satunamasatunamasatunama

Pelatihan Intensif Masyarakat Penggerak Sorong Selatan

Belajar Menjadi Bagian Masyarakat Papua

P1850217 (Medium)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

SATUNAMA bekerjasama dengan YPPTI, Sokola, dan YLIB menggelar Pelatihan Intensif Masyarakat Penggerak Sorong Selatan yang diadakan di Balai Pelatihan SATUNAMA, Senin (25/1). Pelatihan ini diselenggarakan selama 3 minggu, mulai dari Senin 25 Januari 2016 sampai 14 Februari 2016.

Peserta pelatihan yang berjumlah 8 orang disiapkan untuk berkarya di Sorong Selatan. “Diharapkan melalui pelatihan ini, para peserta pelatihan dapat menjadi penggerak yang bukan hanya sekedar penggerak, namun bisa mengikuti dinamika masyarakat Sorong, ikut menjadi masyarakat, dan bisa mendorong masyarakat Sorong lebih maju.” Ujar Kantri Sekar Wandansari, pimpinan pelatihan.

Kantri menambahkan, pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran berbasis pengalaman. Para narasumber yang diundang adalah orang-orang yang mempunyai pengalaman berada di Papua. Para peserta pelatihan diberi gambaran mengenai situasi Papua sehingga dapat bersiap untuk berdinamika dengan masyarakat Sorong, Papua.

“Kondisi di Papua tentu berbeda dengan kondisi di daerah asal mereka. Diharapkan narasumber dapat berbagi pengalaman mereka, sehingga ada gambaran Papua di benak para peserta pelatihan. Sebelum menginjakkan kaki di Papua, mereka sudah mempunyai gambaran bagaimana bergabung bahkan menjadi satu dengan masyarakat Papua.” Tambah Kantri.

Selain proses pelatihan yang berada di dalam kelas, juga dirasa akan lebih bermanfaat jika peserta bisa turun ke lapangan, ke satu kampung atau kawasan, kemudian membuat analisa persoalan  dalam suatu masyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan belajar memberikan masukan untuk penyelesaiannya. Dengan cara ini peserta pelatihan dapat belajar berpendapat, bersosialisasi, dan memahami dinamika dalam suatu masyarakat.

Salah satu peserta, Prita, berpendapat bahwa pelatihan ini sangat menyenangkan. Ada banyak ilmu baru yang didapat peserta. “Metode yang digunakan tidak membosankan, bisa menggali potensi yang ada dalam diri peserta, juga memberikan potensi-potensi baru bagi peserta pelatihan.” Kata dia.

“Mata kami menjadi terbuka. Kami mendapat gambaran mengenai Papua selama mengikuti pelatihan ini. Melalui pelatihan ini kami merasa semakin dekat dengan masyarakat Papua. Saya sebagai peserta berharap, melalui pelatihan ini kami, para peserta pelatihan, tahu Papua dan kami siap menjadi bagian dari masyarat Papua. Saya juga berharap dengan pelatihan ini, sedikit demi sedikit kami memahami masyarakat Papua, dan kami bisa menemukan metode yang tepat untuk mendorong masyarakat Papua khususnya masyarakat Sorong semakin maju” ujar Engel, peserta pelatihan lainnya.

Selain belajar di kelas, selama 3 minggu pelatihan, keseharian para peserta pelatihan disesuaikan dengan kondisi di Papua. Selama 3 minggu peserta dilarang mengunakan HP kecuali hari Minggu, kemudian pada malam hari kamar para peserta dikondisikan tanpa lampu, dan membiasakan diri untuk makan apa yang telah disediakan.[]

Penulis : Eugenia Krisnadya P A [Volunteer di SATUNAMA]
Editor : Ariwan K Perdana

(Visited 142 times, 3 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Belajar dan Berdinamika Bersama Masyarakat Clapar : SATUNAMA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*