satunamasatunamasatunama

Kerangka Acuan Kegiatan

Sekolah Politisi Muda III Angkatan-I

SATUNAMA

Intro

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Satunama.org – Program Civilizing Politics for Indonesian Democracy (selanjutnya disebut CPID) didasarkan atas pandangan dan pemikiran bahwa, politisi memiliki posisi strategis dan peran signifikan dalam mengembangkan budaya politik demokratis. Sejalan dengan pikiran itu, maka CPID dirancang untuk berkontribusi pada upaya mencetak Politisi Muda yang memiliki Integritas, Kapasitas dan Kompetensi dalam mengartikulasi dan mengagregasi kepentingan-kepentingan rakyat melalui proses-proses dan kelembagaan politik yang demokratis. Program yang direncanakan selama 5 tahun (2015-2019) ini bertujuan “Mencetak politisi muda yang memiliki visi dan komitmen yang kuat pada pengembangan kultur politik yang demokratis (democratic and civilized political life)”.

Sejak dimulai pada bulan Mei 2015 lalu, CPID telah menyelenggarakan dua kali Sekolah Politisi Muda untuk angkatan pertama. Sekolah Politisi Muda I telah dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 18-23 Mei 2015, diikuti oleh 23 Politisi Muda lintas partai (Nas Dem, Gerindra, Demokrat dan PDIP) yang berasal dari Surabaya-Jawa Timur, Makassar-Sulawesi Selatan, Bandar Lampung-Lampung dan Depok-Jawa Barat, dan dilanjutkan dengan Sekolah Politisi Muda II di Yogyakarta pada tanggal 29 September-2 Oktober 2015 yang diikuti oleh 18 Politisi Muda yang sama (minus yang gugur).

Sebagaimana dirancang dalam kurikulumnya, setiap angkatan akan mengikuti 3 seri sekolah (in class training). Sebagai seri terakhir, 17 Politisi Muda lintas partai yang telah mengikuti SPM I dan II tersebut akan kembali mengikuti Sekolah Politisi Muda III pada tanggal 05-09 Maret 2016 di Bogor, Jawa Barat. Sekolah Politisi Muda III ini akan difokuskan untuk menguatkan kecakapan peserta dalam berfikir dan merumuskan tindakan politik strategis, menyusun kebijakan publik dan memantapkan komitment pada nilai-nilai yang diakui penting sebagai spirit dasar karakter seorang politisi berdasar cita-cita keadaban politik. Karena itu, materi yang akan diberikan adalah; 1) Public Policy Making (Deepening); 2) Political Stratecic Thinking; dan 3)Values Building. Metode utama yang digunakan untuk memastikan tiga hal di atas adalah Intensive Coaching. Metode ini bertujuan memberikan pengalaman individual kepada masing-masing peserta untuk memastikan penguasaannya atas kapasitas tertentu yang diberikan dalam sekolah ini. Secara garis besar, ulasan materi di atas dapat digambarkan sebagai berikut:

Political Strategic Thingking: Melalui materi ini peserta akan diperkenalkan pada dan dilatih untuk berfikir starategis dalam rangka merumuskan gerakan politik strategis. Di dalam arena politik, seorang politisi perlu memiliki kecakapan berfikir strategis, sebelum menentukan pilihan-pilihan tindakan taktis. Dengan kerangka fikir yang strategis seseorang (politisi) dapat merumuskan tindakan taktis yang relatif terukur, tepat dan berefek strategis pula. Berfikir strategis membutuhkan kesadaran atas ruang (space), waktu (time) sumberdaya (resource). Karena itu, kecakapan memetakan medan politik, mengenali sumberdaya dan mengetahui cara mentransformasi serta memobilisasi sumberdaya menjadi kekuatan politik yang sah dengan penentuan timing yang tepat adalah hal yang perlu dikuasai.

Public Policy Making: Materi ini telah diberikan pada Sekolah Politisi Muda I dan II untuk memberikan pemahaman pada peserta tentang seluk beluk kebijakan publik, mulai dari prinsip, metode hingga tools yang biasa digunakan dalam merumuskan kebijakan publik serta cara menganalisa sebuah kebijakan. Pada Sekolah Politisi Muda III, materi ini kembali akan diberikan untuk tujuan pendalaman pengetahuan dan kecakapan dalam merumuskan kebijakan publik. Peserta akan dilatih secara individual untuk menawarkan kebijakan alternatif berdasar analisa yang memadai dan kesetiaan pada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam merumuskan kebijakan. Untuk mengoptimalkan tujuan di atas, setiap peserta akan mendapatkan pengalaman simulasi dihadapan panelis untuk menguji kedalaman analisa dan tawaran kebijakan alternatif dengan pilihan isu yang telah disusun oleh peserta dalam draft policy paper.

Values Building: Dalam setiap seri dari Sekolah Politisi Muda, internalisasi values selalu dilakukan melalui metode-metode yang ringan dan menyenangkan. Dalam Sekolah Politisi Muda I, internalisasi nilai dilakukan melalui metode outbound. Dalam Sekolah Politisi Muda II, internalisasi nilai menubuh dalam setiap alur dan sessi yang diberikan, dalam Sekolah Politisi Muda III ini, internalisasi nilai akan dilakukan melalui metode reflektif dan meditatif. Arena politik selama ini amat kental dengan intrik dan acapkali, meminjam istilah Carl Von Clausewitzh, bertujuan taktis, yakni hanya untuk memenangkan “pertempuran”. Sehingga, orang lain ditempatkan sebagai rival semata dan konstituen adalah unit objek yang dapat didekati dengan segala cara demi pemenangan atas “pertempuran” itu. Keadaban politik dapat dimulai dari mengubah paradigma atas politik dan nilai yang melekat pada paradigma itu. Karenanya, adalah penting untuk menanamkan nilai-nilai seperti solidaritas (solidarity), etika, (ethic), daya tahan (resiliency), kepercayaan diri (self confidence), kejujuran (honesty), integritas (integrity), sportivitas (sportivity) dan keadilan (fairness), agar kecakapan dan pengetahuan yang dimiliki tidak beringas dan lepas dari keadabannya.

(Visited 368 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Leave a comment

Your email address will not be published.


*