Satunama.org — Menjelang pelaksanaan Pemilu Munisipo 2027, kesiapan kader partai politik menjadi salah satu elemen penting dalam membangun pemerintahan lokal yang demokratis, responsif, dan berpihak pada kepentingan warga. Untuk mendukung kesiapan tersebut, Yayasan SATUNAMA Yogyakarta bersama Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) Jerman menyelenggarakan “Pelatihan Kader Partai: Persiapan dan Pengembangan Pemilu Munisipo” pada 31 Agustus–1 September 2026 di Leadership Room, City8, Dili, Timor-Leste.
Pelatihan ini diikuti sekitar 30 kader dari empat partai politik, yaitu Congresso Nacional da Reconstrução Timorense (CNRT), Partido Democrático (PD), União Democrática Timorense (UDT), dan Partido Unidade Desenvolvimento Democrático (PUDD).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan SATUNAMA dan KAS Jerman untuk memperkuat kapasitas partai politik dalam mendukung demokratisasi, tata kelola pemerintahan yang baik, serta proses desentralisasi di Timor-Leste.
Kegiatan dibuka oleh Jacinto Rigoberto, Sekretaris Eksekutif Dewan Pimpinan Pusat CNRT, dan Muhammad Zuhdan, Kepala Desk Timor-Leste SATUNAMA. Keduanya menekankan pentingnya kesiapan partai politik untuk mengambil peran konstruktif dalam pembentukan pemerintahan lokal menjelang Pemilu Munisipo 2027.
Menyiapkan Kader untuk Pemerintahan Lokal

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari Indonesia dan Timor-Leste, di antaranya I Gede Edy Purwaka, Direktur Eksekutif Yayasan SATUNAMA Yogyakarta, José Belo, Presiden Comissão Nacional de Eleições (CNE) Timor-Leste, serta Gregorius Sahdan dari Tim Desk Timor-Leste SATUNAMA.
Dalam sesi mengenai kepemimpinan dan pengembangan kader, I Gede Edy Purwaka mengajak peserta mendiskusikan bagaimana menyusun visi, misi, dan program pemerintahan munisipo. Kader didorong untuk mampu merancang agenda pemerintahan yang berpijak pada kebutuhan warga, realistis untuk dilaksanakan, serta berorientasi pada kepentingan publik.
Sementara itu, Gregorius Sahdan membahas proses desentralisasi dan mandat yang akan diemban kader partai apabila kelak menduduki posisi dalam pemerintahan munisipo. Menurutnya, desentralisasi tidak berhenti pada pembagian kewenangan dari pemerintah pusat ke tingkat lokal. Proses tersebut juga membutuhkan kepemimpinan yang siap, tata kelola yang akuntabel, serta pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pemahaman mengenai proses elektoral juga menjadi bagian penting dalam pelatihan. José Belo menjelaskan aturan, tahapan, dan mekanisme Pemilu Munisipo. Materi ini memperkuat pemahaman peserta mengenai peran partai politik dalam memastikan proses pemilu berjalan secara demokratis, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Belajar dari Pengalaman Politik Lokal
Selain narasumber, pelatihan juga menghadirkan fasilitator lokal yang memperkaya proses belajar melalui pengalaman politik dan pemerintahan di Timor-Leste.
Luis Ximenes Caldeira, Anggota Parlemen CNRT sekaligus Ketua DPD CNRT Dili, memfasilitasi diskusi mengenai kesiapan organisasi partai dan kepemimpinan kader dalam menghadapi pembentukan Pemerintahan Munisipo.
Pengalaman dari perspektif kepemimpinan perempuan juga menjadi bagian dari diskusi. Monica Clotilda Fereira, pemimpin perempuan PD dan Staf Khusus Wakil Perdana Menteri II, menekankan pentingnya membangun politik lokal yang inklusif dengan memperkuat partisipasi perempuan, kelompok muda, dan kader partai.
Kehadiran pengalaman lokal tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk tidak hanya memahami konsep demokrasi dan desentralisasi, tetapi juga mendiskusikan tantangan yang mungkin dihadapi ketika prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam konteks pemerintahan lokal di Timor-Leste.
Memperkuat Demokrasi dari Tingkat Lokal
Selama dua hari pelatihan, peserta terlibat dalam presentasi, diskusi interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, hingga penyusunan rencana tindak lanjut. Proses tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai Pemilu Munisipo, tetapi juga mulai memikirkan kesiapan kepemimpinan dan peran partai dalam pemerintahan lokal.
Para peserta menyampaikan apresiasi atas materi dan ruang diskusi yang diberikan. Pelatihan dinilai membantu memperluas pemahaman mengenai Pemilu Munisipo, tata kelola pemerintahan lokal, serta tantangan yang perlu dipersiapkan oleh partai politik menghadapi perubahan politik di tingkat munisipo.
Kegiatan ditutup oleh Eng. Fernandino Vieira da Costa, S.Hut, Dewan Pimpinan Pusat PD sekaligus Menteri Muda Kehutanan Republik Demokratik Timor-Leste.
Melalui pelatihan ini, SATUNAMA dan KAS Jerman berharap para kader partai semakin siap berpartisipasi dalam proses demokrasi lokal, mengawal penyelenggaraan Pemilu Munisipo, serta mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin eksekutif maupun legislatif di tingkat munisipo.
Lebih dari sekadar persiapan menghadapi pemilu, penguatan kapasitas kader menjadi bagian dari upaya membangun demokrasi lokal yang mampu menghadirkan pemerintahan yang lebih akuntabel, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Timor-Leste.
Berita dan Foto: Tim Desk Timor-Leste SATUNAMA
Eksplorasi konten lain dari Yayasan SATUNAMA Yogyakarta
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.