Perkuat Kapasitas Perempuan Petani Hutan, SATUNAMA Selenggarakan Pelatihan Kopi

Satunama.org – Tiga Desa mitra SATUNAMA di Kabupaten Merangin telah mendapatkan akses legal berupa Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) pada tahun 2017. Dan saat ini, satu desa sedang dalam proses pengajuan pengakuan Hutan Adat dari kementrian LHK. Akses legal yang telah didapatkan melalui skema Perhutanan Sosial (PS) membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada di kawasan hak kelola hutannya untuk kesejahteraan. Salah satu potensi yang cukup besar adalah kopi.

Dalam rangka mendukung upaya pengembangan komoditi kopi, Yayasan SATUNAMA memberikan pelatihan kopi pada kelompok perempuan petani hutan di empat desa, yaitu Desa Lubuk Beringin, Lubuk Birah, Tiaro dan Birun. Karena pertimbangan adaptasi pandemi Covid 19 dan lokasi desa yang berbeda kecamatan, maka pelatihan dilakukan dua tahap.

Tahap pertama untuk tiga desa di kecamatan Muara Siau dan tahap kedua dilakukan di Desa Birun, kecamatan Pangkalan Jambu. Di Muara Siau, pelatihan dipusatkan di Desa Lubuk Beringin pada tanggal 5-7Agustus. Dihadiri oleh 18 orang perwakilan kelompok perempuan petani dari desa Tiaro, Lubuk Beringin dan Lubuk Birah. Pelatihan tahap kedua dilakukan di Desa Birun pada 8-10 Agustus untuk 12 orang peserta. Pelatihan dilakukan selama 3 hari dan difasilitasi oleh Aniawati dan Catur Widiono dari Lembaga Tiga Beradik (LTB) Merangin.

Ada tiga materi besar yang dipelajari peserta, yaitu teknik budidaya, teknik pengolahan  dan pengemasan produk. Dalam setiap materi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, namun juga sekaligus praktik di lapangan. Praktik yang dilakukan antara lain; praktik “sambung batang” untuk membuat bibit yang berkualitas; praktik pemanenan “petik merah”, praktik membuat sarana penjemuran yang higienis dari bahan lokal; praktik pengolahan kopi yang berstandar serta praktik pengemasan.

“Dulu kami tidak tahu cara melakukan pembibitan, kami hanya mengandalkan bibit dari anak pohon. Sekarang jadi tahu cara “stek” untuk mendapatkan bibit yang berkualitas”, tutur Ikayati, ketua Kelompok Petani Kopi Jahe Desa Lubuk Beringin. Peserta lain dari Desa Lubuk Birah juga menuturkan antusiasme yang sama. “Sekarang jadi tahu cara mengolah bubuk kopi yang bagus”, sebut Eva. Eva juga berharap Yayasan SATUNAMA terus mendampingi kelompok sampai mendapatkan hasil yang maksimal.

Sedangkan Riyatul Jannah, peserta dari Desa Tiaro mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti pelatihan. “Saya bersyukur dapat ikut pelatihan ini. Karena sangat bermanfaat”. Dia juga berjanji akan menyampaikan hasil pelatihan kepada anggota kelompok yang lain agar semua anggota dapat mengembangkan produk kopi yang berkualitas.

Pelatihan kopi ini didukung oleh Project IPAF Cycle 5 yang didanai oleh IFAD dan David and Lucile Packard Foundation. Diharapkan, pelatihan dapat memperkuat kapasitas masyarakat lokal, terutama perempuan petani hutan agar dapat memanfaatkan potensi yang ada di desa dan hutan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Pasca pelatihan, kami akan terus mendampingi dan memfasilitasi kelompok sampai mampu menyediakan produk kopi yang berkualitas dan standar ekspor”, tutur Arsih, koordinator Unit Pengelolaan Sumber Daya Alam SATUNAMA (Suharsih/SATUNAMA)

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: