KEDAULATAN PANGAN

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

The use of indigenous crop varieties by farmers in Indonesia has declined in recent years as hybrid and other commercial varieties to produce acceptable yields farmers must use higher inputs of fertiliser and pesticides. High input use places a high cost burden on farmers as well as potentially degrading farming land.
SATUNAMA is working with farmers to revive the use of indigenous seed varieties and other indigenous practices to overcome the above concerns. It is hoped these efforts will improve both the welfare of farming families and ecological sustainability.

Example
Since 2005, SATUNAMA has been working with the Asih Mulyo farmer group at Giriasih village near Yogyakarta. The group focuses on sustainable farming techniques but has taken a particular interest in indigenous seed varieties.
Group leader Pak paijan explains. “We live in a relatively dry, hilly region and lack irrigation water. We have been disappointed with the yields of commercial seed vareieties under with conditions. From our demonstration plot of 2,500m2 we can only harvest 30kg of rice (equivalent to 120kg/ha)”

In 2005, the group plented two indigenous rice varieties ( ketan mencero and Gondil Lembayo) and achieved yields of 4.8 tonnes/ha and 3.1 tonnes/ha.
Deputy group leader Pak sati said all members have been very pleased with the resuld. “The yield improvement is due to having more suitable varieties for our conditions, but also due to improved management techniques we have learnt from SATUNAMA”.
The group now practices recycling of crop residues for making good quality compost to fertilise crops. They have also introduced crop rotation with legumes and are considering agro-forestry in the future to achieved increased bio-diversity and sustainability.
As a resuld of asih mulyo’s success, group membership has grown from 25 members to a total of 58 in just one years, and the local government has recognized its success by agreeing to fund the purchase of a second demonstration plot.
Impact
A number of impacts have already been achived by the group as a resuld of introducing indigenous seed varieties, and no doubt there will be wider impacts in the future. Of particular significance are:
• An increased in the use of ecological farming practice by the group which will ensure long term sustainability.
• Improved welfare of farming families because of increased production and less reliance on external, higt cost inputs.
• Recognition by government of improved farming of sustainable farming practices at the evicial level.
• Solidarity within the group will ensure a continuation of research and development of indigenous farming practices to benefit future generations.

You can help SATUNAMA in its goal to improve livelihoods in its target group. Pleas contact us at the address below for detail.

Maman/joe

This activity is part of Community Suistainable Livelihood Through Agro Biodiversity Program (2007 -2010)

Penggunaan keragaman hasil panen lestari oleh petani Indonesia belakangan ini telah menurun, karena populernya keragaman hibrida dan jenis komersial yang lain. Walaupun begiitu, keragaman komersial untuk menghasilkan panen yang akseptable, para petani harusmenggunakan lebih banyak pupuk dan peptisida . Dengan penggunaan yang banyak tersebut maka biaya yang harus dikeluarkan petani juga akan lebih besar, sekaligus menurunkan mutu tanah pertanian yang potensial.

SATUNAMA seddang bekerjasama dengan para petani untuk menghidupkan lagi penggunaan berbagai benih asli dan praktek-praktek lestari untuk mengatasi masalah diatas. Upaya-upaya ini diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani maupun keberlanjutan ekologis.
Contoh
Sejak tahun 2005 SATUNAMA telah bekerjasama dengan kelompok tani asih mulyo digiriasih , Gunung kidul, Yogyakarta. Kelompok tersebut berfokus pada tekhnik-tekhnik pertanian berkelanjutan, tetapi secara khusus untuk kepentingan keragaman benih lokal.
Pak Paijan sebagai pimpinan kelompok menjelaskan “Kami tinggal di tempat yang relative kering, berbukit-bukit dan kekurangan irigasi. Dalam situasi begini, kami telah kecewa dengan panen varietas benih komersial. Dari demplot seluas 2.500m2, Kami hanya bisa panen 30kg beras (yang berarti sekitar 120kg/ha)”.
Pada tahun 2005, kelompok tersebut menanam dua varietas padi asli (ketan mencero dan gondil lembayo), dan bisa menghasilkan 4,8 ton/ha dan 3,1 ton/ha.
Wakil ketua kelompok, Pak Sati, mengatakan bahwa semua anggota gembira dengan hasil tersebut . “Perbaikan panen disebabkan karena varietas yang lebih cocok untuk kondisi kami , tetai juga karena adanya teknik-teknik manajemen yang lebih baik, yang kami pelajari dari SATUNAMA “.
Kini kelompok tersebut mempraktekkan daur ulang residu panen untuk membuat kompos yang berkualitas bagus untuk memupuk tanaman . Mereka juga telah memperkenalkan rotasi tanaman denga tanaman polong, dan sedang mempertimbangkan agro-forestri untuk masa depan, untuk menghasilkan peningkatan keanekaragaman dan keberlanjutan.
Setelah Asih mulyo sukses, anggota kelompok meningkat jumlahnya dari 25 menjadi 58 orang hanya dalam satu tahun, dan pemerintah daerah telah mengakui kesuksesan tersebut dengan menyetujui untuk mendanai pembelian demlot yang kedua.
Dampak
Penggenalan tentang varietas benih asli tersebut telah membuat sejumlah dampak, dan tidak diragukan akan ada dampak yang lebih luas di masa depan. Secara signifikan dampak-dampak tersebut berupa:
• Peningkatan penggunaan praktek pertanian secara ekologis oleh anggota kelompok dan petani secara ekologis oleh anggota kelompok dan petani diluar kelompok, yang akan menjamin keberlanjutan dalam waktu panjang;
• Meningkatkan kesejahteraan keluarga petani, karena adanya peningkatan produksi dann menurunya kepercayaan terhadap input eksternal yang berbiaya tinggi;
Anda bisa membantu SATUNAMA untuk mencapai tujuan dalam meningkatkan matapencaharian di kelompok dampingannya melalui berbagai pendekatan. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami pada alamat dibawah ini

Maman/joe
Aktivitas ini merupakan bagian dari program Community Sustainable Livelihood Through Agro Biodiversity berlangsung mulai pada tahun 2007 – 2010

• Pengakuan oleh pemerintah tentang Solidaritas dalam kelompok akan menjamin adanya penelitian dan pengembangan praktek pertanian indigenous dan kepentingan generasi mendatang.
metode pertanian yang lebih baik akan meningkatkan promosi tentang praktek pertanian yang berkelanjutan di tingkat resmi;

(Visited 61 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*