Budikdamber Oleh Warga Dampingan RPKJ SATUNAMA

Satunama.org – Sudah sebulan lebih ini Warga Dampingan (WD) Rumah Pembelajaran Kesehatan Jiwa (RPKJ) Yayasan SATUNAMA melakukan kegiatan Budidaya Ikan Dalam Ember (BUDIKDAMBER). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendampingan kesehatan mental yang dilakukan oleh Caregiver RPKJ. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengajarkan WD menjadi pribadi yang bertanggungjawab, disiplin dan mandiri.

Melalui BUDIKDAMBER ini, ada apresiasi bagi diri WD sendiri, bahwa mereka sudah bisa melakukan aktivitas yang sebelumnya jarang bahkan tidak pernah melakukan aktivitas harian dikarenakan kondisi kesehatan mental mereka yang terganggu. BUDIKDAMBER sendiri adalah tehnik budidaya ikan dalam ember sekaligus menanam sayuran diatasnya. Tehnik budidaya ini cukup populer belakangan ini. Istilah BUDIKDAMBER sendiri dimunculkan oleh bapak Juli Nursandi, Dosen Budidaya Perikanan di Politeknik Negeri Lampung di tahun 2015.

Pengelolaan Budikdamber di RPKJ menempati lahan sebelah barat-selatan gedung. Ada delapan ember ukuran 60 liter yang ditata berjajar. Setiap hari paling tidak dua kali ember-ember tersebiut di kontrol oleh warga dampingan dan caregiver. Dari sekitar 300 bibit ikan lele yang ditebar di awal, saat ini masih bertahan sekitar 70% nya dengan kondisi baik. Kendala yang ada sebenarnya lebih kepada tingkat kematian ikan lelenya. Ini dikarenakan adaptasi awal terhadap lingkungan baru yang di alami ikan dan lingkungan hidup yang ada di kolam ke lingkungan yang ada di ember.

Direncanakan lele yang akan dipanen ke depan akan dijual ke masyarakat sekitar. Warga dampingan akan menjual atau menawarkan lele ke warga sekitar dengan pendampingan dari caregiver. Secara tidak langung hal Ini dapat memberikan edukasi ke warga sekitar bahwa warga dampingan RPKJ mampu memelihara dan menjual ikan lele . Disamping ikan lele, ada tanaman kangkung yang di pelihara di bagian atas ember.

Sampai saat ini kangkung sudah panen dua kali. Dan panen kangkung saat itu diolah oleh para Caregiver menjadi makanan bagi warga dampingan. Pengelolaan BUDIKDAMBER ini ternyata bisa memberikan sesuatu yang menyenangkan bagi salah satu warga dampingan RPKJ. “Saya senang dengan kegiatan memberi makan ikan karena bisa melihat dan mengamati bagaimana saat ikan lele makan.” Ujar Santo, salah satu Warga Dampingan.              

Sampai saat ini pengelolaan BUDIKDAMBER di RPKJ berjalan dengan baik, karena  warga dampingan rutin merawat dan memberi makan kepada ikan, yang dilakukannya setiap pagi dan sore. Dampak dari kegiatan ini kepada warga dampingan adalah mereka menjaid bertanggungjawab karena tahu tugasnya setiap hari dan mereka juga merasa senang, karena baru pertama kali memelihara ikan di dalam ember serta tanaman kangkung.

Meningkatnya rasa tanggungjawab dan bahagia dalam menjalankan kegiatan ini, harapannya perlahan-lahan bisa mendukung kestabilan kesehatan mental mereka, sehingga mereka menjadi mandiri dan bisa mengelola kesehatan mentalnya. [Berita & Foto : Doddy Kaliri & Karel Tuhehay/SATUNAMA]

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: