Gratifikasi, Ramah Tamah Yang Dikriminalisasi?

December 9, 2016 satunama 0

Gratifikasi, Ramah Tamah Yang Dikriminalisasi? Oleh : Aryo Seno Bagaskoro Pelajar SMAN 5 Surabaya Alumni Kelas Politik Cerdas Berintegritas 2016 Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang masyarakatnya bersahabat dan suka beramah-tamah. Banyak nilai-nilai budaya bangsa yang dapat diidentifikasi sebagai bentuk keramah-tamahan antar komponen masyarakat. Kedekatan yang dibangun antar manusia Indonesia

Perempuan di Parlemen Desa, Mungkinkah?

August 12, 2016 satunama 0

Keterwakilan perempuan di parlemen desa sejatinya menjadi mandat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Sayangnya, isi rancangan peraturan daerah tentang BPD yang rencananya akan disahkan oleh DPRD Kabupaten Sleman pada Agustus 2016 belum mengatur keterwakilan perempuan. Mampukah mewujudkan keterwakilan perempuan tanpa affirmasi?  Problem Keterwakilan Kajian SATUNAMA 2016 menunjukkan, jumlah

Pengusaha Kecil dan MEA : Tantangan Pengembangan Masyarakat.

April 11, 2016 satunama 2

Kantri Sekar Wandansari Kepala Unit Training & Konsultansi Yayasan SATUNAMA Bermula dari Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-9 pada 2003 di Bali. Ketika itu, para pemimpin ASEAN menyepakati Bali Concord II yang memuat tiga pilar untuk mencapai visi ASEAN 2020. Yaitu ekonomi, sosial-budaya, dan politik-keamanan. Dalam pilar  ekonomi, upaya pencapaian visi

Perencanaan Pembangunan di Wilayah Aglomerasi Kabupaten Sleman

February 19, 2016 satunama 1

Ardian Pratomo Staf Departemen Penguatan Masyarakat Yayasan SATUNAMA Peminat isu perkotaan Secara umum menurut Wikipedia, aglomerasi disebut sebagai sebuah upaya untuk mengumpulkan beberapa elemen dalam satu tempat. Dalam pembangunan tentunya aglomerasi dapat dikatakan sebagai sebuah upaya untuk mengelompokkan ekosistem pembangunan tersebut dalam satu kawasan. Ekosistem yang dimaksud dalam hal ini

Ketika Lahan Semakin Tidak Produktif

February 19, 2016 satunama 0

Oleh : Eugenia Krisnadya Volunteer di Yayasan SATUNAMA Kemarin paman datang.. pamanku dari desa.. dibawakannya rambutan, pisang, dan sayur mayur segala rupa.. Masih ingat lirik lagu kanak-kanak ciptaan AT. Mahmud? Lagu Paman Datang yang dinyanyikan oleh Tasya mengingatkan kita akan betapa kaya potensi alam desa. Namun, banyak manusia masa kini

Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Indonesia: Mencari Harapan di Tahun 2016

January 24, 2016 satunama 1

Wening Fikriyati Institute of Interfaith Dialogue in Indonesia  (Interfidei) Kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia sepanjang 2015 masih diwarnai dengan aksi-aksi intoleransi. Bahkan Setara Institute melaporkan adanya peningkatan kasus-kasus intoleransi dibandingkan tahun 2014. Menengok kembali ke belakang, setidaknya ada dua konflik bernuansa besar yang menyedot perhatian nasional yaitu peristiwa kekerasan

Rakyat Makan Asap, Pejabat Makan Suap

November 25, 2015 satunama 0

Dua bulan sejak terjadinya kebakaran hutan di bagian barat indonesia, yaitu di wilayah Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, keadaan tidak semakin membaik dan berdampak buruk bagi masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Alih-alih berharap semakin menipisnya kabut asap, namun justru yang terjadi kepulan asap semakin

Perlawanan Konsisten Demi Menjaga Lingkungan

November 25, 2015 satunama 0

Salim kancil terampas nyawanya karena mempunyai tujuan mulia membela lingkungan  atau lahan pertaniannya, karena lahan pertanian Salim sebagai penopang kehidupan keluarganya demi kebutuhan hidup sehari-hari serta untuk membiayai anak-anaknya sekolah terancam dengan adanya pertambangan, sangatlah jelas penambangan yang dilakukan secara tidak benar itu merusak lingkungan; entah infrastruktur, entah lahan, entah

Bangsa Yang Menjaga Kesuciannya

September 4, 2015 satunama 0

Beberapa waktu lalu publik musik Indonesia serasa seperti dibangkitkan rasa nasionalismenya oleh Arkarna. Band asal Inggris ini menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 merilis lagu Kebyar-kebyar karya almarhum Gombloh. Respon publik Indonesia begitu antusias . Hingga akhir Agustus, sekitar 2 minggu setelah diunggah di Youtube, video Kebyar-kebyar versi Arkarna itu