Sekolah Politik Untuk Calon Anggota Legislatif Pemilu 2019

Sekolah Politik Untuk Calon Anggota Legislatif
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook30Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Partai politik dan politisi seringkali tidak membedakan antara Kampanye Politik dan Kampanye Pemilu. Dua hal meskipun beririsan tapi dapat dibedakan. Kampanye Politik cenderung dilupakan dan ditinggalkan oleh partai politik dan atau politisi. Mereka lebih menekankan pada Kampanye Pemilu daripada melakukan Kampanye Politik. Partai politik dan politisi hadir di tengah masyarakat hanya menjelang Pileg, Pilpres dan Pilkada melalui serentetan aktivitas Kampanye Pemilu untuk membujuk, meyakinkan, memperoleh suara rakyat demi memenangkan Pemilu. Setelahnya mereka jarang bahkan bisa dikatakan tidak pernah membangun dan memperkuat kedekatan dengan konstituen. Kecenderungan ini memperlihatkan bahwa partai politik dan politisi memosisikan konstituen sebagai objek bukan subjek politik. Sehingga partai politik atau politisi tidak memiliki ikatan yang kuat dengan konstituen. Akibatnya pola-pola transaksional yang memperburuk demokrasi selalu dipertontonkan oleh partai politik dan politisi menjelang Pemilu.  Lebih parahnya politik semakin dijauhkan dari raison d’etre nya. Di bawah dideskripsikan secara singkat latarbelakang Sekolah Politik ini.

Raison d’etre politik

Mari kita awali dengan pertanyaan pertama dan utama: untuk tujuan apa kita berpolitik? Mungkin saja jawaban yang kita terima akan mengecewakan bahkan menyakitkan kita atau juga membangkitkan harapan yang membuat kita semakin yakin berpolitik. Partai politik, pemilu, kampanye, politik uang, kepentingan, korupsi, dan bagi-bagi kekuasaan adalah sebagian contoh yang selalu dalam ingatan jika kita berbicara politik. Itulah pemahaman kita tentang politik selama ini. Pemahaman yang mengakibatkan banyak orang menghindari politik karena semakin dijauhkan dari raison d’etre nya.

Raison d’etre politik semakin tenggelam dalam citra politik yang dipersepsikan negatif dalam politik yang minus etika. Politik yang tidak berbasiskan kehendak mencapai tujuan-tujuan kebangsaan dan kerakyatan. Politik yang hanya menghamba pada kekuasaan demi keuntungan pribadi dan kelompok. Karenanya di awal Sekolah Politik ini peserta akan diajak menemukenali raison d’etre politik dan memperjuangkannya dalam proses-proses politik.

Konstituensi dan pemetaan politik

Titik pijak kita adalah common sense bahwa apa yang kita sebut secara sosiologis, sebagai masyarakat, adalah berbeda. Berbeda agama, etnis, budaya, pendidikan, umur, jenis kelamin, dll. Dengan segala perbedaannya masyarakat adalah ketegori sosiologis, bukan kategori politis. Dalam kategori dan ruang sosiologis ini, partai politik dan politisi diniscayakan hadir, berdiri, beranjak dan bergerak bersama mereka sebagai kategori politis. Hal ini membutuhkan kesadaran politik dari kedua belah pihak; masyarakat dan politisi atau partai politik. Kegagalan membaca aspek sosiologis dari politik, tepatnya dalam politik elektoral, seringkali menyebabkan partai politik atau seorang kandidat kalah dalam pemilihan umum ataupun pemilihan kepala daerah.

Politisi kita sering terburu-buru berbicara pemilu sementara enggan memahami realitas sosial melalui aktivitas riset politik dan kerja-kerja politik jangka panjang. Riset politik perlu dilakukan oleh partai politik atau politisi untuk mendapatkan data-data sosial sebagai basis merancang agenda-agenda politik. Dalam konteks politik elektoral materi konstituensi dan pemetaan politik akan mengantarkan kita pada bagaimana melakukan analisis politik dan segmentasi konstituen di dalam masyarakat. Peserta diajak mengenali pendekatan dan strategi yang lebih menempatkan konstituen sebagai subjek dan mitra dalam proses politik kolektif dan terbuka.

Konstruksi image politik

Membangun image politik sesuai yang diharapkan bukan perkara gambang. Di dalam iklim kompetisi yang ketat dan image politik yang beragam membuat partai politik dan politisi tidak mudah membentuk image politiknya. Dalam perspektif marketing politik, partai politik dan politisi harus menyadari dan memahami persoalan, harapan dan selera masyarakat. Hal ini membutuhkan penelitian untuk memperoleh data-data sosial dan memahami realitas sosial. Sehingga partai politik dan politisi membangun image politik berbasis pada kebutuhan, harapan dan selera masyarakat.

Partai politik dan seorang politisi membutuhkan image yang unik dan khas yang berbeda dengan partai politik dan politisi yang lain. Keunikan dan kekhasan dibutuhkan untuk membedakan diri dengan yang lain. Image politik harus terekam dengan baik di benak masyarakat atau konstituen. Image politik dibentuk secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama sehingga diterima, diingat dan terekam dalam benak masyarakat.

Bagaimana membangun image politik yang ideal terkait erat dengan aktivitas melakukan personal branding dan positioning partai politik atau politisi akan dipelajari di dalam Sekolah Politik ini. Pada bagian ini pula peserta akan diajak mempelajari bentuk-bentuk dan metode-metode kampanye yang efektif dan efisien.

Modalitas politik dan mobilisasi sumber daya.

Kita selalu terjebak pada persoalan uang jika berdiskusi tentang modal (capital) politik. Padahal terdapat sumber daya atau modal lain yang dapat dimobilisasi agar tujuan tercapai. Termasuk tujuan memenangkan Pemilu. Terdapat beragam sumberdaya yang dapat dikonversi menjadi modalitas politik. Meski modal ekonomi (uang) paling gambang dikonversi ke dalam politik akan tetapi kecapakan ideologis, kepemimpinan, organisasi, pengetahuan, jaringan dan dukungan kekuatan-kekuatan sosial yang lain dapat dimobilisasi menjadi modal politik. Seorang politisi harus menyadari apakah telah memiliki ragam sumberdaya atau tidak. Jika tidak bagaimana cara menggalangnya dan mentransformasikannya hingga menjadi legitimasi politik.

Sekolah Politik ini akan mengajak peserta untuk mengenali beragam modal atau sumberdaya politik, cara menggalangnya, mengelolanya dan mentransformasikan menjadi kekuatan atau modal politik untuk memenangkan pemilihan umum dan dalam taraf berikutnya memperjuangkan keadilan sosial melalui beragam aktivitas politik di dalam ruang-ruang formil bernegara.

Tujuan

Tujuan Umum:
Memperkuat kapasitas politik calon anggota legislatif dalam pemenangan Pemilu Legislatif 2019

Tujuan Khusus, peserta mampu:

  • Menemukenali raison d’etre politik
  • Merumuskan strategi membangun konstituen
  • Melakukan pemetaan potensi pemenangan Pemilu Legislatif 2019
  • Membangun branding dan image politik
  • Menggalang sumber daya dan dana

Metode

Sekolah ini menggunakan metode andragogi atau pendidikan orang dewasa (POD). Proses pelatihan akan lebih mendorong partisipasi aktif peserta melalui proses berbagi pengalaman dan pengetahuan peserta. Teknik yang digunakan dalam pelatihan ini, meliputi: ceramah, presentasi, tanya jawab, studi kasus, diskusi kelompok, simulasi, role play, dan praktek lapangan.

Materi dan Narasumber

  1. Reinventing Politic (Insan Kamil, MA – Kepala Sekolah Politisi Muda SATUNAMA)
  2. Pendekatan dan Strategi Membangun Konstituen (Insan Kamil, MA – Kepala Sekolah Politisi Muda SATUNAMA)
  3. Pemetaan Pemenangan Pemilu (Aji Al-Farabi – Lingkaran Survey Indonesia)
  4. Kampanye dan Branding Politik (Aji Al-Farabi – Lingkaran Survey Indonesia)
  5. Pola dan Model Mobilisasi Sumber Daya ( Abdul Gaffar Karim – Fisipol UGM)

Fasilitator
Lead Fasilitator: Nunung Qomariyah, SATUNAMA

Peserta

  • Politisi
  • Aktivis politik
  • Legislator
  • Calon legislator

Tempat dan Waktu Pelatihan

  • Tempat: Training Center Yayasan SATUNAMA, Jl. Sambisari No. 99, Dusun Duwet RT 07/34 Sendangadi,  Mlati,  Sleman, Yogyakarta 55285. Telp. 0274-867745, 867746, 867747 (200)
  • Waktu: Selasa – Kamis (19 – 21 September 2017)

Tata Cara Pembayaran dan Investasi

1.       Investasi untuk Sekolah Politik untuk Calon Anggota Legislatif sebesar Rp 3.900.000
2.       Melakukan pembayaran via transfer ATM :

  • Bank CIMB Niaga
  • No Rek : 7001 695 748 00,
  • a.n Yayasan SATU NAMA (Yayasan Kesatuan Pelayanan Kerjasama)
  • Melakukan konfirmasi pembayaran disertai foto bukti transfer ke :

0857 – 2682 – 4676 (Rossy)
0813 – 2799 – 4491 (Banu)

  • Transfer paling lambat : 22 Agustus 2017

Tata Cara Pendaftaran

  • Pendaftaran dibuka pada tanggal 31 Juli – 21 Agustus 2017
  • Untuk melakukan pendaftaran, sila menghubungi : +62 – 813 – 2799 – 4491 (Banu), +62 – 857 – 2682 – 4676 (Rossy)

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 67 times, 3 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook30Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*