satunamasatunamasatunama

Guyub Bocah Jateng-DIY

Berbaur Bersama Sanggar Kuncup Melati Mandiri

SATUNAMA
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Minggu, 9 oktober 2016 kami dari Guyub Bocah Jateng DIY mengadakan kegiatan kunjungan ke sanggar melati mandiri yang berlokasi di pantai Parang Kusumo. Sanggar kuncup melati mandiri didirikan dan di kelola oleh para relawan dari berbagai kalangan di kota Yogyakarta. Relawan tersebut datang dari berbagai usia mulai dari SMA sampai orang dewasa serta melibatkan mahasiswa – mahasiswa di Yogyakarta. Sekre atau lokasi tempat mereka biasa berkumpul terletak di pinggiran Pantai Parangkusumo. Mereka berkumpul di bangunan yang sederhana milik salah seorang warga asli lokasi tersebut . Bu Kawit adalah pemilik rumah yang berbaik hati untuk berbagi tempat dengan anak-anak sanggar. Namun menurut salah satu pengelola sanggar tersebut mengatakan bahwa lokasi tempat mereka biasa berkumpul akan mengalami penggusuran dan terpaksa harus pindah ke lokasi lain.

Anggota sanggar kuncup melati mandiri berasal dari anak- anak sekitar Pantai Parangkusumo. Anggotanya rata- rata masih duduk di bangku sekolah dasar , namun ada juga satu atau dua anak yang duduk di bangku SMA. Mereka biasa berkumpul seminggu tiga kali mulai dari hari senin , kamis , dan sabtu. Kegiatan rutin mereka adalah membaca serta belajar bersama para relawan. Mata pelajaran yang diajarkan disinipun bervariasi mulai dari matematika, bahasa inggris, bahasa Indonesia serta kesenian khususnya kesenian melukis.

Pada hari Minggu, 9 oktober 2016 kami dari Guyub Bocah Jateng DIY berkesempatan untuk mengikuti serangkaian acara yang diadakan oleh sanggar kuncup melati mandiri . Kegiatan out door yang dilaksanakan mulai pukul dua siang sampai setengah enam sore bertujuan untuk mengajak anak –anak bermain , supaya mereka merasa aman dan nyaman dengan kegiatan aktivitas di sanggar, supaya mereka bisa akrab dengan para relawan , supaya mereka bisa bercerita tentang persoalan yang mereka hadapi di rumah serta berusaha agar anak-anak merasa bahagia dan melupakan semua permasalahan yang mereka hadapi terkait dengan penggusuran rumah mereka.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan sanggar kemudian kita dibawa untuk berputar- putar mengelilingi pantai menggunakan mobil serta berakhir di lokasi tujuan bermain out door yaitu di pantai parangtritis baru.
Untuk menuju ke lokasi kita menggunakan transport seadanya sehingga kita harus saling berbagi tempat . Selama di perjalanan kita menikmati pemandangan sekitar pantai dengan saling bersenda gurau bersama . Selama kurang lebih 15 menit akhirnya kami sampai juga di tempat tujuan. Di lokasi tujuan kami di giring menuju ke sebuah pelataran yang lumayan luas untuk bermain bersama. Sebelum permainan dimulai acara dibuka dengan sambutan dari pemilik tempat sanggar serta saling berkenalan satu sama lain. Kemudian dilanjutkan dengan permainan yanag diikuti oleh anak- anak dibawah 15 tahun. Namun permainan sementara dihentikan karena tiba- tiba hujan turun dan kami harus pindah lokasi untuk berteduh . Akhirnya kita berlainan menuju ke pelataran pasar yang tidak digunakan . Di sana permainan dimulai kembali, setiap anak anggota sanggar diberi kertas warna orange untuk menuliskan saran tentang apa saja yang boleh dilakukan di sanggar serta yang tidak boleh dilakukan di sanggar. Serta kami dari Guyub Bocah diberikan kertas warna hijau untuk menuliskan saran apa saja tentang sanggar kuncup melati mandiri. Setelah itu semua tuisan harus ditempelkan ke lukisan pohon yang telah disediakan.

Acara selanjutnya kita diajak untuk saling berbagi pengalaman apa saja yang kami dapatkan di Guyub Bocah serta pengalaman apa saja yang mereka dapatkan di sanggar kuncup melati mandiri. Pengalaman berharga yang belum mereka dapatkan di sanggar adalah bebas dari asap rokok. Karena masih banyak orang dewasa di sanggar yang memperliatkan kebiasaan merokok mereka di depan anak-anak sanggar. Maka dari itu salah satu tugas kita di sana adalah untuk memberikan pengetahuan atau saran kepada relawan sanggar agar tidak merokok di depan anak. Tidak lupa kita juga saling berbagi ilmu lain yang telah kami dapatkan di Guyub Bocah seperti tepuk hak anak serta lagu 10 hak anak. Mereka sangat antusias untuk mencoba bersama tepuk hak anak sampai mereka hafal dan mencobanya sendiri. Untuk melengkapi kebersamaan, kita juga berbagi makanan untuk kita makan bersama mereka. Ada minuman teh jahe, kacang tanah, tahu bakso, ubi dan lain lain. Acara diakhiri dengan berfoto bersama dan pembagian balon untuk dituliskan harapan yang ingin dicapai.

(Visited 61 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Leave a comment

Your email address will not be published.


*