Satunama.org — Bagi organisasi non-pemerintah (NGO), pengelolaan keuangan bukan sekadar urusan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Di balik setiap anggaran terdapat sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi untuk menjalankan misi sosialnya. Karena itu, pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan sekaligus memastikan sumber daya digunakan secara tepat untuk mencapai tujuan organisasi.
Pemahaman tersebut menjadi dasar SATUNAMA Training Center (STC) dalam menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Manajemen Keuangan untuk Organisasi Non-Pemerintah (NGO)” pada 16-18 September 2026. Selama tiga hari, pelatihan yang menghadirkan Minerva Yanuar sebagai pemateri utama ini diikuti oleh staf keuangan dari berbagai lembaga nirlaba. Peserta tidak hanya diajak memahami prinsip dan sistem pengelolaan keuangan, tetapi juga mempraktikkan bagaimana perencanaan anggaran, pencatatan transaksi, pelaporan, hingga kesiapan audit dapat mendukung transparansi dan akuntabilitas organisasi.

Pelatihan diawali dengan pembahasan mengenai regulasi organisasi non-pemerintah, penyusunan Anggaran Strategis (Renstra) dan rencana kerja tahunan (workplan), serta penyusunan anggaran yang selaras dengan kebutuhan program dan operasional organisasi. Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya penerapan pengendalian internal, antara lain melalui pemisahan tugas dan prosedur otorisasi. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa penggunaan sumber daya organisasi direncanakan dengan baik, dapat ditelusuri, dan dipertanggungjawabkan.
Salah satu materi teknis yang dibahas dalam pelatihan adalah perubahan standar akuntansi bagi organisasi nirlaba, dari PSAK 45 menuju ISAK 335 yang selaras dengan PSAK 201. Peserta diperkenalkan pada bagaimana perubahan tersebut diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan organisasi, termasuk penyesuaian Laporan Posisi Keuangan, Laporan Penghasilan Komprehensif, Laporan Perubahan Aset Neto, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Selain itu, peserta juga mempelajari cara mempelajari jenis penerimaan, membedakan dana berdasarkan ada tidaknya pembatasan, serta mengklasifikasikan pengeluaran sesuai dengan peruntukannya.
Pemahaman tersebut kemudian diterapkan melalui simulasi alur keuangan sehari-hari. Peserta dilatih mengumpulkan dan memverifikasi dokumen bukti transaksi, menyusun Jurnal Harian, mengklasifikasikan akun dalam Chart of Account (COA), hingga melakukan posting ke Buku Besar. Untuk mempermudah proses pencatatan harian dan pengelolaan penyesuaian, peserta juga mempratikkan penggunaan SANGO (Software Akuntansi NGO), sehingga proses yang dipelajari dapat lebih dekat dengan kebutuhan pengelolaan keuangan organisasi sehari-hari.
Pengelolaan keuangan organisasi juga mencakup bagaimana aset dan pengadaan dikelola secara tertib. Dalam pelatihan, peserta mempelajari pencatatan dan pengelolaan aset tetap, prosedur pengadaan barang dan jasa (procurement), serta penyusunan anggaran melalui studi kasus. Materi kemudian dilanjutkan dengan simulasi kesiapan menghadapi audit eksternal (audit readiness). Melalui sesi ini, peserta secara kolaboratif memetakan kelengkapan dokumen transaksi kas dan bank menggunakan media metaplan, sekaligus melihat kembali pentingnya ketersediaan dokumen yang lengkap dan dapat ditelusuri dalam mempertanggungjawabkan penggunaan dana organisasi.
Penguatan manajemen keuangan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Kapasitas staf akuntansi perlu terus dikembangkan, termasuk dalam penggunaan sistem akuntansi berbasis perangkat lunak dan pemahaman perpajakan. Di sisi lain, organisasi juga perlu memperkuat strategi fundraising untuk membangun dana cadangan serta meningkatkan koordinasi antara manajer keuangan dan manajer program. Upaya tersebut menjadi bagian dari proses membangun tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel—bukan semata untuk memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi untuk memastikan setiap sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi dapat dikelola secara bertanggung jawab dan mendukung keberlanjutan misi sosialnya.
Penulis: Ganggas Prakosa Sigit Wibowo | Editor: Agustine Dwi | Foto: Tim Dokumentasi
Eksplorasi konten lain dari Yayasan SATUNAMA Yogyakarta
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.