satunamasatunamasatunama

Cerita Pengalaman Serta Refleksi Diri

Pengalaman Magang Di Yayasan SATUNAMA Yogyakarta

Volunteer
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Satunama.org – Berawal dari ketertarikan saya mengenai permasalahan dinamika sosial yang dihadapi masyarakat di Indonesia kini, sekaligus basis keilmuan saya yang membidangi kajian ilmusosial-politik, ditambahkan dengan adanya program mahasiswa magang yang di terapkan oleh fakultas saya, dengan media tersebut saya memutuskan untuk menimba ilmu tentang pemberdayaan masyarakat serta ilmu advokasi kebijakan yang biasanya ditawarkan oleh lembaga Non-Governmental Organization (NGO). Oleh sebab itu, dengan beberapa pengetahuan mengenai NGO di Indonesia, saya menentukan pilihan untuk memperluas kajian keilmuan sosial-politik saya di Satunama, yang nota bene lembaga tersebut memiliki konsentrasi di bidang pemberdayaan masyarakat.

Dengan beberapa acuan mengapa saya cenderung tertarik untuk menelisik lebih jauh mengenai kinerja Satunama, salah satu diantaranya terdapat pada program-program yang telah dikerjakan oleh Satunama, yakni pada program pemberdayaan masyarakat yang difokuskan pada kajian isu-isu yang menurut saya pribadi cukup dominan bila kita menganalisis lebih dalam mengenai permasalahan pada masyarakat Indonesia, adapun isu-isu tersebut adalah isu hak anak yang merupakan turunan dari hak asasi manusia, isu lingkungan, dan isu perkembangan ekonomi lokal.

Dengan beberapa acuan tersebut tibalah saya di Satunama dengan pengharapan semoga kelak saya dapat berkontribusi untuk lembaga Satunama sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak penulis maupun lembaga.

Kesan dihari pertama tiba di kantor Satunama yang saya dapatakan adalah bingung dan canggung, karena saya tidak pandai dalam beradaptasi secara instan dengan lingkungan baru diluar dari zona nyaman saya. Beberapa hari setelah itu, kesan-kesan seperti yang saya alami di awal-awal hari saya magang lambat laun mulai memudar, saya mulai bisa untuk fleksibel tidak seperti sebelumnya dalam artian saya mulai bisa beradaptasi dan berdiskusi secara nyaman dengan orang-orang di Satunama. Setelah tiba saatnya untuk memfokuskan pekerjaan di Satunama, saya menentukan pilihan untuk bergabung disalah satu departemen di Satunama yakni departemen Penguatan Masyarakat (PM) sesuai kebutuhan di proposal magang.

Setelah bergabung di departemen, saya diberikan beberapa opsi oleh departemen untuk menentukan wilayah kerja serta partner kerja. Kemudian saya memilih fokus lapangan kerja di Desa Keningar Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, karena didaerah tersebut terdapat pertambangan, serta wilayah kerja yang di koordinir oleh mas Patra Jatmiko. Dengan waktu yang hanya sedikit, saya hanya memiliki waktu berkunjung sebanyak enam kali kunjungan kerja.

Sebagai dari isu yang di suarakan oleh departemen PM terkait isu anak dan lingkungan, daerah Keningar merupakan ladang yang cocok untuk diberdayakan masyarakatnya. Di desa tersebut merupakan daerah yang rawan bencana, namun terdapat pertambangan golongan C dan desa Keningar pun telah memiliki komunitas anak yang diberi nama warga setempat dengan julukan Sanggar Lare Joyomukti.

Enam kali agenda kunjungan saya selalu terdapat agenda yang bermanfaat, agenda-agenda tersebut termasuk kedalam dua isu yang di galakkan Satunama yakni, isu anak dan isu lingkungan. Di agenda tersebut saya diberi tugas oleh departemen untuk membantu peranan dari mas Miko.

Refleksi yang saya dapatkan dari kegiatan kunjungan saya di desa Keningar adalah pertama, pengetahuan terkait komunikasi dan pengorganisasian yang notabene harus terjun langsung di masyarakat. Kedua, pemahaman mengenai hak anak, menurut saya isu anak sangat urgent dikarenakan anak merupakan penerus bangsa kita, oleh sebab itu pemberdayaan anak dinilai cukup penting. Ketiga, terkait isu lingkungan, dengan adanya pertambangan golongan c di desa Keningar, membuka mata saya terkait pentingnya dari lingkungan hidup, dikarenakan di pertambangan tersebut dapat mematikan mata air di desa keningar, sejauh ini mata air semakin lama krisis air mulai di alami oleh Indonesia.

Sekian, yang saya dapat tuliskan mengenai sedikit pengalaman dan refleksi diri ketika menjadi mahasiswa magang di Satunama, semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembaca.

Ditulis oleh : Muhammad Syahrul Niam (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Brawijaya)

(Visited 72 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Leave a comment

Your email address will not be published.


*