Rumah Pembelajaran Kesehatan Jiwa Yogyakarta Peduli Orang Gangguan Jiwa

Usianya baru 23 tahun. Awalnya penampilannya nampak kumal dengan rambut dan kumis yang kurang terurus. Tatapannya sering kosong dan cenderung selalu menunduk. Kalau diajak bicara ia tidak berani menatap lawan bicara dan suaranya pelan. Ia jarang berkomunikasi dengan orang lain yang ada di sekitarnya. Bila ditanya, dia hanya menjawab seadanya.

Laki-laki kelahiran 12 Maret 1997 ini mengalami gangguan depresi dan isolasi diri. Ia merupakan salah satu dari warga dampingan kami di Rumah Pembelajaran Kesehatan Jiwa (RPKJ) Yogyakarta. Orangtua warga dampingan RPKJ ini bercerai. Kemudian bapaknya menikah lagi. Ibunya bekerja sebagai penjual makanan di warung dekat rumahnya sedangkan saudara laki-lakinya bekerja di luar kota.

Awalnya warga dampingan ini mengenyam pendidikan seperti anak seusianya. Namun saat menjelang ujian sekolah, tiba-tiba ia merasa bingung, bimbang untuk pergi ke sekolah. Ternyata ia adalah korban bullyingteman-teman di sekolah.

Kondisi ini membuatnya berhenti dari sekolah dan melanjutkan pendidikan kejar paket. Lalu ia dibawa berobat ke dukun dan juga berobat ke Rumah Sakit Jiwa Grhasia, Pakem-Yogyakarta. Dari rumah sakit, ia mendapat obat yang harus diminum rutin.

Saat kondisinya cukup membaik, ia berhenti untuk meminum obat atas saran teman ibunya. Selama 5 bulan tidak meminum obat, ia hanya mengurung diri di kamar dan bermain handphone. Makan pun diantar oleh ibunya ke kamar.

Ketika sang ibu memintanya untuk membantu pekerjaan rumah, ia menolak. Ibunya merasa prihatin dengan kondisi anaknya tersebut. Mendapat informasi tentang RPKJ, sang ibu membawa anaknya kepada kami. Dan sejak 29 November 2019, ia menjadi warga dampingan RPKJ Yogyakarta.

RPKJ Yogyakarta merupakan salah satu layanan kesehatan jiwa di bawah Departemen Kesehatan Jiwa-Yayasan SATUNAMA. Yayasan ini berdiri sejak 1997 dan tahun 2017, menggagas Program Kesehatan Jiwa. Lewat RPKJ, kami memberikan layanan jemput rawat bagi gelandangan jiwa, pembelajaran dan peningkatan kapasitas diri, bengkel kerja, day care, dan rawat seling.

Kami menjadi rumah antara bagi warga dampingan di mana di sana mereka mendapat bimbingan, pembelajaran yang mendorong kemandirian Orang Dengan Gangguan Jiwa atau Orang Dengan Difabilitas Psikososial (ODGJ/ODDP) yang siap kembali ke rumah, keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Sebagai rumah pembelajaran, RPKJ juga menyediakan layanan dalam bentuk pelatihan dan konsultasi terkait isu difabilitas dan kesehatan jiwa.

Saat ini kami memiliki 5 warga dampingan. Untuk menjalankan pelayanan bagi ODGJ/ODDP selama 6 bulan, kami membutuhkan dana sebesar Rp 240 juta. Dana ini untuk pendampingan kepada warga dampingan termasuk biaya operasional seperti makan warga dampingan sehari-hari dan kebutuhan pribadi mereka sebesar Rp 40 juta/bulan.

Ayo kita bantu warga dampingan RPKJ supaya mendapat pendampingan, bisa bangkit dan dan kembali beraktivitas sehari-hari kembali. Tanam kebaikan bagi ODGJ selagi masih ada kesempatan.

Klik tautan ini untuk membantu RPKJ SATUNAMA

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: