Pelatihan Daring Perencanaan Strategis Bagi Pemula (Seri-4)

Satunama.org – Akhirnya sampai juga pada penghujung pelatihan berseri “Strategic Planning” yang sudah digelar dari tanggal 26 November sampai 8 Desember 2020. Selama itu pula kami berdinamika dengan teman-teman perwakilan dari Yayasan Swadaya Dian Khatulistiwa (YSDK) Kalimantan Barat, BLK Don Bosco Sumba, Justice Peace and Integrity of Creation (JPIC), Aster Malang, dan juga teman baru dari Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD). Sebagai materi terakhir pada hari petama Pak Meth membuka pelatihan dengan menjelaskan Monitoring Evaluation Berorientasi Hasil dan Pengetahuan.

Dalam awal materi menghadirkan struktur materi pelatihan dan tujuan pelatihan sebagai menu pembuka. Selanjutnya Pak Meth menampilkan tiga himpunan diagram beririsan yang berisi relevance, performance dan program quality. Dalam penjelasannya Pak Meth juga menegaskan “Dalam melaksankan program, tidak boleh ada yang ditinggalkan atau diisolasi. No one left behind!” tegasnya.

Berbeda dengan tugas yang diberikan selama pelatihan-pelatihan seri sebelumnya, kali ini Pak Meth membuat skema tugas yang berbeda. Tugasnya adalah tersedia 10 statement, tiap peserta diminta menjawab apakah statement tersebut adalah kegiatan strategis atau bukan, jawaban dari tiap peserta menjadi bahan diskusi bagi peserta lain dan fasilitator.

Prinsip kerja Appreciative Inquiry (AI) tetap dijelaskan karena dianggap prinsip dasar AI juga bisa diimplementasikan dalam melakukan monitoring dan evaluasi. Mulai dari teori motivasi Friedrich Herbart, Integrated Strategic Approach FR3, sampai kriteria intervensi elemen pun dihadirkan untuk menambah keluasan dan pendalaman materi bagi peserta.

Pada hari selanjutnya Pak Meth melanjutkan materi berikutnya yaitu “Penulisan Laporan Hasil Program Signifikan”. Pada penyampaian materi kali ini, Pak Meth lebih dahulu bertanya bagaimana keadaan penulisan laporan hasil program dari setiap organisasi. Pertanyaan tersebut diajukan untuk mengetahui bagaimana keadaan dan bagaimana penyelesaian atau perbaikan dari tiap organisasi.

Evaluation of Humanitarian Action (ALNAP) adalah evaluasi yang dirasa pas untuk digunakan dalam mengevaluasi kegiatan kemanusiaan. Karena kegiatan kemanusiaan tentu berbeda dengan evaluasi atas kegiatan bisnis yang disebabkan oleh karakteristik yang berbeda. Lalu Pak Meth menjelaskan bagaimana prinsip penulisan laporan dan bagaimana pengalamannya dalam membangun organisasi sehingga dapat menyimpulkan prinsip penulisan laporan. Segitiga pembelajaran people, process, knowledge menjadi penutup materi pelatihan berseri kali ini.

Sebelum berpisah dan menutup ruang rapat virtual, peserta serta fasilitator dan panitia memberikan salam satu sama lain. Ditengah kondisi seperti ini tentu para peserta, fasilitator, dan juga panitia saling kirim doa meminta kesehatan. Pada akhirnya peserta, fasilitator, dan peserta menyempatkan untuk berfoto bersama secara vitual. Sampai jumpa pada kesempatan berikutnya!

Penulis : Christian Adi Nugroho (Mahasiswa Magang Universitas Atma Jaya Yogyakarta)

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: