Pelatihan Reguler SATUNAMA Training Center : Difabilitas dan Pembangunan

Sebagian besar masyarakat masih memandang differently abled people (difabel)  dengan sebelah mata atau bahkan tidak menganggap sama sekali. Hal ini lalu berdampak kepada tingkat partisipasi difabel di dalam pembangunan. Difabel sering terlewatkan dalam perencanaan pembangunan, bahkan hasil-hasil pembangunan belum sepenuhnya dinikmati dengan baik oleh difabel. Karena tidak semua hasil pembangunan tersebut menjawab kebutuhan difabel.

Perhatian Pemerintah sebenarnya sudah cukup memberi dampak baik kepada difabel. Namun hasilnya belum signifikan. Karena kemandirian difabel tidak hanya didukung oleh pembangunan yang dirancang dan kemudian dilaksanakan oleh Pemerintah serta kebijakan publik yang pro difabel. Tetapi ada banyak faktor yang turut mendukung kemandirian seorang difabel, yaitu penerimaan sosial dari masyarakat yang baik, perencanaan pembangunan yang berbasis kepada kebutuhan dasar difabel. Dan sudah tentu kesediaan difabel secara individu untuk membuka diri untuk terlibat dan bersama-sama beraktifitas dengan masyarakat. Dan juga dukungan keluarga yang ikut mendukung kemandirian tersebut.

Sementara itu, CSO sebagai salah satu pilar dalam perubahan sosial dalam pembangunan, perlu didorong dan ikut mendukung kemandirian difabel. Issue inklusi sosial yang akhir-akhir ini semakin menggema dalam perencanaan dan implementasi pembangunan, tidak bisa menampik bahwa keterlibatan salah satu kelompok marginal di masyarakat yaitu difabel, perlu diperhitungkan, dan harus didorong untuk menikmati hasil-hasil pembangunan. Inklusi social mengisyaratkan bahwa, keterlibatan kelompok marjinal, dalam hal ini difabel, perlu mendapat tempat sebagai salah satu kelompok penerima manfaat dalam program dan proyek dari CSO.  Untuk melibatkan dan menjadikan difabel sebagai salah satu kelompok penerima manfaat, maka CSO dituntut untuk memiliki perspektif yang baik, ketrampilan dan pengetahuan.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta menyiapkan CSO yang memiliki rencana menjadikan difabel sebagai salah satu penerima manfaat program atau proyek, maupun CSO yang sudah memiliki difabel sebagai penerima manfaat untuk meningkatkan expertisenya, maka Yayasan SATUNAMA akan menyelenggarakan Pelatihan Difabilitas dan Pembangunan.

Tujuan
Menumbuhkan cara pandang dan sikap yang lebih baik dari peserta terhadap difabel
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang strategi pemberdayaan bagi difabel
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta perencanaan pembangunan yang inklusi

Metode Pelatihan
Pelatihan dilaksanakan dengan model pembelajaran orang dewasa atau andragogi, dengan menggunakan metode pembelajaran seperti brainstorming, role play, field visit, diskusi kelompok, nonton video, dan presentasi materi.

Fasilitator
Fasilitator untuk pelatihan ini adalah Tim Fasilitator SATUNAMA yang sudah berpengalaman dalam mengelola pemberdayaan difabel dan mendampingi kelompok atau organisasi difabel, yaitu Karel Tuhehay, S.Sos.

Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Balai Pelatihan SATUNAMA
Jl. Sambisari No. 99, Dusun Duwet RT 07/34 Sendangadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta 55285.

Pelatihan akan diselengarakan 3 (tiga) hari dengan pilihan waktu sebagai berikut :
Batch 1 : Senin – Rabu, 24 – 26 Juni 2019.
Batch 2 : Senin – Rabu, 1 – 3 Juli 2019

Diskripsi Pelatihan
Materi yang akan dibicarakan di dalam pelatihan ini adalah sebagai berikut :

  1. Cacat atau Difabel
  2. Cara Pandang Difabel
  3. Paradigma dan Model Pendekatan Difabel
  4. Hak-hak difabel
  5. Community Based Rehabilitation (CBR)
  6. Inklusi difabel dalam pembangunan
  7. Perencanaan program lembaga untuk issue difabilitas
  • Output Pelatihan :
  1. Peserta memahami tentang cara pandang terhadap difabel yang ada di masyarakat
  2. Peserta memahami tentang paradigma dan model pendekatan difabel
  3. Peserta memahami tentang hak-hak difabel Peserta tahu dan paham tentang Community Based Rehabilitation sebagai salah satu strategi pemberdayaan bagi difabel
  4. Peserta memahami cara-cara berinteraksi dengan difabel
  5. Peserta memahami pembangunan inklusi difabel
  6. Peserta mampu menyusun perencanaan program lembaga untuk issue difabilitas

Informasi dan Pendaftaran
Untuk informasi dan pendaftaran lebih lanjut, segera hubungi :
Debora  Ratri (082226887110)
Unit Training SATUNAMA
Jl. Sambisari No. 99, Dusun Duwet RT 07/34 Sendangadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55285. Telp. 0274-867745, 867746, 867747. Email : training@satunama.org

Investasi dan Fasilitas Pelatihan

  • Investasi : Rp. 3.900.000,- (3 hari)
  • Fasilitas :
  1. Penginapan dengan kamar ber-AC dan air panas
  2. Makan 3 kali sehari : sarapan, makan siang dan malam
  3. Coffee Break 2 kali sehari
  4. Training kit : goodie bag, notes, pulpen dan flashdisk berisi materi
  5. Sertifikat Pelatihan
  6. Kelas Pelatihan yang nyaman dan mendukung

Leave a Comment

Translate »