Angkringan “Ngopi Kental”, Sarana Ngobrol Kesehatan Mental

Satunama.org.- Apa yang ada dipikiran kalian dengan kata angkringan? Untuk masyarakat di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah, sudah tak asing lagi. Angkringan adalah tempat makan dengan menu yang sangat merakyat misalnya nasi kucing, sate ampela, sate usus dan gorengan. , Selain itu juga minuman khas yang dijajakan di angkringan seperti wedang jahe dan jahe susu.

Selain tempat untuk melepaskan dahaga juga lapar, angkringan juga merupakan tempat bertemunya orang – orang dari berbagai kalangan, baik menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Biasanya juga akan terjadi obrolan – obrolan ringan antara pembeli dengan sesama pembeli maupun pembeli dan penjaja angkringannya sendiri.

Yayasan SATUNAMA Yogyakarta melalui Departemen Kesehatan Jiwa dan Difabilitas menginisiasi sebuah kegiatan pengembangan ketrampilan yang ditujukan kepada warga dampingan dari Rumah Pembelajaran Kesehatan Jiwa (RPKJ).

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan literasi kesehatan mental kepada pembeli sehingga mereka memiliki pemahaman yang baik dan diharapkan tidak lagi memberi stigma negatif kepada warga dampingan RPKJ yang adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa.

Tujuan ini sesuai dengan nama yang diberikan kepada Angkringan ini yaitu Angkringan Ngopi Kental yaitu singkatan dari Ngobrol Positif Kesehatan Mental. Sesuai dengan namanya, setiap bulan juga diadakan Live Instagram dengan berbagai topik menarik seputar issue kesehatan mental, yang mendapuk para narasumber dengan berbagai pengalaman. 

Angkringan Ngopi Kental berlokasi di depan RPKJ SATUNAMA di Jl. Sambisari No.43 B, Dusun Duwet, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Angkringan Ngopi Kental buka pada pukul 14.00 – 22.00 WIB, setiap hari kecuali hari Rabu.

Siapa saja dapat berkunjung ke angkringan ini. Sembari ngopi atau makan camilan, pengunjung dapat ngobrol tentang apa saja, utamanya tentang kesehatan mental yang menjadi topik utama Angkringan Ngopi Kental.[Penulis : Eka Baene/ Penyunting : Karel Tuhehay / Foto : Eka Baene]

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: