SATUNAMA dan Pertamina Foundation Lakukan Edukasi Lingkungan Kepada Anak di Lumajang

Satunama.org – Edukasi tentang lingkungan dan alam menjadi hal yang tidak bisa dikesampingkan dalam perkembangan kehidupan saat ini. Lingkungan dan alam menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, karena ia merupakan sarana utama keberlanjutan kehidupan. Oleh karenanya, edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tetap kondusif bagi kehidupan harus dapat diterapkan kepada semua orang dalam usia sedini mungkin.

Hal tersebut yang mendorong SATUNAMA untuk melakukan edukasi tentang alam dan lingkungan kepada anak-anak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bekerjasama dengan Pertamina Foundation dalam Program PF Bangkit, SATUNAMA telah melakukan edukasi kepada dua lembaga pendidikan sekolah di Desa Sumberwuluh, yaitu SDN 01 dan SDN 04 pada Jumat dan Sabtu, 26 & 27 Februari 2021 lalu.

Edukasi yang dilakukan dikemas dalam bentuk penananam tanaman rimpang. Jenis tanaman ini dipilih karena selain memilik manfaat kesehatan bagi tubuh, juga memiliki nilai ekonomi yang dapat bermanfaat bagi anak-anak itu sendiri.

“Ide dasarnya adalah membangkitkan budaya menanam di kalangan anak-anak. Karena menanam tanaman adalah bagian dari budaya pertanian yang menjadi ciri penduduk Indonesia.” Ujar Damar Dwi Nugroho, pekarya Departemen Penguatan Masyarakat SATUNAMA.

Damar melanjutkan bahwa selain menanam, edukasi yang dilakukan juga bertujuan untuk melestarikan alam dan menabung dalam bentuk tanaman. “Tanaman rimpang seperti jahe ini kan memiliki nilai ekonomi juga. Jadi nanti kalau tanaman mereka sudah berkembang, hasilnya bisa buat mereka sendiri. Bisa dikonsumsi sendiri maupun dikumpulkan kemudian dijual. Ini juga sekaligus kemudian ikut menjaga kelestarian alam. Konservasi. Kami membayangkan kalau hal ini bisa dilakukan tidak hanya kepada satu jenis tanaman saja, tentu manfaatnya akan lebih besar.” Papar Damar.

Anak-anak di SDN 04 Sumberwuluh, Candipura, Lumajang melakukan praktik menanam rimpang menggunakan polybag.

Bersama anak-anak di kedua sekolah, SATUNAMA juga kemudian ikut melakukan kerjabakti membersihkan lingkungan di sekitar sekolah. Edukasi tentang kebersihan dan pengelolaan sampah sederhana dipandang penting dilakukan karena pengelolaan sampah yang baik tentu akan berujung pada keseimbangan alam dan lingkungan yang dapat mengurangi kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana.

Kegiatan ini disambut sangat positif oleh pihak sekolah. Selama ini edukasi tentang lingkungan memang sudah diberikan kepada para anak didik, namun kehadiran SATUNAMA dalam Program PF Bangkit dinilai dapat memberikan nuansa yang cukup mengena bagi anak-anak.

“Penggunaan media video sangat membantu anak-anak dalam memahami apa yang disampaikan. Misalnya tentang pengelolaan sampah yang disampaikan melalui media film. Saya sendiri akan berusaha untuk terus mengingatkan anak-anak agar hal-hal yang dilakukan hari ini bisa terus diterapkan setiap hari di rumah maupun di sekolah mereka.” Ujar Siti Romlah, salah satu guru di SDN 01 Sumberwuluh yang ikut hadir dalam kegiatan pada Sabtu, (27/2/21)

Sementara terkait kegiatan menanam tanaman rimpang, Siti Romlah berharap hal tersebut dapat diterapkan juga oleh anak-anak tidak hanya di sekolah saja, namun juga di rumah mereka masing-masing. “Semoga nanti mereka juga bisa menyampaikan ke temannya di luar sekolah, ke orang tuanya dan keluarganya tentang kegiatan menanam tanaman ini.” Harapnya.

Kegiatan penanaman tanaman dan membersihkan lingkungan sekolah ini memang dimaksudkan sebagai edukasi dalam bentuk sederhana kepada anak-anak. SATUNAMA memiliki perhatian khusus pada dunia anak dan isu-isu yang mengitarinya, di mana salah satunya adalah isu lingkungan dan alam.

Keterkaitan anak-anak dan alam lingkungannya sangatlah erat, sehingga edukasi mengenai hal tersebut harus diberikan. Melalui bentuk-bentuk kegiatan sederhana dan mendasar, hal tersebut diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan, kesadaran dan perilaku anak terhadap alam dan lingkungan di kemudian hari.  “Kami akan terus berusaha agar edukasi terkait lingkungan ini dapat terus dilakukan agar anak-anak dapat merasakan manfaatnya kelak. Dalam cakupan makro maupun mikro.” Tutup Damar. [Penulis : A.K. Perdana/ Editor : Bima Sakti/Foto : A.K. Perdana]

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: