Pentingnya Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Sungai

Pengalaman Magang
Bantaran Sunngai Winongo Jogja
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Sungai merupakan aliran air yang mengalir terus menerus mulai dari hulu menuju ke hilir. Sungai memiliki peran penting sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup di sekitarnya. Jika kondisi lingkungan sungai tercemar, maka kehidupan di dalam maupun di sepanjang aliran sungai akan terancam. Umumnya sebagian besar sungai yang mengalir di perkotaan sudah tercemar, salah satu faktor penyebabnya adalah kepadatan penduduk tidak sebanding dengan ketersediaan lahan sehingga memaksa sebagian orang untuk menggunakan lahan-lahan yang seharusnya tidak digunakan untuk mendirikan bangunan, seperti sepadan sungai yang seharusnya berukuran 10-15 meter namun realitas yang ada di masyarakat perkotaan, sepadan sungainya tidak sampai 3 meter.

Salah satu sungai di Kota Yogyakarta, yaitu Sungai Winongo yang berhulu di Sleman dan bermuara di Bantul, aliran sungai yang melewati Kota Yogyakarta mulai dari daerah Bener-Kricak sampai di daerah Suryodiningratan. Sungai Winogo memiliki banyak mata air, tetapi banyak mata air yang sudah mati karena tertimbun longsor maupun tertutup talud. Dulu sungai ini sering dimanfaatkan warga untuk kegiatan mereka sehari-hari, seperti mencuci, mandi, dan lain-lain. Dikarenakan kualitas air yang berangsur-angsur memburuk, sebagian warga enggan memanfaatkan sungai untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, kini sungai dimanfaatkan warga untuk menambang pasir, besi, batu dan membuat keramba. Menurut beberapa narasumber, menurunnya kualitas air dimulai pada awal tahun 1990, semenjak sungai ini digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Namun menurunnya kualitas sungai tidak hanya karena hal itu, pembuangan limbah rumah tangga yang tidak diolah terlebih dahulu juga mempengaruhi kualitas air sungai.

Kami sempat menyusuri sungai di daerah Bener, karena sungai ini sebagian besar merupakan tebing, maka kami menyusuri sungai dengan cara masuk ke dalam sungai, sampai di daerah perbatasan antara Kabupaten Sleman dengan Kota Yogyakarta kami melihat bekas tempat pembuangan sampah, disana terlihat gunungan sampah plastik berwarna hitam yang berusia kira-kira puluhan tahun. Melihat kondisi gunungan sampah ini, kami membayangkan seberapa besar dan banyaknya sampah yang dulu dibuang di daerah ini. Di titik ini ada seseorang yang sedang menambang besi, dengan peralatan seadanya, ia menyelam ke dasar sungai, mengeruk pasir dan memilah-milah, memisahkan besi dengan sampah. Banyak sampah yang tersangkut di pepohonan di sepanjang sungai, berdasarkan cerita narasumber, ada beberapa warga yang belum memiliki kesadaran untuk menjaga sungai, mereka masih sering membuang sampah di sungai, padahal banjir sering terjadi di sepanjang aliran sungai ini, tidak sedikit juga warga yang sudah peduli dengan sungai, mereka sering bergotong royong membersihkan sungai. Namun, jika masyarakat di sekitar sungai tidak memiliki kesadaran yang sama, apa yang dilakukan warga yang peduli dengan sungai akan sia-sia.

Penulis : Christina Pambudi (Universitas Negeri Solo)

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 243 times, 2 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*