Menuai Ilmu Di SATUNAMA

Pengalaman Magang
Tolak Pabrik Semen
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook14Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Pengalaman paling menarik yang saya dapatkan selama menjalani magang di kantor SATUNAMA adalah ketika saya bisa bekerja di bidang urban. Saya menjumpai banyak orang di lapangan, mencatat aspek-aspek yang berkaitan dengan sungai winongo baik dari segi fisik atau nonfisik, mendengarkan soundscape kampung di jogjakarta yang tidak saya temui di kota saya, dan bergerak bersama kawan-kawan SATUNAMA yang memiliki pengalaman dan ilmu yang lebih besar. Bagian terpenting dari proses yang saya jalani selama dua hingga tiga bulan ini adalah memperbesar kapasitas saya sebagai mahasiswa untuk merealisasikan teori apa yang sudah saya dapat dikampus dengan kondisi dalam masyrakat dan pengalaman di dunia kerja. Di SATUNAMA selalu menekankan semangat kerja keras, hal ini perlu saya dapatkan karena saya belum menemukan hal ini diajarkan di kampus saya. Ketika turun di lapangan (segmen-segmen sungai winongo) banyak cerita yang saya dapatkan, duduk bersama warga mengamati sungai sekaligus berbincang mengenai bagaimana sungai dahulu dan sekarang.

Membuat saya mengetahui situasi sungai, kota dan masyarakat yang ada di tempat lain. Hal yang cukup menarik ketika berkenalan dengan warga lalu membangun hubungan yang personal dengan warga hingga masa magang berakhir. Mencatat banyak hal yang menguji kepekaan saya sebagai mahasiswa dan sebagai manusia, selalu ada pelajaran yang bisa saya petik ketika saya turun di lapangan khususnya segmen satu dan lima di sungai winongo. SATUNAMA selalu mendukung dengan banyak fasilitas yang menjadi faktor penunjang kegiatan-kegiatan yang saya lakukan di lapangan. Tidak hanya berbekal mental dan kesiapan, untuk turun ke lapangan khusunya beberapa segmen sungai winongo membutuhkan peralatan yang memadai. Kesempatan yang saya dapat ini selalu saya hadirkan dalam perbincangan saya dan teman-teman lainnya.

Menemukan kenyataan bahwa sektor informal selalu terdesak oleh kepentingan-kepentingan formal, membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain tinggal dan menetap di situ lalu kita mencoba belajar bagaimana pengetahuan lokal warganya mengenai keberadaan sungai yang selama berpuluh-puluh tahun warga hidup bersamanya.

Selain itu bergerak dengan tim yang lebih ahli di bidang selain urban juga saya peroleh, yakni mengikuti berbagai pelatihan yang diadakan oleh SATUNAMA bersama komunitas. Bagaimana bekerja dengan komunitas lalu mempertahankannya hingga muncul komunitas lain yang ikut bergabung dan menjadi banyak. Hal lain yang membuat semakin menarik ketika saya mengikuti aksi Tolak Pabrik Semen di depan kantor Gubernuran Jawa Tengah, Semarang.

Merasakan suasana penuh perjuangan para kartini kendeng untuk mempertahankan kelangsungan alam, melihat betapa meraka sangat menghargai tanah, alam, dan semua ekosistem yang ada di pegunungan kendeng. Setelah itu main di pegunungan kendeng dan bertemu banyak kawan di pos kendeng. Selalu akan menjadi hal yang berkesan, bekerja mengenai banyak isu-isu yang menguji kepekaan saya dan akan menentukan tindakan sikap saya kedepan. Pemuda khususnya mahasiswa harus memiliki kepekaan yang lebih besar dan bagaimana sikap sekaligus tindakan yang akan diambil ini akan berdampak keesokan harinya. Melakukan hal-hal sederhana namun bermanfaat sangat luas merupakan kata kunci dalam narasi ini. Terimakasih kepada SATUNAMA.

Penulis : Rosesynta Paramita (Universitas Negeri Solo)

(Visited 92 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook14Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*