Pengembangan Sektor Pengetahuan & Media

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Unit Pengembangan Sektor Pengetahuan dan Media (KSDM) 

Unit ini lahir sebagai upaya untuk memperkuat organisasi dari sisi internal dan lebih ofensif di luar. Kerja-kerja unit ini bisa di lihat dalam dua ranah. Dua ranah tersebut adalah kerja ke dalam dan kerja ke luar. Kerja ke dalam, dimaksudkan untuk membangun, mendokumentasikan dan mensistematisasikan kerja-kerja kelembagaan, sebagaimana yang dilakukan di Pengelolaan dan Pengembangan Pengetahuan, juga mempubliksikan wacana dan kerja SATUNAMA melalui laman lembaga. Sementara kerja ke luar dilakukan oleh media.

Berdasar namanya unit ini memiliki dua lokus kerja:

Pertama, Pengelolaan dan pengembangan pengetahuan. Bagian ini bertugas mengelola pengetahuan lembaga, data lembaga berguna dalam proses pengambilan kebijakan terkait arah strategis ke depan. Mengelola hasil-hasil kerja departemen juga didorong untuk menumbuhkan metode-metode pendekatan baru dalam upaya penguatan masyarakat dan mendorong lahirnya kebijakan nasional dari pengalaman kelembagaan SATUNAMA. Pengelolaan dan pengembangan tersebut juga mesti didorong untuk melahirkan wacara dan rumusan teori baru dari basis khasanah pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat indonesia. Produksi buku dan pengelolaan Sistem Informasi Satunama (SIS) berada di wilayah bagian ini.

Kedua, Media. Media bergerak keluar untuk menjalin relasi-relasi yang berguna untuk menginformasikan pengalaman dan kerja-kerja lembaga. Selain itu kerja ke luar juga dimaksudkan mewadahi berbagai program yang diampu oleh donor.

Dalam konteks ini, unit yang sebelumnya merupakan Departemen Pengelolaan Pengetahuan Jaringan dan Media ini pernah bekerja dalam pengembangan kapasitas mitra Misereor, menjadi lembaga TA untuk kerja-kerja penguatan organisasi mitra dalam kerangka kerja SUM II –Usaid, juga Kerja-kerja terkait AVI (Australian Volunteer Internasional). Rentang kerja ini yang membutuhkan “nafas panjang” untuk keberlanjutan kerja-kerja di unit KSDM. Juga dibutuhkan kesadaran kelembagaan untuk terus-menerus mengakumulasi pengetahuan, jaringan, dan kerja-kerja pewacanaan dan informasi di media.

Personil Unit pengembangan Sektor Pengetahuan dan Media

P1800037

Bima Sakti
Dipercayai bertugas sebagai koordinator media, mengelola media komunikasi lembaga baik secara teknis maupun nonteknis untuk menjalankan fungsi dokumentasi dan publikasi seluruh kerja-kerja lembaga. Media cetak, media daring serta juga multi-media digunakan untuk menjalankan fungsi dokumentasi dan publikasi pengalaman kerja lembaga secara efektif dan efisien. Tertarik pada seluk beluk IT dan suka nonton sepakbola.

Self1

Ariwan K Perdana
Bekerja untuk pengelolaan media dan laman SATUNAMA, bertanggungjawab atas massalisasi informasi dan gagasan SATUNAMA kepada khalayak luas dengan berpegang pada fungsi-fungsi utama media, yaitu saluran informasi, edukasi, kontrol sosial dan hiburan. Berminat pada isu budaya populer dan media. Pemusik kala senggang yang pernah menjadi jurnalis media di Jakarta dan menulis beberapa opini di media cetak.

P1350111

Edy Purwaka
Saat ini menjabat sebagai staf pengelola pengetahuan.  Pengalaman  telah menunjukkan bahwa kehilangan orang kunci berpotensi menimbulkan permasalah di organisasi masyarakat sipil, untuk itu  organisasi perlu secara sadar  membangun sistem pengelolaan pengetahuan yang baik. Bekerjasama dengan seluruh unit dan departement  yang ada dalam organisasi, Edy Purwaka bertanggung jawab  mengembangkan model pengelola  pengetahuan  yang menjawab kebutuhan pengetahuan di lembaga.

 

P1350185

Tatik Sulistyaningsih
Tatik bertanggungjawab mengelola buku-buku koleksi yang ada di perpustakaan SATUNAMA. Ribuan buku koleksi perpustakaan (kategori umum dan anak-anak) digunakan untuk mendukung  berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan SATUNAMA di berbagai daerah dampingan, dalam rangka penyebaran nilai-nilai keadilan, kesetaraan  Gender ,good governance, dan demokrasi serta pemenuhan hak anak dalam bidang informasi.

Artikel terkait Unit Pengembangan Sektor Pengetahuan dan Media

Membangun Wacana Kritis Media

Membicarakan media, kerapkali kita akan langsung mengaitkannya dengan koran, televisi maupun radio. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata media berarti alat (sarana) komunikasi seperti koran majalah, radio, televisi, film, poster dan spanduk yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dan sebagainya). Pada dasarnya media diwajibkan untuk menyampaikan informasi berdasarkan...Baca Selengkapnya »

Masyarakat Punya Kewajiban Mengingatkan Media

Media massa sebagai institusi penyalur informasi harus mampu menjadi entitas sosial yang hasil kerjanya memiliki konsekuensi dampak sangat masif terhadap perkembangan peradaban dan sejarah. Karena dari merekalah sebagian besar informasi-informasi yang dikonsumsi oleh masyarakat muncul. Menjadi tidak indah ketika media massa meletakkan kepentingannya lebih kepada semesta hitungan untung rugi dalam...Baca Selengkapnya »

Bercermin Diri Lewat Humor dan Anekdot

Judul buku      : Komunikasi Media dan Masyarakat (Membedah Absurditas Budaya Masyarakat) Penulis             : Deddy Mulyana, dkk Penerbit           : Bandung : PT Remaja Rosdakarya Tahun terbit     : 2015 Ukuran buku   : 15,5 x 24 cm Jumlah hal.      : xi + 265  hlm. Koleksi            : Perpustakaan  Yayasan  SATUNAMA Yogyakarta ., Bercermin Diri Lewat Humor dan Anekdot Buku setebal 265 halaman ini...Baca Selengkapnya »

Berekspresi Melalui Kanvas

Semangat dan gembira. Itulah yang termaknai di wajah puluhan anak dari usia balita sampai belasan tahun Komunitas Guyub Bocah DIY-Jateng yang berpartisipasi dalam acara  Bergembira Melukis Bersama di Kanvas. Acara ini digagas oleh SATUNAMA dengan mengambil tema  Satu Nama: Ragam Rupa Pemaknaan Atas Anak. Kegiatan melukis bersama ini berlangsung pada Jumat,...Baca Selengkapnya »

Kemanusiaan dalam Diskursus Perempuan

Sejak lebih dari 100 tahun yang lalu, tanggal 8 Maret 1914 mulai diperingati Hari Perempuan Internasional, meski konon salah satu peringatan Hari Perempuan pertama yang pernah dihelat dalam sejarah terjadi bukan pada tanggal 8 Maret, melainkan 29 Februari 1909. Namun selain urusan penanggalan, kita tentu sepakat bahwa esensi Hari Perempuan...Baca Selengkapnya »

« Newer EntriesOlder Entries »
Print Friendly, PDF & Email
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone