Sejak tahun 2008, SATUNAMA memiliki program Nurturing Democracy through Interfaith and Intercultural Coperation (NDIC). “Negara berkewajiban untuk memenuhi hak-hak warga negaranya. Saat negara tidak aktif memenuhi hak ekonomi, sosial, dan budaya warganya, masyarakat sipil perlu menuntut haknya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara pendidikan kritis, pengorganisasian masyarakat dan advokasi kebijakan publik, karena banyak dari masyarakat yang tidak memahami posisi mereka sebagai warga negara.” tutur Insan Kamil, Manajer Program NDIC.
Setelah sebelumnya program ini dilaksanakan di Gunung Kidul dan Banyuwangi, pada tahun ketiga, NDIC yang berubah menjadi program penguatan masyarakat sipil memperluas wilayah dampingan ke Kabupaten Bangkalan, Madura. Program dimulai dengan assesment pada bulan Februari lalu oleh Z. Samuel Sem dari SATUNAMA dan Eric Hiariej dari Universitas Gajah Mada. Kegiatan tersebut menemukan bahwa Pemerintah Daerah yang direpresentasikan oleh Bupati sangat dominan dan otoriter, sehingga Parlemen dan aktor-aktor non negara tidak berdaya menghadapi kekuasaan. Pandangan dan sikap paternalistik masyarakat yang sangat kuat memperparah kondisi ini dan membuka jalan terhadap terjadinya pelanggaran hak sipil, politik dan sosial ekonomi masyarakat.
SATUNAMA kemudian berusaha memperkuat aktivis di golongan menengah dengan cara melakukan pendidikan kritis. Salah satunya melalui dua kali pelatihan mengenai Hak Ekonomi Sosial Budaya. “Pelatihan tadi berisi wacana demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Kami berharap akan muncul kesadaran kritis dan komitmen untuk mengorganisir diri dalam melakukan pembelaan HAM dan Demokrasi. Sejauh ini, aktivis-aktivis lokal yang menjadi alumni pelatihan membentuk organisasi bernama Jangkar Pergerakan Demokratik (JPD). Ke depannya, organisasi ini akan melakukan pendidikan kritis di tingkat masyarakat akar rumput dan advokasi kebijakan publik,” tambah Insan Kamil. Ia juga menambahkan untuk menguatkan masyarakat sipil di wilayah Bangkalan, beberapa anggota JPD dikirim untuk mengikuti pelatihan pengembangan diri. Seperti Civic Education for Future Indonesian Leader (CEFIL), dan Organizational Development (OD) di Balai pelatihan SATUNAMA, Yogyakarta dan pelatihan Living Value Education di Garut.
Saat ini, kegiatan program berfokus pada memperluas community organizer di tingkat kecamatan yang nantinya akan menjadi kontak-kontak JPD. Program juga berusaha supaya kegiatan-kegiatannya melibatkan kaum perempuan. Hal ini merupakan tantangan karena di Bangkalan masih ada tabu bagi perempuan untuk berkegiatan di muka umum.

Pendampingan SATUNAMA di Kabupaten Bangkalan, Madura


