Yuk Beralih Ke Energi Terbarukan, Biar Bumi Makin Adem

Menurut Pasal 1 Undang-Undang No 30 Tahun 2007 Tentang Energi, sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang  berkelanjutan jika dikelola dengan baik, antara lain panas bumi, angin, bioenergi, sinar matahari, aiiran dan terjunan air, serta gerakan dan perbedaan suhu lapisar, laut.

Tujuan penggunaan energi terbarukan yang menjadi mandat dalam undang-undang tersebut yaitu pelestarian lingkungan hidup, yaitu rangkaian upaya untuk memelihara kelangsungan  daya dukung  dan daya tampung lingkungan hidup. Dan yang dimaksud lingkungan hidup menurut undang-undang tersebut yaitu  kesatuan ruang dengan semua benda, daya,  keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusin serta makhluk hidup lain.

Tujuan penggunaan energi terbarukan yang tersirat dalam UU No 30/2007 tersebut sesuai dengan kampanye perubahan iklim, yang menjadikan perubahan iklim sebagai perhatian global karena pengaruhnya terhadap pertumbuhan hijau dan pembangunan berkelanjutan. Ini mengancam ekosistem dan keanekaragaman hayati, mempengaruhi sumber daya air, pemukiman manusia dan frekuensi dan skala kejadian cuaca ekstrim.

Konsekuensinya yang signifikan muncul dalam produksi pangan, kesejahteraan manusia, kegiatan sosial ekonomi dan keluaran ekonomi. Artinya, penggunaan energi terbarukan sudah menjadi bagian dari antisipasi perubahan iklim global ke depan. Hal ini sesuai juga dengan Kyoto Protocol (1997) dan Paris Agreement (2012) yang salah satunya merekomendasikan energi terbarukan sebagai salah satu cara mencegah pemanasan global.

Tantangan dan Peluang.

Terdapat beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian khusus terkait mimpi menuju energi terbarukan. Saat ini,  energi tidak terbarukan yaitu fosil, panas bumi, hidro skala besar, dan nuklir saat ini masih menjadi sumber utama energi untuk kebutuhan negara, industri, dan masyarakat di Indonesia. Sisi lain, jelas-jelas bahwa energi tidak terbarukan tersebut makin hari makin berkurang tapi daya dan jumlah konsumsinya makin hari makin banyak bahkan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut akan menuju ke sebuah kelangkaan energi tidak terbarukan yang ujungnya bisa mengganggu keberlanjutan cadangan energi nasional dan juga berkontribusi pada pemanasan global.

Upaya menemukan energi terbarukan menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi pemanasan global. Beragam inovasi dilakukan olah ilmuwan, swasta ataupun aktivis lingkungan untuk menemukan energi terbarukan tersebut. Tantangan pertama dalam menemukan energi terbarukan adalah perubahan mindset masyarakat atas daya guna energi terbarukan di luar fosil dan panas bumi.

Ketergantungan masyarakat kita pada energi fosil menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk menemukan energi baru yang daya gunanya menyamai energi fosil dan panas bumi. Kalaupun sudah menemukan energi terbarukan pengganti fosil, energi terbarukan tersebut memiliki biaya teknologi tinggi dan mahal untuk instalasinya. Misalnya listrik tenaga surya yang bisa kita lihat pada lampu-lampu rambu lalu lintas di jalan raya di Indonesia.

Energi surya menjadi salah satu alternatif yang dikembangkan ke depan untuk mengganti listrik tenaga fosil dan panas bumi. Apakah ada negara yang sudah menasionalisasi energi listrik bertenaga surya? jawabannya adalah ada yaitu Vietnam. Negara tersebut melakukan inovasi yang luar biasa untuk mencari energi terbarukan untuk keberlanjutan mereka di masa depan. Hampir semua instalasi listrik di negara tersebut baik untuk yang konsumsi rumah tangga, industri, maupun publik menggunakan listrik bertenaga surya. Alasan negara tersebut, yaitu untuk keberlanjutan sumber energi mereka di masa depan. Vietnam menjadi salah satu negara Asean yang berhasil mengembangkan energi listrik bertenaga surya berskala besar.

Indonesia juga memiliki peluang yang sama dengan Vietnam dalam menemukan dan mengembangkan energi terbarukan. Misalnya saja, di beberapa tempat di Indonesia sudah menggunakan gas kotoran ternak untuk dijadikan energi baru pengganti gas alam. Daya guna energi biogas tersebut ternyata tidak kalah dengan gas alam. Mungkin produksi gasnya masih sedikit dan hanya untuk kepentingan rumah tangga ataupun industri rumah tangga, tapi penemuan biogas tersebut telah menjadi salah satu contoh bahwa ada sumber energi lain di luar energi fosil dan panas bumi di lingkungan sekitar yang belum digali dan dikembangkan lebih lanjut.

Sangat melimpah sumber-sumber energi terbarukan di lingkungan sekitar kita tapi belum ada upaya inovasi untuk menemukan banyak lagi bentuknya. Kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, sektor swasta, maupun aktivis lingkungan menjadi penting untuk menemukan sumber-sumber energi terbarukan tersebut agar terjadi ketahanan dan keberlanjutan energi nasional kita bisa berlangsung aman. Selain itu, penggunaan energi terbarukan sangat membantu sekali mengurangi dampak pemanasan global yang hari-hari ini makin menjadi ancaman yang nyata dan bisa mulai kita rasakan dampaknya.

Muhammad Zuhdan (Koordinator Program Village Government Yayasan SATUNAMA)

Gambar : SindoNews

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: