TOR PELATIHAN PENGGALANGAN DANA (FUND RAISING) 20-25 September 2010

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

TOR PELATIHAN PENGGALANGAN DANA (FUND RAISING) 20-25 September 2010

LATAR BELAKANG

Program-program pemberdayaan masyarakat di Indonesia yang dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil (Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM dan Organisasi Sosial – Kemasyarakatan) telah membuka wawasan masyarakat terhadap pentingnya peran serta (partisipasi) sosial terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Di berbagai wilayah di Indonesia, pelaksanaan peran serta (partisipasi) dinilai belum cukup menunjukkan kuatnya proses demokrasi. Untuk itu, peran serta organisasi masyarakat sipil semakin dibutuhkan lebih besar lagi.

Peran serta tersebut tentunya membutuhkan berbagai sumber daya yang tidak sedikit (tenaga, pikiran, totalitas dan terutama dana). Kondisi yang tidak bisa dipungkiri adalah banyak organisasi masyarakat sipil di Indonesia yang secara program memiliki dampak cukup luas tetapi secara finansial kelembagaan masih harus tambal sulam. Oleh karena itu, kesinambungan (sustainability) organisasi, terutama kesinambungan financial kelembagaan, haruslah menjadi salah satu fokus perhatian utama. Dengan memperkuat financial kelembagaan, organisasi masyarakat sipil akan mampu bertahan dan berkembang dalam perencanaan yang matang di semua aspek pendukung hidupnya sehingga program-program yang ada tetap terlaksana dan berkembang sesuai tuntutan & kebutuhan masyarakat.

Pengandaian – pengandaian lama yang menyatakan bahwa organisasi masyarakat sipil (khususnya, LSM dan Organisasi Sosial – Kemasyarakatan) di Indonesia dapat menggantungkan diri sepenuhnya kepada lembaga funding dalam semua pendanaan kegiatan haruslah mulai diubah. Kesinambungan organisasi tidak hanya berkaitan dengan menjalin hubungan dengan funding tetapi juga melakukan serangkaian kegiatan yang terorganisir baik untuk menggalang sumber daya dan dana bagi kesinambungan organisasi. Dengan demikian, organisasi masyarakat sipil dapat mengembangkan diri dan menjaga kesinambungan organisasinya secara mandiri.

Pengalaman SATUNAMA dalam Penggalangan Dana cukup menarik untuk dianalisis. Pada tahun 1996, SATUNAMA mengelola program senilai 1,5 Milyar Rupiah, dimana 100% dana tersebut datang dari donor. Pada tahun 1998, SATUNAMA mulai menggalang dana dari luar donor sebesar 5% dari total nilai program. Pada tahun 2004, SATUNAMA mengelola program senilai 9 Milyar Rupiah, dimana 40% dari dana tersebut diperoleh dari kegiatan penggalangan dana. Dari penggalangan dana tersebut, SATUNAMA mampu untuk menggaji semua stafnya tanpa tergantung dari dana sponsor. Pada tahun 2005, SATUNAMA memiliki 76 personil, 19 orang digaji oleh donor dan 57 orang dibiayai sendiri dari kegiatan penggalangan dana lembaga. Pada tahun 2005, income dari penggalangan dana sendiri sebesar 63% dan 37% dana datang dari para donor tetap. Inilah pengalaman yang ingin di-share-kan dan didiskusikan dalam pelatihan penggalangan dana bagi organisasi masyarakat sipil.

Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, SATUNAMA sebagai elemenen organisasi masyarakat sipil – LSM ingin berbagi pengalaman dalam pelatihan Penggalangan Dana (Fund Raising). Pelatihan penggalangan dana yang dirangkai dalam penetapan strategi hingga implementasinya diharapkan mampu membekali keterampilan organisasi masyarakat sipil menuju kemandirian.

TUJUAN

Tujuan dari pelatihan ini adalah agar:
1.Participan semakin mengenal arti dan implikasi kegiatan Penggalangan Dana.
2.Partisipan mampu menilai upaya-upaya Penggalangan Dana
3.Partisipan mempu menyusun Strategi Penggalangan Dana.
4.Partisipan mampu merancang instrument Penggalangan Dana dan memahami kegunaan instrumen-instrumen Penggalangan Dana.

Tujuan akhir dari pelatihan ini adalah partisipan mampu menemukan alternatif sistem penggalangan daya dan dana yang cocok untuk diterapkan di organisasinya.

MATERI DAN METODE PELATIHAN

Materi
Materi pelatihan secara garis besar meliputi :
1.Pemahaman mengenai Penggalangan Dana
2.Pentingnya menghadapi implikasi Penggalangan Dana
3.Penggalangan Dana dan sustainability.
4.Menentukan strategi Penggalangan Dana
5.Langkah-langkah dalam melakukan Penggalangan Dana.
6.Berbagai upaya Penggalangan Dana.
7.Instrumen Penggalangan Dana.
8.Etika Penggalangan Dana.
9.Evaluasi Penggalangan Dana.

Metode
Materi tersebut akan disampaikan dengan metode partisipatif :
Presentasi singkat
Ceramah dan tanya jawab
Diskusi kelompok, Diskusi pleno
Penugasan
Pameran hasil diskusi
Brainstorming

FASILITATOR DAN NARASUMBER

Fasilitator
1.Methodius Kusumahadi, DCM sudah berpengalaman dalam memberikan konsultasi dan fasilitasi pelatihan Penggalangan Dana bagi LSM di Indonesia dan Timor Leste. Meth. Kusumahadi, DCM adalah pendiri dan Ketua Pembina SATUNAMA.

Selama 18 tahun sebagai Kepala Perwakilan USC Canada di Indonesia. Setiap 2 tahun sekali melakukan public fund raising dari pantai timur/east coast Canada (Hallifax) sampai pantai barat Canada (Vancouver Island). Mengumpulkan uang dari berbicara di SD-SD, Mahasiswa, Guru-guru, tempat ibadah dan juga ceramah di Balikaota, dan sebagainya.

1.Meth. Kusumahadi, DCM memiliki beberapa sertifikat dalam kegiatan penggalangan dana, yaitu
•Sertifikat dari TNC Miami, Florida
•Sertifikat dari TNC Vanuatu
•Sertifikat dari TNC Asia Pasifik di Brisband, Australia
•Sertifikat TOT fund raising di Straadbroke, Queensland, Australia

2.Wahyu Sadewo adalah salah seorang konsultan dan fasilitator dari SATUNAMA yang sering melakukan tugas konsultasi dan fasilitasi bagi lembaga mitra SATUNAMA maupun yang meminta dukungan fasilitasi dari SATUNAMA. Sertifikat dalam kegiatan penggalangan dana yang dimilikinya dari TNC Asia Pasifik di Brisband, Austalia.

Narasumber
Nara sumber akan membagikan pengalamannya tentang penggalangan dana.

BIAYA
Biaya pelatihan Rp. 3.000.000,00 per orang
Pembayaran :
-Satu Minggu sebelum training minimal Rp 1.000.000,00 dan pelunasan pada saat pelatihan. (mohon bukti transfernya dikirim via fax atau email kepada kami)
-Melalui rekening :
BII Cab Jendral Soedirman Yogyakarta
Jl. Jend. Sudirman, Yogyakarta
No. : 2-027-00878-6
a.n Yayasan SATUNAMA
-Biaya transportasi dan kesehatan menjadi tanggungan peserta/lembaganya

FASILITAS

Kompleks pelatihan yang nyaman
Kamar ber-ac
Makan 3x/hari
Snack 2x/hari
Training kit
Materi pelatihan (referensi pelatihan bisa dipesan dengan biaya sendiri).

TEMPAT, WAKTU/TANGGAL PELATIHAN & BATAS AKHIR PENDAFTARAN

Tempat:
Kompleks Pelatihan SATUNAMA
Jl. Sambisari No. 99, Dusun Duwet RT 07/34 Sendangadi, Mlati, Sleman,
Yogyakarta 55285
Telp. 0274-867745, 867746, 867747 (200)

Waktu/Tanggal Pelatihan:
Pelatihan dilaksanakan selama 6 hari (Senin s.d Sabtu, tanggal 20-25 September 2010), pukul 08.00 s.d. 17.30 WIB.

Batas Akhir Pendaftaran:

Pendaftaran dibuka sampai tanggal 13 September 2010

KONTAK PERSON
•Tatik Sulistyaningsih atau Sana Unlaili

Divisi Capacity Building SATUNAMA
Telp. 0274-867745, 867746, 867747 (200)
Fax. 0274-869044
Email : training@satunama.org

TOR PELATIHAN PENGGALANGAN DANA (FUND RAISING) 20-25 September 2010

LATAR BELAKANG

Program-program pemberdayaan masyarakat di Indonesia yang dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil (Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM dan Organisasi Sosial – Kemasyarakatan) telah membuka wawasan masyarakat terhadap pentingnya peran serta (partisipasi) sosial terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Di berbagai wilayah di Indonesia, pelaksanaan peran serta (partisipasi) dinilai belum cukup menunjukkan kuatnya proses demokrasi. Untuk itu, peran serta organisasi masyarakat sipil semakin dibutuhkan lebih besar lagi.

Peran serta tersebut tentunya membutuhkan berbagai sumber daya yang tidak sedikit (tenaga, pikiran, totalitas dan terutama dana). Kondisi yang tidak bisa dipungkiri adalah banyak organisasi masyarakat sipil di Indonesia yang secara program memiliki dampak cukup luas tetapi secara finansial kelembagaan masih harus tambal sulam. Oleh karena itu, kesinambungan (sustainability) organisasi, terutama kesinambungan financial kelembagaan, haruslah menjadi salah satu fokus perhatian utama. Dengan memperkuat financial kelembagaan, organisasi masyarakat sipil akan mampu bertahan dan berkembang dalam perencanaan yang matang di semua aspek pendukung hidupnya sehingga program-program yang ada tetap terlaksana dan berkembang sesuai tuntutan & kebutuhan masyarakat.

Pengandaian – pengandaian lama yang menyatakan bahwa organisasi masyarakat sipil (khususnya, LSM dan Organisasi Sosial – Kemasyarakatan) di Indonesia dapat menggantungkan diri sepenuhnya kepada lembaga funding dalam semua pendanaan kegiatan haruslah mulai diubah. Kesinambungan organisasi tidak hanya berkaitan dengan menjalin hubungan dengan funding tetapi juga melakukan serangkaian kegiatan yang terorganisir baik untuk menggalang sumber daya dan dana bagi kesinambungan organisasi. Dengan demikian, organisasi masyarakat sipil dapat mengembangkan diri dan menjaga kesinambungan organisasinya secara mandiri.

Pengalaman SATUNAMA dalam Penggalangan Dana cukup menarik untuk dianalisis. Pada tahun 1996, SATUNAMA mengelola program senilai 1,5 Milyar Rupiah, dimana 100% dana tersebut datang dari donor. Pada tahun 1998, SATUNAMA mulai menggalang dana dari luar donor sebesar 5% dari total nilai program. Pada tahun 2004, SATUNAMA mengelola program senilai 9 Milyar Rupiah, dimana 40% dari dana tersebut diperoleh dari kegiatan penggalangan dana. Dari penggalangan dana tersebut, SATUNAMA mampu untuk menggaji semua stafnya tanpa tergantung dari dana sponsor. Pada tahun 2005, SATUNAMA memiliki 76 personil, 19 orang digaji oleh donor dan 57 orang dibiayai sendiri dari kegiatan penggalangan dana lembaga. Pada tahun 2005, income dari penggalangan dana sendiri sebesar 63% dan 37% dana datang dari para donor tetap. Inilah pengalaman yang ingin di-share-kan dan didiskusikan dalam pelatihan penggalangan dana bagi organisasi masyarakat sipil.

Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, SATUNAMA sebagai elemenen organisasi masyarakat sipil – LSM ingin berbagi pengalaman dalam pelatihan Penggalangan Dana (Fund Raising). Pelatihan penggalangan dana yang dirangkai dalam penetapan strategi hingga implementasinya diharapkan mampu membekali keterampilan organisasi masyarakat sipil menuju kemandirian.

TUJUAN

Tujuan dari pelatihan ini adalah agar:
1.Participan semakin mengenal arti dan implikasi kegiatan Penggalangan Dana.
2.Partisipan mampu menilai upaya-upaya Penggalangan Dana
3.Partisipan mempu menyusun Strategi Penggalangan Dana.
4.Partisipan mampu merancang instrument Penggalangan Dana dan memahami kegunaan instrumen-instrumen Penggalangan Dana.

Tujuan akhir dari pelatihan ini adalah partisipan mampu menemukan alternatif sistem penggalangan daya dan dana yang cocok untuk diterapkan di organisasinya.

MATERI DAN METODE PELATIHAN

Materi
Materi pelatihan secara garis besar meliputi :
1.Pemahaman mengenai Penggalangan Dana
2.Pentingnya menghadapi implikasi Penggalangan Dana
3.Penggalangan Dana dan sustainability.
4.Menentukan strategi Penggalangan Dana
5.Langkah-langkah dalam melakukan Penggalangan Dana.
6.Berbagai upaya Penggalangan Dana.
7.Instrumen Penggalangan Dana.
8.Etika Penggalangan Dana.
9.Evaluasi Penggalangan Dana.

Metode
Materi tersebut akan disampaikan dengan metode partisipatif :
Presentasi singkat
Ceramah dan tanya jawab
Diskusi kelompok, Diskusi pleno
Penugasan
Pameran hasil diskusi
Brainstorming

FASILITATOR DAN NARASUMBER

Fasilitator
1.Methodius Kusumahadi, DCM sudah berpengalaman dalam memberikan konsultasi dan fasilitasi pelatihan Penggalangan Dana bagi LSM di Indonesia dan Timor Leste. Meth. Kusumahadi, DCM adalah pendiri dan Ketua Pembina SATUNAMA.

Selama 18 tahun sebagai Kepala Perwakilan USC Canada di Indonesia. Setiap 2 tahun sekali melakukan public fund raising dari pantai timur/east coast Canada (Hallifax) sampai pantai barat Canada (Vancouver Island). Mengumpulkan uang dari berbicara di SD-SD, Mahasiswa, Guru-guru, tempat ibadah dan juga ceramah di Balikaota, dan sebagainya.

1.Meth. Kusumahadi, DCM memiliki beberapa sertifikat dalam kegiatan penggalangan dana, yaitu
•Sertifikat dari TNC Miami, Florida
•Sertifikat dari TNC Vanuatu
•Sertifikat dari TNC Asia Pasifik di Brisband, Australia
•Sertifikat TOT fund raising di Straadbroke, Queensland, Australia

2.Wahyu Sadewo adalah salah seorang konsultan dan fasilitator dari SATUNAMA yang sering melakukan tugas konsultasi dan fasilitasi bagi lembaga mitra SATUNAMA maupun yang meminta dukungan fasilitasi dari SATUNAMA. Sertifikat dalam kegiatan penggalangan dana yang dimilikinya dari TNC Asia Pasifik di Brisband, Austalia.

Narasumber
Nara sumber akan membagikan pengalamannya tentang penggalangan dana.

BIAYA
Biaya pelatihan Rp. 3.000.000,00 per orang
Pembayaran :
-Satu Minggu sebelum training minimal Rp 1.000.000,00 dan pelunasan pada saat pelatihan. (mohon bukti transfernya dikirim via fax atau email kepada kami)
-Melalui rekening :
BII Cab Jendral Soedirman Yogyakarta
Jl. Jend. Sudirman, Yogyakarta
No. : 2-027-00878-6
a.n Yayasan SATUNAMA
-Biaya transportasi dan kesehatan menjadi tanggungan peserta/lembaganya

FASILITAS

Kompleks pelatihan yang nyaman
Kamar ber-ac
Makan 3x/hari
Snack 2x/hari
Training kit
Materi pelatihan (referensi pelatihan bisa dipesan dengan biaya sendiri).

TEMPAT, WAKTU/TANGGAL PELATIHAN & BATAS AKHIR PENDAFTARAN

Tempat:
Kompleks Pelatihan SATUNAMA
Jl. Sambisari No. 99, Dusun Duwet RT 07/34 Sendangadi, Mlati, Sleman,
Yogyakarta 55285
Telp. 0274-867745, 867746, 867747 (200)

Waktu/Tanggal Pelatihan:
Pelatihan dilaksanakan selama 6 hari (Senin s.d Sabtu, tanggal 20-25 September 2010), pukul 08.00 s.d. 17.30 WIB.

Batas Akhir Pendaftaran:

Pendaftaran dibuka sampai tanggal 13 September 2010

KONTAK PERSON
•Tatik Sulistyaningsih atau Sana Unlaili

Divisi Capacity Building SATUNAMA
Telp. 0274-867745, 867746, 867747 (200)
Fax. 0274-869044
Email : training@satunama.org

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 464 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*