Tubuh Kami Menari Agar Perkosaan Segera Berhenti !

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

One Billion Rising Jogja :
Tubuh Kami Menari Agar Perkosaan Segera Berhenti !

“ Seorang gadis pemandu karaoke, diperkosa empat laki-laki yang belum diketahui identitasnya…dibuang di tengah jalan dalam keadaan telanjang bulat..”

Rangkaian kalimat di atas adalah cuplikan pemberitaan koran lokal di Jawa Tengah di akhir tahun 2012. Kalimat yang terdengar sangat familiar di telinga kita sehari-hari.Pemberitaan tentang perkosaan yang hampir setiap hari muncul di media massa di Indonesia seolah menempatkan kasus perkosaan sebagai fenomena yang umum. Hari-hari ini masyarakat sangat dekat dengan realitas perkosaan. Namun rupanya hal itu tidak dapat dapat menjadi pemantik kepedulian yang lebih luas. Faktanya, banyak masyarakat kita masih abai dan tidak peduli dengan kasus perkosaan yang semakin marak terjadi.
Padahal setiap tahunnya catatan kasus perkosaan di Indonesia tidak pernah mengalami penurunan. Komnas Perempuan menyebut tahun 2012 lalu menjadi tahun dengan angka tertinggi bagi kasus perkosaan. Masyarakat kita hari ini mengalami ‘teror’ bagi tubuhnya. Ironisnya, negara belum juga bertindak, menunjukkan kepeduliannya pun tidak.

Kenapa Harus bangkit?
Dengan angka perkosaan yang sedemikian tinggi, memilih untuk diam agaknya bukan pilihan tindakan yang tepat. Karenanya, kita harus bangkit. One Billion Rising (OBR) adalah gerakan global untuk memperingati tahun ke-15 Vagina Day. Pertama kali digagas oleh penulis drama teater Vagina Monologues, Eva Ensier pada tahun 1988. Tanggal 14 Februari 2013, ketika hampir seluruh masyarakat di dunia merayakan V-Day atau Valentine Day, One Billion Rising Jogja mengajak seluruh masyarakat untuk menari dan bersolidaritas bagi korban kekerasan seksual. Kami mengajak siapapun yang peduli untuk MENARI, BANGKIT dan MENUNTUT penghentian kekerasan terhadap perempuan, khususnya perkosaan. Melalui Rally V-Dance, puluhan orang dari berbagai komunitas akan turun ke jalan dan menari bersama setiap orang yang ditemui di sepanjang Malioboro. Sementara itu dengan Initiative Rising, tiap orang akan menghentikan aktivitasnya sejenak di kantor, di kampung, di rumah, bersama teman, tetangga atau keluarga dan menari di tempat masing-masing. Dua aktivitas tersebut adalah cara yang juga dilakukan oleh seluruh orang di dunia yang bergabung dalam gerakan One Billion Rising.
Gerakan OBR Jogja ini merupakan bentuk penolakan atas kekerasan terhadap perempuan dan anak yang selama ini selalu dianggap sebagai takdir. OBR Jogja mengajak masyarakat di seluruh Jogja untuk sejenak menghentikan aktivitasnya dimanapun, kapanpun di tanggal 14 Februari 2013 untuk menari. Menari bersama merupakan bukti bahwa tiap individu memiliki otoritas atas dirinya dan dapat bekerja sama untuk melawan kekerasan. OBR Jogja adalah bagian dari gerakan yang juga dilakukan di 210 negara lain di dunia. Melalui OBR Jogja ini kami ingin menggalang sebanyak-banyaknya dukungan dan menyebarluaskan virus kepedulian agar perkosaan segera berhenti.

Karena kita harus peduli dan diam tidak akan menghentikan perkosaan.
Shake your body, raise your emphaty, join the solidarity!

Yogyakarta, 14Februari 2013

Rally V-Dance One Billion Rising Jogja akan dilaksanakan pada :

Hari, tanggal : Kamis, 14 Februari 2013
Waktu : Pk 15.00 – 16. 45 WIB
Lokasi : Sepanjang Malioboro
Start dari Inna Garuda sampai Nol Kilometer
Acara : V dance di sepanjang jalan dan pertunjukkan dari Komunitas Jatilan
Contact : Bibi 085 7890 60541
Sumber Informasi :
1. Fanpage FB : One Billion Rising Jogja
2. Twitter : @OBR_Jogja
3. Webpage : www.onebillionrisingindonesia.org
www.onebillionrising.org

Source : http://www.facebook.com/OneBillionRisingJogjaOne Billion Rising Jogja :
Tubuh Kami Menari Agar Perkosaan Segera Berhenti !

“ Seorang gadis pemandu karaoke, diperkosa empat laki-laki yang belum diketahui identitasnya…dibuang di tengah jalan dalam keadaan telanjang bulat..”

Rangkaian kalimat di atas adalah cuplikan pemberitaan koran lokal di Jawa Tengah di akhir tahun 2012. Kalimat yang terdengar sangat familiar di telinga kita sehari-hari.Pemberitaan tentang perkosaan yang hampir setiap hari muncul di media massa di Indonesia seolah menempatkan kasus perkosaan sebagai fenomena yang umum. Hari-hari ini masyarakat sangat dekat dengan realitas perkosaan. Namun rupanya hal itu tidak dapat dapat menjadi pemantik kepedulian yang lebih luas. Faktanya, banyak masyarakat kita masih abai dan tidak peduli dengan kasus perkosaan yang semakin marak terjadi.
Padahal setiap tahunnya catatan kasus perkosaan di Indonesia tidak pernah mengalami penurunan. Komnas Perempuan menyebut tahun 2012 lalu menjadi tahun dengan angka tertinggi bagi kasus perkosaan. Masyarakat kita hari ini mengalami ‘teror’ bagi tubuhnya. Ironisnya, negara belum juga bertindak, menunjukkan kepeduliannya pun tidak.

Kenapa Harus bangkit?
Dengan angka perkosaan yang sedemikian tinggi, memilih untuk diam agaknya bukan pilihan tindakan yang tepat. Karenanya, kita harus bangkit. One Billion Rising (OBR) adalah gerakan global untuk memperingati tahun ke-15 Vagina Day. Pertama kali digagas oleh penulis drama teater Vagina Monologues, Eva Ensier pada tahun 1988. Tanggal 14 Februari 2013, ketika hampir seluruh masyarakat di dunia merayakan V-Day atau Valentine Day, One Billion Rising Jogja mengajak seluruh masyarakat untuk menari dan bersolidaritas bagi korban kekerasan seksual. Kami mengajak siapapun yang peduli untuk MENARI, BANGKIT dan MENUNTUT penghentian kekerasan terhadap perempuan, khususnya perkosaan. Melalui Rally V-Dance, puluhan orang dari berbagai komunitas akan turun ke jalan dan menari bersama setiap orang yang ditemui di sepanjang Malioboro. Sementara itu dengan Initiative Rising, tiap orang akan menghentikan aktivitasnya sejenak di kantor, di kampung, di rumah, bersama teman, tetangga atau keluarga dan menari di tempat masing-masing. Dua aktivitas tersebut adalah cara yang juga dilakukan oleh seluruh orang di dunia yang bergabung dalam gerakan One Billion Rising.
Gerakan OBR Jogja ini merupakan bentuk penolakan atas kekerasan terhadap perempuan dan anak yang selama ini selalu dianggap sebagai takdir. OBR Jogja mengajak masyarakat di seluruh Jogja untuk sejenak menghentikan aktivitasnya dimanapun, kapanpun di tanggal 14 Februari 2013 untuk menari. Menari bersama merupakan bukti bahwa tiap individu memiliki otoritas atas dirinya dan dapat bekerja sama untuk melawan kekerasan. OBR Jogja adalah bagian dari gerakan yang juga dilakukan di 210 negara lain di dunia. Melalui OBR Jogja ini kami ingin menggalang sebanyak-banyaknya dukungan dan menyebarluaskan virus kepedulian agar perkosaan segera berhenti.

Karena kita harus peduli dan diam tidak akan menghentikan perkosaan.
Shake your body, raise your emphaty, join the solidarity!

Yogyakarta, 14Februari 2013

Rally V-Dance One Billion Rising Jogja akan dilaksanakan pada :

Hari, tanggal : Kamis, 14 Februari 2013
Waktu : Pk 15.00 – 16. 45 WIB
Lokasi : Sepanjang Malioboro
Start dari Inna Garuda sampai Nol Kilometer
Acara : V dance di sepanjang jalan dan pertunjukkan dari Komunitas Jatilan
Contact : Bibi 085 7890 60541
Sumber Informasi :
1. Fanpage FB : One Billion Rising Jogja
2. Twitter : @OBR_Jogja
3. Webpage : www.onebillionrisingindonesia.org
www.onebillionrising.org

Source : http://www.facebook.com/OneBillionRisingJogja

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 272 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*