Beberapa hari ini, seluruh media massa di Indonesia memberitakan mengenai protes petani akibat rencana pemerintah mengurangi subsidi pupuk untuk dialokasikan ke perbaikan infrastuktur pertanian. Pemerintah tahun ini memberikan subsidi sebesar 17,5 trilyun untuk 5,5 juta ton pupuk urea. Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyatakan bahwa subsidi ini hanya menguntungkan petani besar yang menggunakan pupuk dalam jumlah besar. Pemotongan subsidi diperlukan supaya pemerintah bisa memperbaiki sarana pertanian yang lebih menguntungkan petani secara keseluruhan. Menjawab keluhan petani mengenai kelangkaan pupuk, menteri pertanian menyatakan kelangkaan ini akibat tidak imbangnya antara angka produksi pupuk dengan kebutuhan riil petani. Kemampuan pemerintah untuk menyediakan pupuk terbatas akibat mahalnya bahan baku yang masih impor.
[ baca ]