Mengelola Laporan dan Pengetahuan Program

Mengelola Laporan dan Pengetahuan Program

Lokalatih Penulisan Laporan dengan Pendekatan Pengelolaan Pengetahuan diadakan di Balai Latihan SATUNAMA, Selasa-Jumat, 3-5 September 2019. Lokalatih didesain dengan pendekatan andragogy yang mengutamakan dialog, diskusi dan menggali pengetahuan dan pengalaman bersama.

Satunama.org – Keterampilan menulis laporan program sangatlah penting. Keberhasilan program dapat terdokumentasi dengan baik apabila laporannya dibuat secara sistemastis, lengkap, dan jelas baik secara teknis maupun substansi. Melihat pentingnya entitas sebuah laporan program, SATUNAMA mengadakan lokalatih untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Fasilitator lokalatih adalah  Frans Toegimin dan William E. Aipipidely dari SATUNAMA. Peserta lokalatih berjumlah 13 orang termasuk dari SATUNAMA sendiri. Beberapa organisasi  yang terlibat sebagai peserta adalah LPA, Setara, MDMC, PR YAKKUM, dan Caritas Australia.

Lokalatih ini bukan kali pertama dibuat. SATUNAMA telah merancangnya sebagai sebuah program regular di samping program pelatihan lainnya. Tema Lokalatih kali ini adalah “Pelatihan Penulisan Laporan Berbasiskan Pengelolaan Pengetahuan”. Lokalatih berlangsung selama tiga hari pada Selasa-Kamis, 3-5 September 2019 di Balai Pelatihan SATUNAMA dan dibagi ke dalam empat sesi setiap harinya.

Butuh Ketajaman Analisis

Fasilitator Frans Toegimin memandu peserta Lokalatih Penulisan Laporan dengan pendekatan Pengelolaan Pengetahuan di Balai Latihan SATUNAMA, Selasa (3/9/19). Pemaparan teoritis tentang aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mambuat sebuah laporan menjadi salah satu topik dalam lokalatih.

Fokus kegiatan pada hari pertama adalah pemaparan teoritis tentang aspek-aspek penting dalam membuat sebuah laporan. Fasilitator hari pertama adalah Frans Toegimin yang memberikan arahan serta materi pengumpulan data di lapangan, membedakan fakta dan opini, pemilihan kata, dan ketajaman analisis berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

“Banyak yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan. Sistematika, tata bahasa, pemilihan kata dan lain-lain.”, jelas Pak Frans. Kegiatan tidak bersifat searah. Para peserta terlibat aktif dengan bertanya dan mengomentari materi maupun contoh-contoh laporan yang disajikan.

Kegiatan hari kedua berfokus pada praktek membuat laporan. Masing-masing peserta berkesempatan menampilkan laporan-laporan yang telah mereka kerjakan di lembaganya. Laporan tersebut dikoresi secara partisipatif oleh fasilitator juga peserta yang lain. Beberapa kekurangan dalam laporan seperti efektivitas kata, pemilihan font, design layout laporan, substansi sebuah laporan, dan pembelajaran dari sebuah program menjadi catatan penting yang perlu didalami oleh para peserta.

Cerita Perubahan yang Positif.

Fasilitator William Aipipidely mengisi sesi Menulis Cerita Perubahan Berbasiskan Laporan Program. Kamis, (5/9/19). Kisah-kisah menarik selama program berlangsung dapat diangkat menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat untuk orang lain.

Hari ketiga berfokus pada pembuatan tulisan untuk media massa. Tulisan-tulisan itu berbasiskan elemen perubahan dalam program dan dapat berbentuk opini atau feature.

William E. Aipipidely selaku Direktur Eksekutif Yayasan SATUNAMA Yogyakarta yang memfasilitasi sesi ini mengharapkan peserta mampu membuat tulisan perubahan berbasiskan data atau fakta yang mereka temukan di dalam melaksanakan sebuah program.

Kisah-kisah menarik selama program berlangsung dapat diangkat menjadi tulisan yang bermanfaat untuk orang lain. Media massa seperti koran adalah salah satu sarana publikasi tulisan-tulisan itu. “Apabila tulisan-tulisan itu berhasil dimuat di media massa artinya komunikasi organisasi lembaga kita telah berhasil”, ungkap William.

Selain menjadi program regular, lokalatih adalah sarana untuk menambah wawasan dan pengalaman baru bagi para peserta. Harapannya peserta dapat membuat sebuah laporan yang berkualitas sebagai sarana publikasi organisasinya sendiri maupun sebagai bahan yang dapat dipelajari oleh publik.

“Dengan latihan ini peserta dapat memahami bagaimana menulis laporan yang baik untuk dipublikasikan. Selain itu untuk membranding LSM-nya sendiri.”. ungkap Debora Ratri dari SATUNAMA Training Center.

Ibu Teresa, salah satu peserta lokalatih merasa bersyukur karena mendapatkan pengalaman baru dalam menulis laporan. Apalagi ini kali pertama ia mengikuti Lokalatih yang diadakan oleh Yayasan SATUNAMA. “Kalau pelatihan yang lain sudah biasa. Sedangkan untuk menulis laporan ini kali pertama kami”, demikian kesan perempuan dari Caritas Australia yang berkiprah di Timor Leste. [Yosef Gualbertus E. Weking / Editor : A.K. Perdana / Foto : Debora Ratri]

1 thought on “Mengelola Laporan dan Pengetahuan Program”

Leave a Comment

Translate »