Sosialisasi Program Peduli Goes to School di SD Negeri Ngino 1 Kabupaten Sleman

Satunama.org – SATUNAMA mengadakan sosialisasi Program Peduli Goes to School yang membahas tentang inklusi sosial dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini melibatkan Pengawas Dinas Pendidikan tingkat SD dan SMP, Kepala Sekolah, Guru dan tentunya Peserta Didik.

Pada kesempatan perdana ini, Rabu, 4 Maret 2020 Tim Program Peduli SATUNAMA melakukan sosialisasi Program Peduli Goes To Scholl di SD Negeri Ngino 1 Kabupaten Sleman. Kegiatan sosialisasi program peduli ini membahas tentang pentingnya pendidikan yang inklusi.

Pendidikan inklusi merupakan suatu strategi untuk mempromosikan pendidikan universal yang efektif karena dapat menciptakan sekolah yang responsif terhadap keberagaman karakteristik dan kebutuhan anak. Dengan menciptakan sekolah inklusif, sekolah yang menerima menampung semua murid kelas yang sama, dengan fasilitas dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Di samping itu, pendidikan inklusif didasarkan pada hak asasi, model sosial, dan sistem yang disesuaikan pada anak dan bukan anak yang menyesuaikan pada sistem. Selanjutnya, pendidikan inklusi dapat dipandang sebagai pergerakan yang menjunjung tinggi nilai-nilai, keyakinan, dan prinsip-prinsip utama yang berkaitan dengan anak, pendidikan, keberagaman, dan diskriminasi, proses partisipasi dan sumber-sumber yang tersedia (Stubbs, 2002:9).

Ada beberapa manfaat dari pendidikan inklusi yaitu untuk anak dan guru. Untuk anak, anak mampu memahami perbedaan dan keberagaman sejak dini, mendukung sikap empati, budaya saling menghargai, timbulnya budaya kooperatif, mengurangi stigma dan labeling. Sedangkan untuk guru, guru mampu mengembangkan kembali metode pelajaran, menambah pengetahuan guru terhadap keunikan siswa, memiliki pemahaman terhadap siswa, berkurangan stigma dan menimbulkan empati.

Masih banyak orang yang beranggapan inklusi tersebut untuk orang difabel dikarenakan peraturan hukum masih secara umum mengarah ke disabilitas, namun sebenarnya ada banyak komponen yang dimaksud di dalam inklusi sosial ini. Terlebih di era modern ini, ketika perbedaan menjadi suatu hal yang sering dibincangkan di ruang-ruang pribadi masyarakat baik di lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja bahkan sekolah. Dimana pendidikan menjadi salah satu tempat bertemunya berbagai macam suku bangsa, bahasa, ras, dan agama.

Program Peduli sendiri merupakan sebuah evolusi pengetasan kemiskinan di Indonesia yang terfokus pada kelompok marjinal. Untuk sampai ke proses inklusi ini dibutuhkan kolaborasi antara kelompok marjinal masyarakat, CSO/LSM, pemerintah, dan swasta. Selanjutnya memperbanyak pertemuan dengan kelompok marjinal sehingga terbentuk pola komunikasi dan interaksi yang baik. Poin terakhir yaitu memanfaatkan kearifan lokal dalam memperbaiki pendekatan dengan menggunakan kekuatan lokal.

Program Peduli Goes To Scholl ini nantinya akan meningkatkan pengetahuan peserta tentang isu inklusi sosial dan keberagaman, meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya hidup secara berdampingan berdasarkan isu inklusi sosial dan tumbuhnya suasana sekolah/ruang kelas/belajar yang terbuka, toleran dan iklusif. [Berita: Immanuel RS Tinambunan, Bima Sakti | Foto: Bima Sakti]

Tinggalkan komentar

English EN Bahasa Indonesia ID
%d blogger menyukai ini: