Penguatan Masyarakat dan Desa

Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Departemen Penguatan Masyarakat dan Desa (PMD) 

Merupakan departemen lama yang sejak inisiasi pendirian SATUNAMA telah menjadi salah satu fokus kerja-kerja SATUNAMA. Departemen ini melakukan pendampingan-pendampingan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dengan berbagai isu. Hari ini SATUNAMA melalui departemen PMD bekerja bersama untuk penguatan masyarakat di 38 desa di 25 kecamatan di tiga provinsi di Indonesia yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Papua.

Departemen Penguatan Masyarakat dan Desa diarahkan untuk bekerja bersama masyarakat akar rumput guna membangun kehidupan warga yang lebih baik. Departemen ini bergiat diri pada tiga isu besar, yang sekaligus sebagai pintu masuk untuk bekerja bersama dengan masyarakat akar rumput. Ketiga isu besar tersebut adalah Lingkungan dan Pertanian Berkelanjutan. Hak-hak Dasar: Anak dan PerempuanPengembangan Ekonomi Masyarakat dan Desa.

PM masuk ke masyarakat akar rumput dengan berbagai isu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Isu anak menjadi jalan masuk PM untuk bergerak di Desa Sendangadi, Sleman. Isu penguatan usaha kecil kreatif menjadi pintu masuk untuk warga di Banjaroya, Kulonprogo. Selain itu PM juga turut bekerja dengan masyarakat Asmat di Papua dalam rangka untuk membangun kehidupan Asmat yang lebih baik.

Program-program penguatan dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis komunitas baik secara kategorial seperti anak DIY – JATENG didukung oleh Kindermissionwerk dan Australian Volunteer International, maupun secara teritorial desa dilakukan di DIY –Jateng didukung oleh SKHU –Koica dan di Papua (Asmat) di dukung oleh Misereor. Selain Asmat, Misereor juga mendukung kerja-kerja untuk masyarakat Urban di Yogyakarta yang pada tahun ini masuk pada finalisasi konsep. Juga bekerjasama dengan JRS untuk menangani komunitas Ahmadiyah di Transito Lombok. Program BKUK yang dibiayai oleh SATUNAMA sedang diupayakan rumusan dan bentuk yang lebih tepat. Kerjasama Disnaker Provinsi untuk mendampingi tenaga kerja pasca magang.

Personil Departemen Penguatan Masyarakat dan Desa

Damar Dwi Nugroho31671_1452557440443_5160029_n
Memiliki minat besar dalam gerakan penegakan HAM, gerakan sosial dan fasilitator pemberdayaan masyarakat. Menulis di beberapa jurnal dan menulis sejumlah buku terkait praktik advokasi dan pemberdayaan. Menaruh perhatian besar juga pada bidang lingkungan hidup dan pertanian. Memiliki latar belakang pendidikan Hukum di Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta.

1544560_10204796431809882_8820523079727188827_n

Ema Vidiastuti Utami
Pernah bekerja dengan isu anak. Latar belakang pendidikan Psikologi Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta. Saat ini sedang terlibat dalam proses pemberdayaan masyarakat di wilayah desa dalam upaya mewujudkan kemandirian desa melalui usaha desa.

 

P1790844Maria Sucianingsih
Cukup lama bekerja sebagai organisator masyarakat di wilayah Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah, Maria kini bekerja di Program Asmat SATUNAMA di Papua. Memiliki minat menulis jurnal pengalamannya dalam bidang pendampingan masyarakat. Aktif mempromosikan isu hak perempuan dan anak.

554616_667808706563926_76892943_n

Asep Nanda Paramayana
Sempat beberapa lama bekerja dalam isu pemberdayaan masyarakat sebelum bergabung di SATUNAMA, Asep saat ini tergabung dalam tim program Asmat SATUNAMA di Papua. Memiliki minat juga terhadap isu pluralisme. Karena minatnya itulah Asep pernah mendapat kesempatan mengikuti Program Religious Pluralism di Amerika Serikat pada 2010.

Kiki

Rizky Hening Dwi Astuti
Bergabung dengan SATUNAMA sejak 2015 sebagai relawan di Perpustakaan SATUNAMA. Kini bertanggungjawab sebagai salah satu staf di PM. Dikenal sebagai sosok yang dekat dengan komunitas anak-anak.

 

IMGP9396

Valentina Sri Wijiyati
Bergabung di SATUNAMA pada 2014, tugas sebelumnya adalah memastikan bahwa konsep relasi hubungan SATUNAMA dengan pihak masyarakat akar rumput, sesama NGO atau OMS serta dengan pihak pemerintah dan swasta dapat berjalan baik dan saling mendukung. Kini aktof di Departemen PMD. Aktif mendorong keterbukaan informasi publik karena dia menaruh perhatian besar pada urusan transparansi dan akuntabilitas. Suka membaca novel.

Adiyad Riyadh Mochtar Lubis
Motto Hidup : Fair Play
Group Facebook : Komite Nasional Indonesia Pusat

 

Arsih2Suharsih
Menghabiskan masa kecil di Cilacap, Jawa Tengah.  Menghabiskan masa muda dengan aktif di organisasi gerakan mahasiswa dan buruh,  pernah aktif di Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan KPO Perhimpunan Rakyat Pekerja.  Berminat pada isu perempuan, buruh, desa dan pengorganisasian gerakan rakyat. Menulis beberapa buku antara lain; “Bergerak Bersama Rakyat, Sejarah Gerakan Mahasiswa dan Perubahan Sosial di Indonesia” (2007), Memecah Kesenyapan (2008), Remaja dan Perencanaan Keluarga (2010).

Himawan S Pambudi
Pernah belajar di Sosiologi Pedesaan IPB. Pengajar di Sekolah Tinggi Teologi Indonesia Yogyakarta dan fasilitator pembaruan desa dan agraria. Menulis beberapa buku pendidikan politik dan perubahan sosial, antara lain, politik pemberdayaan; jalan keadilan (LPU, 2002).

 

Artikel terkait Departemen Pemberdayaan Masyarakat

Kuatkan Kapasitas Kader Anak, Guyub Bocah Kembangkan Modul ToT PRB

Klaten, 26/08/2017. Guyub Bocah, sebuah jejaring komunitas Anak di Jawa Tengah dan DIY mengadakan Workshop Penyusunan Modul Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainer) Pengelolaan Risiko Bencana (PRB). Workshop ini diikuti oleh para kader anak dan penggerak desa sebagai upaya memperkuat kapasitas para fasilitator Guyub Bocah terkait PRB dengan pendekatan-pendekatan dan alat-alat...Baca Selengkapnya »

Penandatanganan Komunike Tertunda, Perlu Dialog Lanjutan

Yogyakarta. Sabtu, 26/08/2017. Naskah Komunike (pengumuman atau pemberitahuan resmi dari pemerintah (biasanya dikeluarkan sesudah selesai pertemuan diplomatik atau dialog multipihak –red) yang dirumuskan oleh Jaringan Organisasi Masyarakat Sipil yang rencananya akan ditandatangani bersama dengan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam Jambore Sungai Yogyakarta ke -2 tertunda penandatanganannya. Pihak pemerintah dan perguruan...Baca Selengkapnya »

Perguruan Tinggi Peka, Komunitas Siap Kerjasama

Yogyakarta, Sabtu, 26/08/2017. Hubungan aktif setara yang menjadi prinsip kerja jejaring gerakan sungai mensyaratkan kepekaan perguruan tinggi terhadap peluang dan tantangan komunitas, dengan kepekaan itu akan terjalin komunikasi yang baik, maka komunitas akan siap bekerjasama. Hal ini terangkum pada sesi seminar “Membangun Komitmen antar Stakeholder dalam Pengelolaan Sungai” dalam penyelenggaraan Jambore...Baca Selengkapnya »

Gerakan Sungai, Optimalkan Energi Generasi Muda

Yogyakarta, 26/08/2017. Pemerintah sejak tahun 2009, secara resmi memproyeksikan bahwa Indonesia akan memiliki bonus demografi pada tahun 2020-2030, di mana 70% dari total penduduk Indonesia berusia produktif (15-64 tahun). Dengan kondisi ini, Gerakan Sungai di Indonesia memiliki modal besar yang diiringi dengan tantangan yang besar pula, hal ini terungkap pada sesi...Baca Selengkapnya »

Salah Kaprah Soal CSR, Teroris Lingkungan Jadi Liar

Yogyakarta, 26/08/2017. Corporate Social Responsibility, CSR atau tanggungjawab sosial perusahaan seringkali dimaknai secara dangkal oleh banyak pihak, termasuk pemerintah, tidak melihat CSR pada keseluruhan siklus bisnis satu entitas, namun hanya melihat dari sisi program bantuan sosialnya, tentu ini salah kaprah yang fatal dampaknya. Hal ini diuraikan secara konseptual dan prinsipil oleh...Baca Selengkapnya »

« Newer EntriesOlder Entries »
Print Friendly, PDF & Email
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone