satunamasatunamasatunama

Pelatihan SATUNAMA

Kelas Perdana, Sekolah Perempuan Desa

Sekolah Perempuan Desa 2016
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Satunama.org – Senin (28/3) Yayasan SATUNAMA memulai kelas perdana Sekolah Perempuan Pedesaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelas Besar SATUNAMA, Duwet, Sendangadi, Mlati, Sleman. Kelas perdana ini merupakan inisiasi awal untuk membantu perempuan desa bersama-sama membangun desa. “Sekolah Perempuan Pedesaan yang nantinya akan rutin dilaksanakan dua minggu sekali selama dua tahun. Program ini merupakan salah satu wujud dari kerjasama yang dilakukan oleh Yayasan Satunama dengan pemerintah Desa Sendangadi,” tutur Nunung Qomariyah, dari SATUNAMA.

Program perdana ini diikuti oleh 28 perempuan Desa Sendangadi. Peserta terdiri dari perempuan muda hingga ibu rumah tangga. “Semuanya adalah warga desa Sendangadi. Perempuan-perempuan ini adalah orang-orang terpilih yang direkomendasikan oleh perangkat desa dan para kader-kader di desa,” lanjut Nunung.

Hadir, Pak Harjuno, perwakilan dari Pemerintah Desa Sendangadi, memberikan sambutan dalam kelas perdana Sekolah Perempuan Pedesaan. Harjuno menyampaikan, “Selamat dan semangat bagi para peserta. Semoga tidak hanya sekedar datang lalu pulang.”

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu peserta dalam melihat potensi dan persoalan perempuan baik remaja maupun ibu-ibu di pedesaan, khususnya di Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Sleman, untuk turut berpartisipasi membangun desa.” Ujar Nunung disela-sela pelaksanaan sekolah.

Hal senada disampaikan oleh Insan Kami, Wakil Direktur SATUNAMA. Menurut Kamil, perempuan menjadi aktor penting dalam perubahan menuju desa yang lebih baik. Oleh karena itu sasaran penting program ini adalah perempuan desa. “Pertama, perempuan sebagai aktor utama menuju masyarakat yang sehat secara sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan. Kedua, perempuan masih dianggap kelompok kelas dua, dimana masih ada peminggiran terhadap peran dan status perempuan di dalam masyarakat. Padahal perempuan merupakan aktor yang memiliki peran penting yang perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.”

Penulis : Bella, Mahasiswa Magang UAJY
Editor : Ryan Sugiarto

(Visited 134 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Leave a comment

Your email address will not be published.


*