Sekolah Politisi Muda III Angkatan-I

Satunama.org – Program Civilizing Politics for Indonesian Democracy (selanjutnya disebut CPID) didasarkan atas pandangan dan pemikiran bahwa, politisi memiliki posisi strategis dan peran signifikan dalam mengembangkan budaya politik demokratis. Sejalan dengan pikiran itu, maka CPID dirancang untuk berkontribusi pada upaya mencetak Politisi Muda yang memiliki Integritas, Kapasitas dan Kompetensi dalam mengartikulasi dan mengagregasi kepentingan-kepentingan rakyat melalui proses-proses dan kelembagaan politik yang demokratis. Program yang direncanakan selama 5 tahun (2015-2019) ini bertujuan “Mencetak politisi muda yang memiliki visi dan komitmen yang kuat pada pengembangan kultur politik yang demokratis (democratic and civilized political life)”.

Sejak dimulai pada bulan Mei 2015 lalu, CPID telah menyelenggarakan dua kali Sekolah Politisi Muda untuk angkatan pertama. Sekolah Politisi Muda I telah dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 18-23 Mei 2015, diikuti oleh 23 Politisi Muda lintas partai (Nas Dem, Gerindra, Demokrat dan PDIP) yang berasal dari Surabaya-Jawa Timur, Makassar-Sulawesi Selatan, Bandar Lampung-Lampung dan Depok-Jawa Barat, dan dilanjutkan dengan Sekolah Politisi Muda II di Yogyakarta pada tanggal 29 September-2 Oktober 2015 yang diikuti oleh 18 Politisi Muda yang sama (minus yang gugur).

Sebagaimana dirancang dalam kurikulumnya, setiap angkatan akan mengikuti 3 seri sekolah (in class training). Sebagai seri terakhir, 17 Politisi Muda lintas partai yang telah mengikuti SPM I dan II tersebut akan kembali mengikuti Sekolah Politisi Muda III pada tanggal 05-09 Maret 2016 di Bogor, Jawa Barat. Sekolah Politisi Muda III ini akan difokuskan untuk menguatkan kecakapan peserta dalam berfikir dan merumuskan tindakan politik strategis, menyusun kebijakan publik dan memantapkan komitment pada nilai-nilai yang diakui penting sebagai spirit dasar karakter seorang politisi berdasar cita-cita keadaban politik. Karena itu, materi yang akan diberikan adalah; 1) Public Policy Making (Deepening); 2) Political Stratecic Thinking; dan 3)Values Building. Metode utama yang digunakan untuk memastikan tiga hal di atas adalah Intensive Coaching. Metode ini bertujuan memberikan pengalaman individual kepada masing-masing peserta untuk memastikan penguasaannya atas kapasitas tertentu yang diberikan dalam sekolah ini. Secara garis besar, ulasan materi di atas dapat digambarkan sebagai berikut:

Political Strategic Thingking: Melalui materi ini peserta akan diperkenalkan pada dan dilatih untuk berfikir starategis dalam rangka merumuskan gerakan politik strategis. Di dalam arena politik, seorang politisi perlu memiliki kecakapan berfikir strategis, sebelum menentukan pilihan-pilihan tindakan taktis. Dengan kerangka fikir yang strategis seseorang (politisi) dapat merumuskan tindakan taktis yang relatif terukur, tepat dan berefek strategis pula. Berfikir strategis membutuhkan kesadaran atas ruang (space), waktu (time) sumberdaya (resource). Karena itu, kecakapan memetakan medan politik, mengenali sumberdaya dan mengetahui cara mentransformasi serta memobilisasi sumberdaya menjadi kekuatan politik yang sah dengan penentuan timing yang tepat adalah hal yang perlu dikuasai.

Public Policy Making: Materi ini telah diberikan pada Sekolah Politisi Muda I dan II untuk memberikan pemahaman pada peserta tentang seluk beluk kebijakan publik, mulai dari prinsip, metode hingga tools yang biasa digunakan dalam merumuskan kebijakan publik serta cara menganalisa sebuah kebijakan. Pada Sekolah Politisi Muda III, materi ini kembali akan diberikan untuk tujuan pendalaman pengetahuan dan kecakapan dalam merumuskan kebijakan publik. Peserta akan dilatih secara individual untuk menawarkan kebijakan alternatif berdasar analisa yang memadai dan kesetiaan pada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam merumuskan kebijakan. Untuk mengoptimalkan tujuan di atas, setiap peserta akan mendapatkan pengalaman simulasi dihadapan panelis untuk menguji kedalaman analisa dan tawaran kebijakan alternatif dengan pilihan isu yang telah disusun oleh peserta dalam draft policy paper.

Values Building: Dalam setiap seri dari Sekolah Politisi Muda, internalisasi values selalu dilakukan melalui metode-metode yang ringan dan menyenangkan. Dalam Sekolah Politisi Muda I, internalisasi nilai dilakukan melalui metode outbound. Dalam Sekolah Politisi Muda II, internalisasi nilai menubuh dalam setiap alur dan sessi yang diberikan, dalam Sekolah Politisi Muda III ini, internalisasi nilai akan dilakukan melalui metode reflektif dan meditatif. Arena politik selama ini amat kental dengan intrik dan acapkali, meminjam istilah Carl Von Clausewitzh, bertujuan taktis, yakni hanya untuk memenangkan “pertempuran”. Sehingga, orang lain ditempatkan sebagai rival semata dan konstituen adalah unit objek yang dapat didekati dengan segala cara demi pemenangan atas “pertempuran” itu. Keadaban politik dapat dimulai dari mengubah paradigma atas politik dan nilai yang melekat pada paradigma itu. Karenanya, adalah penting untuk menanamkan nilai-nilai seperti solidaritas (solidarity), etika, (ethic), daya tahan (resiliency), kepercayaan diri (self confidence), kejujuran (honesty), integritas (integrity), sportivitas (sportivity) dan keadilan (fairness), agar kecakapan dan pengetahuan yang dimiliki tidak beringas dan lepas dari keadabannya.

[nextpage title=”Tujuan dan Target”]Sekolah Politisi Muda (SPM II) memiliki tujuan dan target sebagai berikut:

  • Memperkuat kapasitas Politisi Muda dalam merumuskan strategi politik berdasar fikiran strategis dan visioner;
  • Memperkuat kapasitas Politisi Muda dalam memetakan medan politik, mengenali sumberdaya dan mentransformasi serta memobilisasi sumberdaya menjadi kekuatan politik yang sah;
  • Memperkuat kecapakan Politisi Muda dalam melakukan analisis dan pembuatan kebijakan publik berdasarkan isu-isu spesifik terpilih;
  • Memperkuat komitment Politisi Muda sebagai figur politisi berintegritas dan bersetia pada nilai-nilai keadaban politik;
  • Sebagai bagian dari gerakan keadaban politik; SPM III akan menyepakati terbentuknya kaukus politisi muda yang berkomitment pada nilai dan etika politik demokratis.

[nextpage title=”Metode”]Untuk mencapai target di atas, beberapa metode akan digunakan, yaitu:

  • Curah pendapat (Brainstorming): Setiap peserta akan diberi kesempatan untuk memberikan gagasan dan pendapatnya selama proses sekolah berlangsung, metode ini didasarkan pada penghargaan atas pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki oleh setiap peserta dan patut diberi tempat dalam proses belajar.
  • Mengerangkai Ulang (Re-Framing): Setiap pengetahuan dan pengalaman yang beragam akan dikontruksi agar menjadi gambar pengetahuan baru dan mengakomodir semua pihak. Sehingga, keberagaman pengetahuan tidak dibiarkan centang perenang tanpa koneksi dan relevansi.
  • Presentasi (Presentation): Dalam menyampaikan materi, narasumber diperkenankan untuk menggunakan metode presentasi. Pengalaman presentasi ini juga akan diberikan kepada setiap peserta usai diskusi-diskusi di dalam kelompok maupun penugasan individidual agar peserta semakin mendalami rasa percaya dirinya dalam menyampaikan gagasan di depan publik.
  • Pendampingan untuk Memperkuat Kecakapan (Coaching): Dengan metode ini, narasumber diminta memberikan pendampingan intensif dalam tugas-tugas yang diberikan kepada peserta, baik tugas-tugas kelompok maupun individual.
  • Diskusi Kelompok (Group Discussion): Untuk memberikan pengalaman sharing, negosiasi, mengajukan dan mempertahanankan argumen, kerjasama di dalam tim dan pengelolaan konflik, metode diskusi kelompok akan digunakan.
  • Penugasan Individu (Individual Duty): Disamping kerja-kerja kelompok, pada SPM III ini peserta akan diberikan latihan kecakapan dengan pengalaman langsung secara individual. Misalnya dalam kerja-kerja analisa kebijakan dan membangun argumen atas kebijakan publik alternatif. Metode ini digunakan untuk memastikan capaian output pada tingkat individu.
  • Diskusi Panel (Panel Discussion): Untuk memantapkan kecakapan masing-masing individu, SPM III akan menggunakan metode diskusi panel, khusunya untuk menguji kedalaman analisis dan rekomendasi kebijakan publik yang dirumuskan oleh setiap peserta melalui draft policy paper yang telah disusun. Panelis adalah pengampu materi Public Policy Making dan Tim CPID.
  • Dialog (Dialogue): Sebagai bagian dari pendidikan orang dewasa, metode dialog perlu dilakukan. Narasumber tidak diandaikan sebagai figur yang paling tahu tentang segala hal dan menuangkan air ke dalam gelas kosong. Karena itu, proses dua arah perlu dipastikan.
  • Refleksi dan Meditasi (Reflection and Meditation): Untuk menginternalisasi nilai-nilai di atas, metode refleksi dan meditasi akan digunakan dengan cara-cara sederhana dan menyenangkan.

[nextpage title=”Materi dan Narasumber”]Berikut materi yang akan diberikan pada Sekolah Politisi Muda III dan Narasumbernya.

  1. Dr. Hanta Yudha; Materi : Political Strategic Thinking; Institusi: Poltracking Indonesia
  2. Dr. Riant Nugroho D.; Materi: Public Policy Making (Deepening); Institusi: Institute for Policy Reform; Spesifikasi/Keahlian: Kebijakan Publik
  3. Taka Gani; Materi: Values Building; Institusi: Living Values Indonesia; Spesifikasi/Keahlian: Lead Trainer Living Values

[nextpage title=”Kriterian dan Kategori Peserta”]Politisi yang dapat mengikuti Sekolah Politisi Muda III ini adalah mereka yang memenuhi beberapa persyaratan berikut di bawah:

  1. Politisi muda yang sudah mengikuti Sekolah Politisi Muda I-CPID pada tanggal 18-23 Mei 2015 dan Sekolah Politisi Muda II pada tanggal September-2 Oktober 2015 di Yogyakarta;
  2. Politisi muda yang sudah menyelesaikan (finalisasi) action plan dan mengirimkannya kepada pengelola program Sekolah Politisi Muda-CPID;
  3. Politisi Muda yang menyusun Draft Policy Paper sesuai pilihan isu dan mengirimkannya kepada pengelola program Sekolah Politisi Muda-CPID.

[nextpage title=”Detail Acara”]

Waktu Pelaksanaan
Sekolah Politisi Muda III akan dilaksanakan pada hari Sabtu-Rabu, 05-09 Maret 2016, bertempat Griya Dunamis Learning Centre, Jl. Pasir Angin Gadog, Megamendung-Ciawi, Bogor-Jawa Barat. Telpon (0251) 8257 131. Website: www.dunamis.co.id

Kontak Person
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi: Afif Toha, kontak 0821 3787 9996 dan Insan Kamil, kontak 081 578 843 525; email; afifudintoha@satunama.org, dan kamil_ell@satunama.org

Lain-Lain
• Panitia Sekolah menanggung seluruh biaya akomodasi, konsumsi, transportasi dan honorarium narasumber.
• Panitia Sekolah menanggung seluruh biaya akomodasi, konsumsi, dan transportasi peserta.

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID