yang akan dilakukan kepada pemerintah terkait. SATUNAMA pun mengambil peran sebagai fasilitator pelatihan yang diemban oleh Frans Toegimin dan Karel Tuhehay dari Departemen Kesehatan Jiwa dan Disabilitas – Yayasan SATUNAMA.

Berbagi Mimpi dan Berjuang Bersama

Menilik tema pelatihan dan kondisi isu yang menjadi substansi pelatihan, maka pelatihan selama 2 hari ini difasilitasi dengan beberapa metode yaitu Brainstorming, Diskusi terbuka, Tanya Jawab, Presentasi Materi, Diskusi Kelompok dan games yang memberikan motivasi kepada peserta. Sementara materi dalam pelatihan meliputi Isu dan Hak Perempuan Disabilitas sesuai dengan Undang-Undang, Stigma Negatif dan Membangun Konsep Diri Perempuan Disabilitas, Peran Organisasi Difabel untuk kemandirian Perempuan Disabilitas, Peran Perempuan Disabilitas dalam Pengorganisasian Masyarakat untuk isu-isu disabilitas dan pembangunan, serta Menyusun strategi advokasi.

Pada hari terakhir peserta membuat rencana tindak lanjut di areanya masing-masing untuk 3 isu strategis yaitu : Pembentukan dan Pendampingan DPO, Penyadaran Publik untuk mengikis stigma negatif dan pemberdayaan ekonomi. Dari kegiatan ini, ada salah satu bahan reflektif dari para fasilitator, bahwa ada semangat dan mimpi besar dari Organisasi Difabel Blora untuk memberdayakan semua penyadang disabilitas di Kabupaten Blora di tengah berbagai keterbatasan yang ada. Sebuah modal yang luar biasa bagi organisasi ini.

Peran SATUNAMA sebagai sebuah Organisasi Masyarakat Sipil yang memiliki perhatian terhadap isu-isu perubahaan sosial diharapkan dapat berkontribusi terhadap perwujudan mimpi bersama dengan cara membagi pengetahuan dan pengalaman kepada organisasi – organisasi yang juga bekerja untuk kelompok marjinal agar dapat berjuang bersama bagi pembelaan hak-hak masyarakat yang termarginalkan. [Berita & Foto : Karel Tuhehay]

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: