JALAN MENUJU KEMANDIRIAN – KELUAR DARI DUKUNGAN SATUNAMA

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

THE SATUNAMA assists many farmer groups throughout Indonesia. Over the last few years SATUNAMA has been training farmers in organic farming practices and other sustainable forms of agriculture.
Example
Marsudi Lestari (ML) self-help group is based in pagerharjo village, north of Yogyakarta city. ML was established in 2002 and in the year 2003, SATUNAMA began to work with ML to help them fulfill their aim of increasing prosperity in their village. ML decided that organic farming was the best approach to take to ensure sustainability of their livelihoods, while protecting their health from chemicals used in commercial farming.
ML has grown from 8 to 32 members in the last five years and meets regularly once a month, any nonmembers are welcome to attend as well. There is a healthy mix of Christian, Catholic and Muslim members.
The assistance SATUNAMA has provided to ML has always been dependent on the wishes of ML. According to Mr. Etun Sutanto, ML’s Chairman, they have been very pleased with all the training and support they feel their progress over the years has been very good, “ SATUNAMA has filled many needs and identified potential areas of opportunity and improvement”.
Impact
The benefits of the trainings don’t just end with ML members, but are passed on buy members their friends and neighbors. For example, a rice study center has been setup to identify and preserve good local strains; fish pond development has helped with irrigating cash crops; and soft loans have helped them make investments in the future. Such initiative have helped spread acceptance of sustainable and organic farming over the years has benefited their health and the environment while improving soil quality, water retention in the soil and made crops more productive.
ML value their independence and feel much stronger as groupndue to their work with SATUNAMA, but they are ready for SATUNAMA to phase-out its support. However, they won’t be completely alone because they have already established a network with five other groups in their area; have a close relationship with another NGO; and plan to work more closely with the local government. The local government has provided good support in the past, and ML hopes to build further from there. This is really the best way to ensure sustainability ofcommunities because local government will always be thera, unlike a NGO.
Shodiq/Alex

SATUNAMA membantu banyak kelompok petani di seluruh Indonesia. Dalam kurun waktu tiga tahun, SATUNAMA telah melatih para petani dalam praktek – praktek pertanian organik, demikian juga dalam bentuk pertanian yang berkelanjutan.
Contoh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Marsudi Lestari (ML), berbasis di Desa Pagerharjo, di sebelah utara kota Yogyakarta. ML didirikan pada tahun 2002 dan tahun 2003 SATUNAMA mulai membantu mereka untuk melaksanakan tujuan mereka. ML memutuskan bahwa pertanian organik merupakan pendekatan terbaik untuk menjamin keberlanjutan mata pencaharian mereka, sekalian melindungi kesehatan mereka dari bahan kimia yang digunakan dalam pertanian komersial.
ML telah tumbuh dari hanya 8 orangmenjadi 32 orang anggota di tahun-tahun pertama, di mana mereka secara teratur bertemu sebulan sekali, dan mereka yang bukan anggota pun juga disambut kehadirannya. Ada perpaduan yang sehat antara para anggotanya yang beragama Kristen, Katolik dan Muslim.
Bantuan yang telah diberikan oleh SATUNAMA kepada ML selalu disesuaikan dengan kehendak ML. Menurut Pak Etun Sutanto, ketua ML, mereka sangat berterima kasih atas pelatihan dan bantuan yang telah mereka terima. Dia mengatakan bahwa kemajuan mereka selama bertahun-tahun sangat bagus, “SATUNAMA telah memenuhi banyak kebutuhan dan telah mengidentifikasi area potensial untuk kesempatan dan peningkatan”.
DAMPAK Keuntungan dari pelatihan-pelatihan tersebut tidak hanya berakhir pada para anggota ML, tetapi juga mereka ajarkan ke teman dan tetangga mereka. Misalnya, telah dibuat pusat belajar budidaya padi untuk mengidentifikasikan dan mengawetkan benih padi lokal yang bagus ; bantuan pembesaran kambing telah memperbaiki ternak lokal; pengembangan kolam ikan telah membantu megirigasi tanaman pangan; dan pinjaman lunak telah membantu mereka berinvestasi untuk masa depan. Usaha-usaha semacam itu telah membantu menyebarkan penerimaan terhadap praktek-praktek pertanian organik yang berkelanjutan di daerah mereka. Dengan mempraktekan dan mengembangkan pertanian organik selama bertahun-tahun, mereka telah diuntungkan dalam hal kesehatan dan lingkungan, sambil memperbaiki kualitas tanah, penyimpanan air dalam tanah dan membuat tanaman lebih pruduktif.
ML menghargai kemandirian mereka dan merasa jauh lebih kuat sebagai kelompok, yang merupakan hasil kerjasama mereka dengan SATUNAMA, tetapi mereka juga siap bila SATUNAMA menarik diri. Walaupun begitu mereka tidak akan sendiri sama sekali, karena mereka telah membentuk jaringan bersama lima kelompok lain di daerah mereka, dan memiliki hubungan erat dengan LSM lain, serta berencana untuk bekerja lebih erat dengan pemerintah lokasi. Pemerintah lokal telah menyediakan dukungan yang bagus di masa lalu, dan ML berharap untuk membangun hubungan lebih jauh ke depannya. Ini betul-betul merupakan cara terbaik untuk menjamin keberlanjutan masyarakat,karena pemerintah lokal akan selalu berada disana, tidak seperti LSM.
Anda bisa membantu SATUNAMA untuk mencapai tujuannya dalam meningkatkan mata pencaharian di kelompok dampingannya melalui berbagai pendekatan. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami pada alamat di bawah ini.
Shodiq/Aex
Catatan:
Aktivitas ini merupakan bagian dari Community Sustainable Livelihood Through Agro Biodiversity Program, yang berlangsung tahun 2007 – 2010

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 84 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*