Berbagi ilmu dan pengalaman Social Entrepreneurship

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

SATUNAMA dan UNIVERSITAS CIPUTRA SURABAYA :
Berbagi ilmu dan pengalaman SOCIAL ENTREPRENEURSHIP

Rabu, 11 September 2013, SATUNAMA kedatangan kawan-kawan dari Universitas Ciputra (UC) Surabaya, terdiri dari 25 mahasiswa dan 3 orang dosen. Dua dosen diantaranya adalah pengampu mata kuliah yaitu, I gde Dewa dan Nur Agustinus, dengan didampingi satu dosen lain yaitu Eko W Prasetyo. Latar belakang jurusan mahasiswa yang turut hadir beragam mulai dari Psychology, Bussiness IT, Ekonomi, Pariwisata bahkan ada yang jurusan Kuliner, tetapi mereka semua mahasiswa semester 5.

Kunjungan teman-teman UC disambut oleh beberapa staf SATUNAMA. Diawali dengan perkenalan mengenai dinamika SATUNAMA, dilanjutkan dengan berbagi pengalaman kegiatan pendampingan di lapangan oleh unit Pendampingan dan Advokasi. SATUNAMA sendiri sebenarnya masih terus belajar mengenai Social Entrepreunership melalui berbagai kegiatan pendampingan yang dilakukan. Refleksi kawan-kawan staf lapangan SATUNAMA menunjukkan bahwa sebenarnya Social Entrepreunership terbagi menjadi 3 bagian, yaitu Social Problem, Social Entrepreuner way, dan Social Change. Ciri Social Entrepreneur way adalah Unik (Out of the box), Social Capital, Volunteerism, dan Not for profit. Dalam pendampingan, SATUNAMA selalu memulai dengan memetakan situasi yang ada di dalam masyarakat. Hal ini ternyata menarik untuk beberapa mahasiswa dan diskusi lebih dalam dilakukan terkait dengan analisis sosial. Dijelaskan juga dalam diskusi bahwa SATUNAMA hanya sebagai fasilitator dalam berbagai kegiatan pendampingan. Aktor utama adalah masyarakat itu sendiri.

Dari kegiatan ini diharapkan, teman-teman UC memiliki pemahaman bahwa ‘sosial’ tidak hanya sekedar memberi saja dan itu dianggap cukup, tetapi alangkah lebih baik apabila yang kita beri ke mereka adalah ‘umpan’nya yaitu bagaimana cara menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Sampai di suatu titik, harapannya agar potensi itu menjadi modal bagi masyarakat sendiri untuk mencapai kemandirian dan keberlanjutan hidup tanpa bergantung pada pihak manapun bahkan dapat menjadi contoh bagi orang lain yang ingin bangkit seperti mereka. SATUNAMA berharap acara ini tidak berhenti disini saja. Di waktu mendatang, semoga ada project yang berkaitan dengan ‘social entrepreneurship’ yang bisa dijalan dan diwujudkan bersama dengan teman-teman dari UC.

(Visited 130 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*